JAKARTA - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk mempertegas perannya dalam penanggulangan bencana di wilayah Sumatera.
Tidak hanya memberikan bantuan logistik di masa kritis, melalui program BRI Peduli, perseroan kini bergerak ke fase pemulihan infrastruktur vital untuk memastikan roda ekonomi dan layanan dasar masyarakat kembali berputar.
1. Kolaborasi Strategis dan Respon Cepat
Sejak awal krisis, BRI bergerak di bawah koordinasi bersama Danantara Indonesia dan Badan Pengaturan BUMN (BP BUMN). Sinergi ini melibatkan kekuatan operasional yang besar:
Relawan: Mengerahkan ribuan relawan untuk penanganan di lapangan.
Logistik: Ratusan armada dikerahkan guna memastikan distribusi bantuan menjangkau wilayah pelosok yang sulit diakses.
Tujuan: Memastikan masa tanggap darurat berjalan efektif dan bantuan kemanusiaan diterima tepat waktu oleh para korban.
2. Fokus Pemulihan Infrastruktur Vital
Regional CEO BRI Palembang, Luthfi Iskandar, menekankan bahwa pemulihan pascabencana harus menyentuh aspek-aspek mendasar kehidupan warga. Program BRI Peduli diarahkan pada renovasi fasilitas yang menjadi tulang punggung aktivitas masyarakat:
Pendidikan: Renovasi Sekolah Dasar Negeri (SDN) yang terdampak.
Kesehatan: Perbaikan Puskesmas agar layanan medis kembali normal.
Sanitasi: Perbaikan sarana air bersih dan fasilitas sanitasi komunal untuk mencegah munculnya penyakit pascabencana.
3. Penguatan Ekonomi dan UMKM
Sebagai bank yang berfokus pada segmen mikro, pemulihan sektor UMKM di Sumatera menjadi prioritas utama. Langkah pemulihan sarana fisik diharapkan menjadi pondasi agar para pelaku usaha kecil dapat segera kembali beraktivitas, sehingga ketahanan sosial dan ekonomi wilayah tersebut tidak terpuruk lebih dalam.