Syuting Film Lisa BLACKPINK di Kota Tua: Alasan Keamanan dan Adegan Berbahaya di Balik Penutupan Jalan

Senin, 02 Februari 2026 | 12:59:50 WIB
Syuting Film Lisa BLACKPINK di Kota Tua: Alasan Keamanan dan Adegan Berbahaya di Balik Penutupan Jalan

JAKARTA - Kawasan wisata bersejarah Kota Tua Jakarta mendadak menjadi pusat perhatian dunia hiburan internasional.

Film asal Korea Selatan bertajuk Extraction: Tygo, yang mempertemukan aktor laga legendaris Ma Dong-seok (Don Lee) dengan bintang global Lisa BLACKPINK, tengah melangsungkan proses pengambilan gambar di beberapa titik di Jakarta Barat. Namun, yang menarik perhatian publik bukan hanya kehadiran para bintang besar tersebut, melainkan adanya laporan mengenai "adegan berbahaya" yang mengharuskan pihak pengelola melakukan penutupan jalan secara selektif.

Proses syuting ini dijadwalkan berlangsung cukup intensif pada pekan pertama Februari 2026. Penutupan area tertentu dilakukan bukan tanpa alasan. Faktor keamanan bagi kru, pemain, serta kenyamanan masyarakat menjadi prioritas utama, mengingat skala produksi film ini yang melibatkan adegan-adegan fisik yang menantang di ruang publik.

Prioritas Keamanan di Balik Penutupan Area Penunjang Kota Tua

Pengelola kawasan Kota Tua, Denny, menjelaskan bahwa kebijakan penutupan jalan diambil karena adanya tuntutan naskah yang melibatkan aksi-aksi berisiko tinggi. Menurutnya, demi keamanan dan kelancaran proses kreatif, beberapa titik harus steril dari aktivitas warga sipil. "Demi keamanan, demi kenyamanan warga, kita bentuk adanya rekayasa lalu lintas karena ada adegan berbahaya yang akhirnya bikin banyak orang berpikir siapa artisnya? kenapa ditutup," ungkap Denny dalam keterangannya kepada media.

Meski demikian, Denny memberikan klarifikasi bahwa tidak seluruh kawasan Kota Tua ditutup untuk umum. Penutupan hanya berfokus pada area penunjang, seperti kawasan Jalan Teh dan Jalan Cengkeh. Hal ini dilakukan agar denyut pariwisata di area inti tetap bisa dinikmati oleh pengunjung. "Kawasan inti tidak ditutup. Kan kawasan Kota Tua ada dua, inti dan penunjang," tambahnya. Hal ini menegaskan bahwa pemerintah kota tetap berupaya menyeimbangkan antara dukungan terhadap industri kreatif internasional dan kepentingan publik.

Rekayasa Lalu Lintas Besar-besaran di Jantung Jakarta Barat

Seiring dengan berlangsungnya syuting film yang dibintangi Lisa BLACKPINK ini, pihak kepolisian bersama Dinas Perhubungan telah menyiapkan skema rekayasa lalu lintas yang cukup masif. Penutupan total dilakukan di Jalan Cengkeh 2, sementara arus dari arah Cengkeh sisi utara dialihkan menuju Jalan Nelayan atau Jembatan Intan. Pengendara yang melintasi area tersebut diarahkan untuk berbelok ke Jalan Kalibesar Barat atau Jalan Ekor Kuning guna menghindari kemacetan di titik produksi.

Langkah ini diambil mengingat durasi syuting yang memakan waktu dari tanggal 1 hingga 7 Februari 2026. Polisi memastikan bahwa izin untuk kegiatan ini sudah dikantongi secara resmi dari Mabes Polri, terutama karena melibatkan warga negara asing (WNA) dan melintasi dua wilayah hukum polda, yakni Polda Metro Jaya dan Polda Jawa Barat. Pengaturan arus ini diharapkan dapat meminimalisir dampak kepadatan kendaraan di sekitar Jakarta Barat yang memang dikenal sebagai salah satu titik kemacetan di ibu kota.

Jejak Produksi Global: Dari Kota Tua Hingga Karst Citatah

Film Extraction: Tygo ternyata tidak hanya mengambil latar di Kota Tua Jakarta. Produksi berskala besar ini juga mengeksplorasi keindahan alam dan lanskap perkotaan Indonesia lainnya. Selain di Jakarta, tim produksi dilaporkan akan bergerak menuju kawasan Bekasi dan Depok. Bahkan, keindahan alam Jawa Barat juga tidak luput dari lensa kamera mereka, di mana objek wisata alam Karst Citatah di Kabupaten Bandung Barat dipilih sebagai salah satu lokasi pengambilan gambar yang krusial.

Kehadiran kru film internasional ini menunjukkan bahwa Indonesia semakin dilirik sebagai lokasi syuting favorit bagi produksi film kelas dunia. Dengan latar belakang sejarah yang kuat di Kota Tua dan pemandangan alam yang unik di Bandung Barat, film ini diharapkan dapat memberikan eksposur global terhadap pariwisata Indonesia. Penggunaan lokasi-lokasi yang beragam ini juga menjelaskan mengapa prosedur keamanan dan perizinan yang ditempuh sangat ketat, mengingat tiap lokasi memiliki tantangan geografis dan sosial yang berbeda.

Dukungan Pemerintah Terhadap Jakarta Sebagai Kota Global

Menanggapi hebohnya proses syuting ini, tokoh publik seperti Pramono turut memberikan komentarnya. Ia menyatakan bahwa sebagai kota global, Jakarta harus terbuka bagi siapa saja, termasuk bagi industri kreatif internasional yang ingin berkarya. Keterbukaan ini dianggap sebagai langkah positif untuk menaikkan citra Jakarta di mata internasional. Meski sempat ada kekhawatiran mengenai kemacetan, langkah antisipatif melalui rekayasa lalu lintas dianggap sudah cukup memadai untuk mengakomodasi kegiatan tersebut.

Pada akhirnya, adegan berbahaya yang dilakukan Lisa BLACKPINK dan Ma Dong-seok di Kota Tua menjadi bumbu menarik bagi perkembangan industri perfilman di tanah air. Meskipun harus mengorbankan kenyamanan lalu lintas untuk sementara waktu, dampak jangka panjang bagi promosi daerah dan industri kreatif nasional dipandang jauh lebih besar. Masyarakat pun diajak untuk mendukung kelancaran proses ini dengan mengikuti arahan petugas di lapangan dan memahami bahwa keamanan adalah kunci utama di balik kemegahan sebuah karya sinematik.

Terkini