JAKARTA - Aktivitas perjalanan masyarakat antara Solo dan Yogyakarta kembali berjalan lancar setelah layanan Kereta Rel Listrik atau KRL Solo–Jogja kembali beroperasi normal. Mulai Selasa, 3 Februari 2026, KRL melayani perjalanan pulang-pergi rute Palur–Tugu Yogyakarta dengan jadwal yang telah diperbarui.
KRL Solo–Jogja menjadi pilihan utama masyarakat karena menghubungkan wilayah timur Kota Solo hingga pusat Kota Yogyakarta secara langsung. Layanan ini melayani total 13 stasiun yang tersebar di sepanjang lintasan Solo–Yogyakarta.
Tingginya mobilitas masyarakat menjelang akhir pekan membuat calon penumpang diimbau untuk mencermati jadwal keberangkatan. Dengan memahami waktu perjalanan secara tepat, perjalanan dapat berlangsung lebih nyaman dan efisien.
Berdasarkan pembaruan jadwal di aplikasi resmi KAI Access, tersedia sejumlah perjalanan dari pagi hingga malam hari. Jadwal ini disusun untuk mengakomodasi kebutuhan penumpang baik untuk aktivitas kerja, pendidikan, maupun perjalanan lainnya.
PT Kereta Api Indonesia (Persero) juga mengingatkan agar penumpang datang lebih awal ke stasiun. Langkah ini penting untuk mengantisipasi antrean serta potensi kepadatan penumpang.
Selain itu, masyarakat diminta rutin memantau pembaruan informasi melalui aplikasi KAI Access. Hal tersebut bertujuan agar penumpang dapat menyesuaikan perjalanan jika terjadi perubahan jadwal.
Dengan kembalinya operasional normal ini, KRL Solo–Jogja diharapkan kembali menjadi tulang punggung transportasi massal di wilayah Solo Raya dan Yogyakarta. Layanan ini juga mendukung mobilitas harian masyarakat yang semakin meningkat.
KRL Solo–Jogja tidak hanya melayani perjalanan jarak pendek, tetapi juga menjadi moda transportasi andalan bagi komuter antarkota. Keberadaan layanan ini memberikan alternatif perjalanan yang efisien dan terjangkau.
Rute dan Stasiun yang Dilayani KRL Solo–Jogja
KRL Solo–Jogja melayani rute Palur hingga Tugu Yogyakarta dengan pemberhentian di 13 stasiun. Stasiun-stasiun tersebut menghubungkan wilayah Solo bagian timur hingga pusat Kota Yogyakarta.
Stasiun pertama pada rute ini adalah Stasiun Palur yang berada di wilayah Kabupaten Karanganyar. Dari titik ini, KRL bergerak menuju pusat Kota Solo dan selanjutnya ke wilayah Klaten hingga Yogyakarta.
Setelah Palur, KRL berhenti di Stasiun Solo Jebres yang melayani kawasan permukiman dan pusat pendidikan. Stasiun ini menjadi salah satu titik naik turun penumpang dengan volume cukup tinggi.
KRL kemudian melanjutkan perjalanan ke Stasiun Solo Balapan sebagai stasiun utama di Kota Solo. Stasiun ini menjadi pusat transit bagi penumpang yang hendak melanjutkan perjalanan ke berbagai daerah lain.
Selanjutnya, kereta berhenti di Stasiun Purwosari yang juga melayani kawasan permukiman padat di Solo bagian barat. Stasiun ini menjadi penghubung penting bagi warga yang beraktivitas di pusat kota.
Perjalanan berlanjut ke Stasiun Gawok yang berada di wilayah Sukoharjo. Stasiun ini melayani penumpang dari kawasan industri dan permukiman di sekitarnya.
KRL kemudian berhenti di Stasiun Delanggu yang dikenal sebagai titik perlintasan penting bagi masyarakat di wilayah Klaten bagian timur. Stasiun ini juga melayani penumpang dengan tujuan ke kawasan pendidikan dan perdagangan.
Berikutnya, Stasiun Ceper menjadi salah satu pemberhentian penting di wilayah Klaten. Stasiun ini menjadi akses bagi masyarakat menuju pusat kota dan daerah sekitarnya.
Stasiun Klaten menjadi pemberhentian utama berikutnya yang melayani pusat aktivitas masyarakat di Kabupaten Klaten. Banyak penumpang menggunakan stasiun ini untuk perjalanan kerja dan pendidikan.
