Sinergi Pemerintah Dan Perbankan Sehat Perkuat Daya Saing Sektor Ekonomi UMKM

Jumat, 30 Januari 2026 | 15:30:09 WIB
Sinergi Pemerintah Dan Perbankan Sehat Perkuat Daya Saing Sektor Ekonomi UMKM

JAKARTA - Pemerintah Indonesia terus berupaya menjadikan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai kekuatan utama penggerak ekonomi nasional.

 Langkah strategis ini dilakukan dengan mengoptimalkan sistem perbankan yang sehat, stabil, dan terjamin. Melalui kolaborasi antara perbankan nasional dan lembaga penjaminan, pemerintah memastikan bahwa pelaku UMKM tidak hanya mendapatkan akses modal, tetapi juga keamanan dana yang berkelanjutan demi daya saing di pasar yang lebih luas.

Sebagai salah satu pilar perbankan nasional, Bank Mandiri memainkan peran vital dalam mendukung kemandirian ekonomi kerakyatan. Dukungan ini tidak hanya terbatas pada pemberian kredit, tetapi melalui skema pendampingan yang komprehensif agar pelaku usaha di daerah mampu naik kelas secara produktif.

Strategi Integrasi Pembiayaan dan Pendampingan Usaha Mikro

Direktur Utama Bank Mandiri, Riduan, menegaskan bahwa peran perseroan sebagai agen pembangunan mewajibkan adanya pendekatan yang menyeluruh terhadap UMKM. Hal ini mencakup inklusi keuangan yang dibarengi dengan penguatan ekosistem usaha dari hulu ke hilir.

“UMKM merupakan pilar utama dalam menopang ekonomi kerakyatan. Untuk itu, Bank Mandiri mengintegrasikan pembiayaan inklusif, pendampingan usaha, dan penguatan ekosistem sebagai satu kesatuan pendekatan untuk memperluas kapasitas usaha para pelaku UMKM,” ungkap Riduan dalam keterangannya.

Kolaborasi Strategis Hingga ke Tingkat Desa dan Kelurahan

Demi menyentuh akar rumput, Bank Mandiri memperluas jangkauannya melalui kerja sama dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDES), BUMDESMA, serta koperasi lokal. Hingga saat ini, tercatat ribuan rekening telah dibuka untuk mendukung Program Kelurahan Merah Putih. Selain itu, penyaluran kredit juga menyasar mitra Program Makan Bergizi Gratis guna memastikan perputaran uang di tingkat lokal berjalan transparan dan akuntabel.

Langkah jemput bola ini terbukti efektif. Sepanjang periode Januari hingga November 2025, Bank Mandiri telah menyalurkan kredit UMKM sebesar Rp74,9 triliun. Pencapaian ini didukung oleh ribuan Mandiri Agen serta penggunaan aplikasi Livin’ Merchant yang memudahkan jutaan pelaku usaha dalam mengelola efisiensi transaksi dan manajemen kas secara digital.

Keamanan Simpanan sebagai Fondasi Keberlanjutan Usaha

Selain kemudahan akses modal, rasa aman bagi pelaku usaha untuk menyimpan dana di bank menjadi faktor krusial. Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) memegang peranan penting dalam menjaga kepercayaan masyarakat terhadap sistem perbankan. Stabilitas ini sangat dibutuhkan agar UMKM dapat fokus mengembangkan usahanya tanpa khawatir akan risiko kegagalan sistem keuangan.

Sekretaris LPS, Jimmy Ardianto, menyatakan bahwa stabilitas perbankan dan kepercayaan nasabah adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan. “Keamanan simpanan di bank adalah fondasi utama bagi pelaku UMKM. LPS hadir untuk memastikan dana usaha masyarakat, termasuk UMKM, aman dan terlindungi,” tegas Jimmy.

Perlindungan Maksimal bagi Mayoritas Rekening Pelaku UMKM

Hingga November 2025, data menunjukkan bahwa lebih dari 99,9 persen rekening nasabah di Indonesia telah dijamin penuh oleh LPS. Dengan batas penjaminan hingga Rp2 miliar per nasabah, mayoritas dana milik pelaku UMKM di bank konvensional maupun syariah berada dalam kategori aman.

Menurut Jimmy, perlindungan ini sangat vital karena gangguan pada sektor keuangan akan berdampak langsung terhadap daya tahan ekonomi kecil. Melalui perlindungan yang kuat, diharapkan UMKM memiliki bantalan yang cukup untuk terus tumbuh dan berkontribusi terhadap PDB nasional.

Visi Ekonomi Inklusif Melalui Ekosistem Keuangan yang Kuat

Sinergi yang tercipta antara kebijakan pemerintah, inovasi layanan perbankan, dan jaminan dari LPS menciptakan ekosistem keuangan yang tangguh. Pola kerja sama ini diharapkan mampu mendorong UMKM untuk lebih berani melakukan ekspansi dan inovasi.

Dengan sistem perbankan yang sehat, akses ekonomi inklusif bukan lagi sekadar wacana, melainkan fondasi nyata bagi UMKM untuk naik kelas. Hal ini sejalan dengan cita-cita besar nasional untuk memperkuat struktur ekonomi rakyat yang lebih mandiri, modern, dan tahan terhadap guncangan global di masa depan.

Terkini