JAKARTA - Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) resmi menandai babak baru dalam perjalanannya dengan meresmikan GRHA AAJI pada pekan lalu.
Momentum bersejarah ini bertepatan dengan perayaan hari ulang tahun AAJI yang ke-24, sekaligus menjadi simbol transformasi industri asuransi jiwa nasional ke arah yang lebih modern dan kolaboratif.
Fasilitas Modern sebagai Pusat Ekosistem Asuransi
GRHA AAJI dirancang bukan sekadar sebagai gedung kantor, melainkan sebuah pusat keunggulan (center of excellence). Dengan luas lantai mencapai 4.204 m2, fasilitas ini akan berfungsi sebagai pusat pembelajaran, kolaborasi, dan inovasi strategis bagi para pelaku industri.
Dalam pernyataan resminya, AAJI menegaskan bahwa kehadiran gedung ini adalah bukti nyata komitmen industri. "GRHA AAJI menegaskan komitmen industri asuransi jiwa untuk memperkuat pengembangan sumber daya manusia, tata kelola, dan kolaborasi industri sebagai fondasi keberlanjutan jangka panjang," tulis pihak AAJI.
Dorongan OJK: Transformasi Melalui Kualitas Manusia
Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK, Ogi Prastomiyono, hadir langsung untuk meresmikan gedung tersebut. Dalam arahannya, beliau menekankan bahwa infrastruktur fisik yang megah harus dibarengi dengan peningkatan kualitas personel di dalamnya.
Beberapa poin penting yang disampaikan oleh Ogi Prastomiyono antara lain:
Pentingnya Kapasitas SDM: Transformasi industri asuransi harus didukung oleh sumber daya manusia yang kompeten, berintegritas, dan adaptif terhadap perubahan.
Sinergi Regulasi dan Komitmen: "Regulasi yang kuat harus berjalan seiring dengan komitmen industri untuk membangun kualitas manusia," .
Peran Strategis Asosiasi: Seiring kompleksitas tantangan industri, asosiasi memiliki peran krusial dalam mendorong peningkatan kualitas kolektif dan menjadi jembatan kolaborasi antar pemangku kepentingan.
Visi Keberlanjutan dan Perlindungan Konsumen
Kehadiran GRHA AAJI diharapkan dapat memperkuat sinergi antara regulator, asosiasi, dan perusahaan asuransi untuk menciptakan industri yang lebih sehat. Fokus utama tetap tertuju pada pelayanan kepada masyarakat luas sebagai pemilik polis.
"Kita harus berkolaborasi dan bersinergi untuk mengembangkan industri asuransi yang sehat dan berkelanjutan yang peduli terhadap konsumen dan pemegang polis," .
Upacara peresmian yang dihadiri sekitar 200 tokoh industri ini mencerminkan optimisme kolektif bahwa industri asuransi jiwa Indonesia siap menghadapi tantangan ekonomi global yang dinamis melalui pusat kolaborasi baru ini.