Setelah itu, KRL berhenti di Stasiun Srowot yang melayani wilayah perbatasan Klaten dan Sleman. Stasiun ini menjadi titik penting bagi masyarakat yang tinggal di kawasan pedesaan.
Perjalanan dilanjutkan ke Stasiun Brambanan yang dekat dengan kawasan wisata Candi Prambanan. Stasiun ini sering digunakan oleh wisatawan dan masyarakat lokal.
KRL kemudian berhenti di Stasiun Maguwoharjo yang melayani kawasan bandara dan permukiman di Sleman. Stasiun ini menjadi salah satu titik strategis bagi penumpang menuju Bandara Internasional Yogyakarta.
Setelah itu, kereta berhenti di Stasiun Lempuyangan sebagai stasiun utama di Kota Yogyakarta bagian timur. Stasiun ini menjadi pusat transit bagi penumpang dalam dan luar kota.
Perjalanan berakhir di Stasiun Tugu Yogyakarta sebagai stasiun pusat kota. Stasiun ini menjadi tujuan akhir bagi sebagian besar penumpang KRL Solo–Jogja.
Jadwal Keberangkatan KRL Solo–Jogja dari Stasiun Palur
Dari Stasiun Palur, KRL Solo–Jogja melayani keberangkatan mulai pukul 05.00 WIB. Jadwal selanjutnya tersedia pada pukul 06.05, 07.15, 08.56, 10.40, 12.50, 13.43, 15.35, 16.35, 18.05, 19.45, dan 20.42 WIB.
Jadwal tersebut memberikan pilihan waktu perjalanan dari pagi hingga malam hari. Dengan frekuensi yang cukup padat, penumpang dapat menyesuaikan perjalanan sesuai kebutuhan.
Stasiun Solo Jebres melayani keberangkatan KRL pada pukul 05.06, 06.11, 07.21, 09.02, 10.46, 12.56, 13.49, 15.41, 16.41, 18.11, 19.51, dan 20.48 WIB. Jadwal ini mengikuti keberangkatan dari Palur dengan selisih waktu beberapa menit.
Stasiun Solo Balapan melayani keberangkatan pada pukul 05.13, 06.18, 07.27, 09.08, 10.52, 13.03, 13.55, 15.48, 16.47, 18.19, 20.01, dan 21.54 WIB. Stasiun ini menjadi salah satu titik tersibuk di rute KRL Solo–Jogja.
Dari Stasiun Purwosari, KRL berangkat pada pukul 05.18, 06.23, 07.32, 09.13, 10.57, 13.08, 14.00, 15.53, 16.52, 18.24, 20.06, dan 20.59 WIB. Jadwal ini memberikan fleksibilitas bagi penumpang dari wilayah Solo bagian barat.
Stasiun Gawok melayani keberangkatan pada pukul 05.26, 06.31, 07.40, 09.20, 11.04, 13.16, 14.07, 16.01, 16.59, 18.31, 20.14, dan 21.06 WIB. Penumpang dari kawasan Sukoharjo dapat memanfaatkan jadwal ini untuk perjalanan harian.
Stasiun Delanggu memiliki jadwal keberangkatan pada pukul 05.32, 06.37, 07.46, 09.26, 11.10, 13.22, 14.13, 16.07, 17.05, 18.37, 20.20, dan 21.12 WIB. Jadwal ini melayani kebutuhan perjalanan warga di wilayah Klaten bagian timur.
Dari Stasiun Ceper, KRL berangkat pada pukul 05.39, 06.44, 07.53, 09.46, 11.17, 13.29, 14.20, 16.14, 17.12, 18.44, 20.27, dan 21.19 WIB. Stasiun ini menjadi salah satu titik naik turun penumpang yang cukup ramai.
Stasiun Klaten melayani keberangkatan KRL pada pukul 05.48, 06.53, 08.02, 09.55, 11.26, 13.38, 14.26, 16.23, 17.21, 18.53, 20.36, dan 21.28 WIB. Jadwal ini memberikan akses yang luas bagi masyarakat Kabupaten Klaten menuju Yogyakarta.
Stasiun Srowot melayani keberangkatan pada pukul 05.55, 07.00, 08.09, 10.02, 11.33, 13.45, 14.36, 16.30, 17.28, 19.00, 20.43, dan 21.35 WIB. Stasiun ini menjadi titik strategis bagi warga di wilayah perbatasan Klaten dan Sleman.
