Sinergi BUMN dan Danantara: Mengawal Reformasi Total demi Kredibilitas Pasar Modal Nasional

Senin, 02 Februari 2026 | 11:37:58 WIB
Sinergi BUMN dan Danantara: Mengawal Reformasi Total demi Kredibilitas Pasar Modal Nasional

JAKARTA - Dinamika yang terjadi di sektor pasar modal Indonesia belakangan ini, termasuk perombakan struktural pada level kepemimpinan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Self-Regulatory Organization (SRO), dipandang sebagai sebuah titik balik positif.

CEO Danantara Indonesia sekaligus Menteri Investasi dan Hilirisasi, Rosan Roeslani, menegaskan bahwa situasi ini merupakan momentum emas untuk mengakselerasi penguatan regulasi, transparansi, serta tata kelola di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Sebagai pemegang peran krusial yang menyumbang hampir 30% dari total kapitalisasi pasar, sektor Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memiliki urgensi tinggi untuk memastikan terciptanya ekosistem pasar yang kredibel dan stabil.

Dukungan Penuh BUMN Terhadap Inisiatif OJK

Rosan mengungkapkan bahwa BUMN tidak hanya sekadar menjadi penonton, melainkan pendukung utama di balik agenda reformasi yang sedang dirancang oleh OJK bersama SRO (BEI, KSEI, dan KPEI). Langkah ini diyakini menjadi kunci untuk menarik minat serta meningkatkan kepercayaan investor, baik dari skala domestik maupun global.

Pasar Modal sebagai Pilar Strategis Ekonomi Nasional

Bukan sekadar tempat transaksi saham, pasar modal memiliki peran vital dalam struktur produk domestik bruto (PDB) Indonesia. Rosan memaparkan rincian kontribusi ekonomi sebagai berikut:

Konsumsi Domestik: Berkontribusi sebesar 53%-54% terhadap pertumbuhan ekonomi.

Investasi (termasuk Pasar Modal): Menggerakkan sekitar 28%-29% dari roda ekonomi nasional.

Dengan porsi yang signifikan tersebut, menjaga kredibilitas dan keberlanjutan pasar modal menjadi harga mati bagi stabilitas ekonomi jangka panjang.

Filosofi Pembentukan Harga yang Sehat dan Transparan

Salah satu poin penting yang disoroti Rosan adalah integritas pembentukan harga saham. Menurutnya, valuasi yang tinggi bukanlah sebuah masalah, asalkan lahir dari mekanisme pasar yang murni berdasarkan keseimbangan demand and supply.

Ia memberikan ilustrasi melalui perusahaan global:

Bagi Danantara, indikator kemajuan pasar modal tidak boleh hanya terpaku pada angka kapitalisasi atau nilai transaksi harian, melainkan harus mencakup kualitas pasar yang mencerminkan integritas harga, likuiditas yang dalam, serta tata kelola yang kokoh.

Membidik Kepercayaan Indeks Internasional (MSCI)

Reformasi total yang tengah disiapkan, termasuk delapan langkah strategis yang akan diumumkan OJK, diproyeksikan mampu memperkuat posisi Indonesia di mata penyedia indeks internasional seperti MSCI. Dengan membebaskan industri dari potensi benturan kepentingan dan memperkuat pengawasan pada KSEI serta KPEI, Indonesia berpeluang mendapatkan aliran modal asing yang lebih konsisten.

Rosan optimistis bahwa fondasi industri keuangan nasional yang lebih kuat akan terbangun melalui langkah-langkah berani ini, mengubah tekanan pasar saat ini menjadi pondasi pertumbuhan yang organik dan berkelanjutan.

Terkini