DAMRI Resmi Layani Rute Karimunjawa Legon Bajak, Tarif Murah Dukung Mobilitas Warga Kepulauan

Selasa, 03 Februari 2026 | 09:23:58 WIB
DAMRI Resmi Layani Rute Karimunjawa Legon Bajak, Tarif Murah Dukung Mobilitas Warga Kepulauan

JAKARTA - Konektivitas transportasi di wilayah kepulauan kembali mendapat penguatan melalui hadirnya layanan angkutan darat baru. Perusahaan Umum DAMRI resmi membuka rute Pelabuhan Karimunjawa–Bandara Dewadaru–Desa Kemujan–Pelabuhan Legon Bajak pulang pergi mulai 1 Februari 2026.

Pembukaan rute ini menjadi jawaban atas kebutuhan mobilitas masyarakat Karimunjawa yang selama ini masih terbatas. Kehadiran layanan angkutan perintis DAMRI diharapkan mampu mempermudah akses warga menuju pusat aktivitas penting di kawasan kepulauan tersebut.

Head of Corporate Communication DAMRI, P. Septian Adri S., menyampaikan bahwa layanan Angkutan Perintis DAMRI di wilayah Kepulauan Karimunjawa kini telah resmi beroperasi secara reguler. Operasional ini sekaligus menandai komitmen DAMRI dalam memperluas jangkauan transportasi publik hingga wilayah terpencil.

Layanan ini dirancang untuk menjangkau sejumlah titik permukiman dan pusat aktivitas masyarakat di Karimunjawa. Dengan cakupan rute yang strategis, masyarakat kini memiliki alternatif transportasi darat yang lebih terjangkau dan terjadwal.

Tarif yang ditetapkan untuk layanan ini tergolong sangat terjangkau, yakni Rp7.000 per perjalanan. Kebijakan tarif ini diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk memanfaatkan angkutan umum dalam aktivitas harian mereka.

“Layanan ini dihadirkan untuk mendukung mobilitas harian masyarakat, termasuk akses ke pelabuhan, bandara, pasar, serta kawasan permukiman, dengan moda transportasi yang aman dan nyaman,” ujarnya dalam keterangan resmi, Senin, 2 Februari 2026.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa layanan ini tidak hanya berorientasi pada konektivitas, tetapi juga kenyamanan dan keselamatan penumpang. DAMRI berupaya memastikan standar layanan yang sama seperti di wilayah daratan lainnya.

Armada dan Fasilitas Angkutan Perintis

Untuk melayani rute Pelabuhan Karimunjawa hingga Pelabuhan Legon Bajak, DAMRI mengoperasikan armada berjenis Hiace. Armada ini memiliki kapasitas 14 penumpang yang sesuai dengan karakteristik jalan dan kebutuhan wilayah kepulauan.

Kendaraan yang digunakan telah dilengkapi fasilitas pendingin udara untuk menunjang kenyamanan perjalanan. Selain itu, armada juga dibekali sistem GPS tracking guna memantau pergerakan kendaraan secara real time.

DAMRI turut melengkapi armada dengan kamera pengawas sebagai bagian dari standar keselamatan. Fasilitas ini berfungsi untuk memastikan keamanan penumpang selama perjalanan berlangsung.

Dengan spesifikasi tersebut, layanan angkutan perintis ini diharapkan mampu memberikan rasa aman bagi masyarakat. Kehadiran fasilitas pendukung menjadi nilai tambah bagi transportasi publik di wilayah kepulauan.

Sebagai informasi, rute ini menghubungkan wilayah-wilayah yang sebelumnya belum terlayani angkutan umum secara memadai. Kondisi ini menjadikan layanan DAMRI sebagai solusi transportasi yang sangat dibutuhkan warga setempat.

Wilayah kepulauan seperti Karimunjawa memiliki tantangan tersendiri dalam penyediaan transportasi darat. Oleh karena itu, kehadiran armada yang sesuai dengan kondisi geografis menjadi faktor penting dalam kelancaran operasional.

Dengan armada berkapasitas sedang, layanan ini dinilai mampu menjangkau permukiman dengan akses jalan terbatas. Hal ini sekaligus membuka peluang peningkatan mobilitas masyarakat di berbagai titik pulau.

Jarak Tempuh dan Manfaat Konektivitas

Angkutan perintis DAMRI di Karimunjawa melayani lintasan sepanjang kurang lebih 55 kilometer. Waktu tempuh perjalanan diperkirakan sekitar 90 menit untuk satu kali perjalanan.

Lintasan ini melewati sejumlah titik permukiman dan pusat aktivitas warga di Pulau Karimunjawa. Dengan demikian, layanan ini tidak hanya berfungsi sebagai transportasi antarujung pulau, tetapi juga sebagai penghubung antarwilayah lokal.

Keberadaan rute ini mempermudah akses masyarakat menuju fasilitas umum seperti pelabuhan dan bandara. Hal ini sangat penting untuk mendukung aktivitas ekonomi dan pariwisata di Karimunjawa.