Stasiun Brambanan melayani keberangkatan KRL pada pukul 06.01, 07.06, 08.15, 10.08, 11.39, 13.52, 14.42, 16.36, 17.34, 19.06, 20.49, dan 21.41 WIB. Penumpang yang menuju kawasan wisata Prambanan dapat memanfaatkan jadwal ini.
Stasiun Maguwoharjo memiliki jadwal keberangkatan pada pukul 06.10, 07.15, 08.24, 10.16, 11.47, 14.00, 14.50, 16.44, 17.42, 19.14, 20.57, dan 21.49 WIB. Stasiun ini melayani kawasan bandara dan permukiman di Sleman.
Stasiun Lempuyangan melayani keberangkatan KRL pada pukul 06.19, 07.25, 08.35, 10.23, 11.55, 14.08, 15.01, 16.52, 17.49, 19.21, 21.05, dan 21.57 WIB. Stasiun ini menjadi salah satu pusat transit utama di Yogyakarta.
Jadwal Kedatangan di Stasiun Tugu Yogyakarta
Kereta Rel Listrik dari Palur dijadwalkan tiba di Stasiun Tugu Yogyakarta pada pukul 06.23 WIB untuk keberangkatan pertama. Kedatangan berikutnya tercatat pada pukul 07.29, 08.39, 10.27, 11.59, 14.12, 15.06, 16.56, 17.55, 19.25, 21.09, dan 22.01 WIB.
Jadwal kedatangan ini memungkinkan penumpang tiba di pusat Kota Yogyakarta sejak pagi hari hingga malam. Hal ini memberikan fleksibilitas tinggi bagi masyarakat yang memiliki aktivitas beragam di kota tujuan.
Dengan jadwal yang tersebar merata sepanjang hari, penumpang dapat memilih waktu perjalanan sesuai kebutuhan kerja, sekolah, maupun keperluan pribadi. Pola ini juga membantu mengurangi kepadatan pada jam-jam tertentu.
Kedatangan KRL di Stasiun Tugu Yogyakarta menjadi akhir dari perjalanan rute Palur–Jogja. Stasiun ini menjadi pusat konektivitas dengan layanan kereta jarak jauh dan moda transportasi lainnya.
PT Kereta Api Indonesia (Persero) mengimbau penumpang datang lebih awal ke stasiun. Imbauan ini bertujuan agar proses boarding dan perjalanan dapat berlangsung lebih lancar.
Penumpang juga diminta rutin memantau pembaruan informasi melalui aplikasi KAI Access. Langkah ini penting untuk mengantisipasi perubahan jadwal maupun kepadatan penumpang.
Dengan operasional yang kembali normal, KRL Solo–Jogja diharapkan mampu memenuhi kebutuhan transportasi masyarakat secara optimal. Layanan ini menjadi solusi perjalanan yang cepat, nyaman, dan efisien bagi komuter antarkota.
Kembalinya layanan normal ini juga mendukung kelancaran aktivitas ekonomi dan sosial di wilayah Solo Raya dan Yogyakarta. Mobilitas yang lancar menjadi faktor penting dalam mendukung produktivitas masyarakat.
Selain itu, keberadaan KRL Solo–Jogja turut mengurangi ketergantungan masyarakat pada kendaraan pribadi. Hal ini berdampak positif terhadap pengurangan kemacetan dan emisi di kawasan perkotaan.
Dengan jaringan stasiun yang terintegrasi, KRL Solo–Jogja memberikan kemudahan akses bagi masyarakat dari berbagai wilayah. Layanan ini menjadi salah satu tulang punggung transportasi massal di Jawa Tengah dan DIY.
KAI berharap masyarakat dapat memanfaatkan layanan ini secara optimal dengan mematuhi aturan perjalanan. Kesadaran penumpang terhadap ketertiban dan keselamatan menjadi kunci kenyamanan bersama.
Dengan jadwal yang jelas dan layanan yang stabil, perjalanan menggunakan KRL Solo–Jogja dapat direncanakan secara lebih efektif. Hal ini membantu masyarakat menjalani aktivitas harian dengan lebih teratur.
Secara keseluruhan, operasional normal KRL Solo–Jogja pada Selasa, 3 Februari 2026 menjadi kabar baik bagi masyarakat. Layanan ini diharapkan terus memberikan kontribusi positif bagi mobilitas publik di kawasan Solo dan Yogyakarta.