Akselerasi Transisi Energi Bersih dan Efisiensi Biaya Jadi Prioritas PLN IP di 2026

Selasa, 03 Februari 2026 | 09:53:15 WIB
Akselerasi Transisi Energi Bersih dan Efisiensi Biaya Jadi Prioritas PLN IP di 2026

JAKARTA - PT PLN Indonesia Power (PLN IP) secara resmi menetapkan kompas bisnis untuk tahun 2026 dengan menekankan dua pilar utama: penekanan biaya operasional dan percepatan transisi energi hijau.

Strategi besar ini telah dikukuhkan dalam Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) Tahun 2026, yang dirancang untuk menjawab tantangan industri energi global yang kian dinamis.

Sebagai bagian dari PLN Group, PLN IP memegang peran vital tidak hanya sebagai penjaga keandalan listrik nasional, tetapi juga sebagai ujung tombak transformasi energi bersih di Indonesia. Dengan target yang terukur, perusahaan bersiap menjadikan tahun 2026 sebagai titik balik peningkatan kinerja yang berkelanjutan.

Sinergi Strategis Demi Transformasi Hijau PLN Group

Direktur Utama PT PLN (Persero), Darmawan Prasodjo, menekankan bahwa konsistensi dan sinergi adalah kunci dalam menghadapi tantangan energi masa depan. Pencapaian positif yang diraih pada tahun 2025 menjadi fondasi kuat untuk melompat lebih jauh di tahun mendatang.

"Tahun 2025 telah kita lalui dengan capaian yang positif. Ke depan, tahun 2026 diharapkan dapat menjadi momentum peningkatan kinerja yang lebih baik," .

Menurutnya, peran PLN IP sangat strategis dalam mendukung visi besar PLN Group menuju ekosistem energi yang lebih ramah lingkungan tanpa mengorbankan keandalan pasokan listrik bagi masyarakat.

Momentum Akselerasi Transisi Energi Tahun 2026

Senada dengan hal tersebut, Direktur Utama PLN Indonesia Power, Bernadus Sudarmanta, menegaskan bahwa tahun ini adalah momentum penting bagi perusahaan. Tuntutan akan sistem kelistrikan yang andal harus berjalan beriringan dengan efisiensi bisnis yang tinggi dan pemanfaatan energi bersih yang lebih agresif.

"PLN IP berkomitmen menjadikan tahun 2026 sebagai tahun akselerasi transisi energi," .

Komitmen ini bukan sekadar slogan, melainkan peta jalan operasional yang akan diintegrasikan ke dalam seluruh unit pembangkit di bawah naungan PLN IP, guna memastikan target pengurangan emisi karbon dapat tercapai sesuai jadwal.

Lima Fokus Utama Transformasi Korporasi

Untuk menghadapi tantangan tahun 2026, PLN IP telah menyusun sejumlah fokus utama yang akan menjadi mesin penggerak transformasi perusahaan. Fokus-fokus tersebut dirancang untuk menciptakan nilai tambah bagi negara sekaligus memperkuat posisi finansial perusahaan.

Beberapa agenda prioritas tersebut meliputi:

Operational Excellence Berbasis Digital: Memanfaatkan teknologi terkini untuk memantau dan mengoptimalkan kinerja pembangkit secara real-time.

Cost Leadership (Efisiensi Biaya): Menekan biaya operasional melalui manajemen rantai pasok dan inovasi proses bisnis.

Percepatan Transisi Energi: Mengembangkan sumber energi terbarukan secara masif.

Pengembangan Pembangkit: Memastikan infrastruktur kelistrikan terus berkembang mengikuti kebutuhan beban nasional.

Beyond kWh: Memperkuat portofolio bisnis di luar penjualan listrik konvensional untuk menciptakan pendapatan alternatif.

“Kami tidak hanya menjaga keandalan pembangkit, tetapi juga mempercepat pengembangan energi bersih, meningkatkan efisiensi, dan menciptakan nilai tambah berkelanjutan bagi perusahaan serta negara,”.

Landasan Kuat dalam RUPS RKAP 2026

Arah strategis ini telah mendapatkan pengesahan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RUPS RKAP) 2026 bagi Subholding dan Anak Perusahaan PT PLN (Persero). Pengesahan ini memberikan legitimasi penuh bagi manajemen untuk mengeksekusi rencana kerja yang telah disusun.

Seluruh target, mulai dari aspek operasional, finansial, hingga indikator transformasi hijau, telah ditetapkan secara terukur dan selaras dengan kebijakan pemegang saham utama. Dengan landasan hukum dan operasional yang kuat, PLN IP optimistis dapat menciptakan nilai berkelanjutan bagi seluruh stakeholder.

“Ini menjadi landasan kuat bagi perusahaan dalam mengeksekusi agenda transformasi dan penciptaan nilai berkelanjutan,” .

Terkini