Selain itu, akses menuju pasar dan kawasan permukiman menjadi lebih mudah dan efisien. Masyarakat tidak lagi harus bergantung pada kendaraan pribadi atau transportasi tidak resmi.

“Kami berharap layanan ini bisa menjadi bagian dari dukungan untuk rutinitas mobilitas masyarakat Karimunjawa, sekaligus mendukung konektivitas wilayah kepulauan secara berkelanjutan,” lanjutnya.

Pernyataan tersebut mencerminkan visi DAMRI dalam mendukung pembangunan transportasi berkelanjutan. Konektivitas yang baik diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat kepulauan.

Melalui layanan ini, DAMRI juga turut berkontribusi dalam penguatan jaringan transportasi nasional. Wilayah kepulauan yang sebelumnya terisolasi kini memiliki akses transportasi darat yang lebih terintegrasi.

Konektivitas yang terbangun tidak hanya berdampak pada mobilitas, tetapi juga pada pertumbuhan ekonomi lokal. Akses yang lebih mudah mendorong pergerakan barang dan jasa di dalam wilayah Karimunjawa.

Jadwal Operasional Angkutan DAMRI Karimunjawa

Layanan Angkutan Perintis DAMRI di Karimunjawa beroperasi dengan jadwal yang telah ditetapkan. Untuk arah Karimunjawa menuju Legon Bajak, layanan tersedia mulai pagi hingga sore hari.

Jadwal keberangkatan dari Karimunjawa menuju Legon Bajak dimulai pukul 06.00 WIB. Selanjutnya, perjalanan dilayani pada pukul 07.00, 08.00, 09.00, dan 10.00 WIB.

Pada siang hingga sore hari, layanan kembali tersedia pada pukul 13.00, 14.00, dan 15.00 WIB. Jadwal ini memberikan fleksibilitas bagi masyarakat dalam mengatur waktu perjalanan.

Sementara itu, untuk arah sebaliknya dari Legon Bajak menuju Karimunjawa, layanan dimulai lebih awal. Keberangkatan pertama dijadwalkan pada pukul 05.00 WIB.

Perjalanan berikutnya dari Legon Bajak menuju Karimunjawa tersedia pada pukul 06.00 WIB. Jadwal ini memudahkan warga yang memiliki aktivitas pagi hari di pusat wilayah Karimunjawa.

Layanan selanjutnya tersedia pada pukul 08.00 dan 09.00 WIB. Pada jam-jam tersebut, mobilitas masyarakat menuju pasar dan fasilitas umum biasanya cukup tinggi.

Pada tengah hari, layanan kembali beroperasi pada pukul 11.00 dan 12.00 WIB. Jadwal ini memberikan opsi tambahan bagi penumpang yang beraktivitas di siang hari.

Untuk sore hari, keberangkatan tersedia pada pukul 13.00 dan 15.00 WIB. Dengan rentang waktu tersebut, masyarakat memiliki banyak pilihan jadwal sesuai kebutuhan.

Jadwal operasional yang cukup padat ini menunjukkan keseriusan DAMRI dalam melayani kebutuhan transportasi warga. Ketersediaan waktu yang beragam diharapkan dapat mengakomodasi berbagai kepentingan perjalanan.

DAMRI Perkuat Aksesibilitas Wilayah Kepulauan

Melalui operasional layanan ini, DAMRI hadir sebagai bagian dari ekosistem transportasi publik di wilayah kepulauan. Kehadiran angkutan perintis menjadi bukti nyata komitmen perusahaan dalam pemerataan layanan transportasi.

Aksesibilitas antar titik penting di Karimunjawa kini semakin kuat dengan adanya rute ini. Pelabuhan, bandara, kawasan permukiman, dan pusat ekonomi dapat dijangkau dengan lebih mudah.

Tarif yang terjangkau menjadi salah satu daya tarik utama layanan ini. Dengan biaya Rp7.000 per perjalanan, masyarakat dari berbagai lapisan dapat memanfaatkan transportasi publik secara rutin.

Layanan yang andal dan terjadwal juga memberikan kepastian bagi penumpang. Kepastian ini penting dalam mendukung aktivitas harian masyarakat, termasuk bekerja dan berusaha.

DAMRI terus berupaya menghadirkan layanan transportasi yang inklusif dan berkelanjutan. Upaya ini sejalan dengan kebutuhan masyarakat di wilayah kepulauan yang membutuhkan dukungan mobilitas.

Dengan dibukanya rute Pelabuhan Karimunjawa–Legon Bajak, DAMRI memperkuat perannya sebagai penghubung antarwilayah. Kehadiran layanan ini diharapkan mampu memberikan dampak positif jangka panjang bagi masyarakat Karimunjawa.

Ke depan, layanan angkutan perintis ini diharapkan dapat terus berjalan secara konsisten. Konsistensi operasional menjadi kunci dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap transportasi publik.

Melalui langkah ini, DAMRI menunjukkan bahwa transportasi publik dapat menjangkau hingga wilayah kepulauan. Akses yang semakin baik menjadi fondasi penting bagi pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat.

Terkini