Danantara Resmi Agresif di Bursa: Inilah Empat Pilar Utama Kriteria Saham Incaran Mereka

Senin, 02 Februari 2026 | 12:59:44 WIB
Danantara Resmi Agresif di Bursa: Inilah Empat Pilar Utama Kriteria Saham Incaran Mereka

JAKARTA - Pasar modal Indonesia bersiap menyambut kekuatan baru yang akan menggerakkan dinamika perdagangan mulai awal Februari 2026.

Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara telah menyatakan komitmennya untuk menjadi partisipan aktif, baik di pasar obligasi (bond market) maupun pasar ekuitas publik. Langkah strategis ini ditegaskan oleh Chief Investment Officer (CIO) Danantara, Pandu Sjahrir, yang memastikan bahwa kehadiran lembaga pengelola investasi negara ini akan memberikan dampak signifikan terhadap likuiditas pasar.

Meskipun secara teknis Danantara telah merambah bursa sejak akhir Desember 2025 melalui perantara Manajer Investasi (MI) yang ditunjuk, mulai Senin (2 Februari 2026), keterlibatan mereka dipastikan akan semakin intensif dan terarah.

Strategi Enam Bulan Pertama: Kolaborasi dengan Manajer Investasi

Danantara memilih pendekatan yang suportif terhadap ekosistem yang sudah ada. Alih-alih melakukan eksekusi langsung secara mandiri di tahap awal, dalam enam bulan ke depan Danantara akan tetap menyalurkan dananya melalui para pemain industri lokal.

Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa kehadiran dana besar dari Danantara justru memperkuat kapasitas para manajer investasi dalam negeri dan menciptakan efek ganda bagi pertumbuhan industri pasar modal.

Empat Kriteria Emas Saham Incaran Danantara

Danantara tidak akan masuk ke pasar secara sembarangan. Pandu Sjahrir menegaskan bahwa setiap sen yang diinvestasikan harus dapat dipertanggungjawabkan secara profesional. Oleh karena itu, pihaknya telah memberikan instruksi ketat kepada para Manajer Investasi untuk menyaring saham berdasarkan empat kriteria fundamental:

Good Growth (Pertumbuhan Tinggi): Mengincar perusahaan yang memiliki prospek ekspansi bisnis yang jelas di masa depan.

Good Fundamental (Kinerja Solid): Fokus pada emiten dengan tata kelola dan kesehatan finansial yang teruji.

Good Liquidity (Likuiditas Tinggi): Sangat penting agar Danantara dapat masuk dan keluar dari pasar tanpa mengganggu stabilitas harga secara ekstrem.

Good Cash Flow (Arus Kas Sehat): Menjamin bahwa perusahaan tersebut memiliki kemampuan finansial riil untuk membiayai operasional dan memberikan imbal hasil.

Komitmen Keberpihakan pada Ekonomi Domestik

Danantara melihat adanya nilai intrinsik yang sangat baik pada ekonomi Indonesia saat ini. Identifikasi terhadap sejumlah bisnis potensial telah dilakukan, dan proses investasi akan dilakukan secara rutin dan berkelanjutan setiap harinya.

Terkait alokasi pendanaan, Danantara menetapkan proporsi yang tegas. Untuk tahun 2026, setengah dari total pendanaan Danantara akan dialokasikan masuk ke pasar publik (public market). Meskipun secara regulasi Danantara memiliki wewenang untuk berinvestasi di pasar luar negeri, prioritas utama tetap diberikan kepada pasar modal Indonesia sebagai bentuk keberpihakan terhadap industri nasional.

Efek Danantara: Transparansi dan Akuntabilitas Investasi

Sebagai lembaga yang mengelola dana besar, akuntabilitas menjadi harga mati bagi Danantara. Investasi pada saham-saham dengan fundamental kuat dipilih agar portofolio negara tetap terjaga keamanannya di tengah fluktuasi pasar.

"It has to have a very good fundamental. Ini penting karena tetap Danantara kami harus bisa mempertanggungjawabkan investment yang akan kami lakukan. Dan ini akan terus, minggu depan pun, Senin, Selasa, Rabu, Kamis, kami akan berinvestasi masuk ke pasar modal," tambah Pandu.

Dengan jam buka perdagangan pukul 09.00 WIB setiap harinya, mata para pelaku pasar kini tertuju pada pergerakan saham-saham blue chip dan fundamental kuat yang diprediksi akan mendapatkan suntikan likuiditas segar dari Danantara.

Terkini