JAKARTA - PT PP (Persero) Tbk (PTPP) membuka awal tahun 2026 dengan pencapaian signifikan di sektor konstruksi gedung pemerintahan. Perseroan resmi menandatangani kontrak rancang bangun pembangunan gedung kantor Jampidum, Jamdatun, Jamwas, dan BPA tahun anggaran 2026.
Nilai proyek tersebut mencapai Rp934,36 miliar termasuk PPN dengan masa pelaksanaan selama 360 hari kalender. Kepercayaan ini menunjukkan posisi PTPP sebagai pemain utama dalam proyek gedung institusional berskala besar.
Perkuat Portofolio Gedung Institusional dengan Standar Modern dan Terintegrasi
Proyek ini semakin memperkuat portofolio PTPP di segmen gedung institusional. Hal ini sekaligus menjadi bukti kepercayaan pemerintah terhadap kemampuan perseroan menangani proyek strategis.
Pembangunan gedung dirancang mendukung transformasi kelembagaan Kejaksaan Agung. Fasilitas yang dibangun diharapkan modern, terintegrasi, dan representatif untuk menunjang aktivitas kerja.
Kehadiran gedung baru ini bertujuan meningkatkan efektivitas koordinasi antar bidang. Proses kerja diharapkan lebih cepat, sehingga kualitas pelayanan publik juga dapat meningkat.
Corporate Secretary PTPP, Joko Raharjo, menegaskan proyek ini menunjukkan komitmen perseroan pada kualitas eksekusi. Tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, tetapi juga memastikan hasil akhir mendukung operasional pengguna secara optimal.
“Kami berkomitmen menjaga ketepatan waktu, kualitas, dan akuntabilitas di setiap tahapan pekerjaan,” ujar Joko, dalam keterangannya, Sabtu, 31 Januari 2026.
Dengan proyek ini, PTPP memperkuat reputasi sebagai kontraktor yang mampu menangani proyek berskala strategis dan kompleks. Integrasi desain, teknis, dan fungsi menjadi prioritas utama selama proses pembangunan.
Dampak Positif pada Kinerja Saham dan Persepsi Investor
Pada perdagangan Jumat, 30 Januari 2026, saham PTPP mencatatkan kinerja positif. Harga saham menguat sebesar 5,99 persen atau 20 poin ke level 354, menandai sentimen pasar yang mendukung.
Meski begitu, dalam rentang satu pekan terakhir, saham ini masih mengalami koreksi 4,32 persen. Penurunan lebih signifikan terlihat dalam periode satu bulan, sebesar 14,49 persen.
Tekanan yang sama juga tercatat pada periode tiga bulan dan enam bulan masing-masing sebesar 7,33 persen dan 8,29 persen. Secara year to date (YTD), saham PTPP tetap berada di area negatif dengan penurunan 14,49 persen.
Kinerja saham mencerminkan tantangan pasar konstruksi yang masih fluktuatif. Namun, proyek strategis seperti pembangunan gedung pemerintah dapat menjadi katalis positif jangka menengah bagi perseroan.
Strategi PTPP dalam Menjaga Kualitas dan Kepercayaan Pemerintah
PTPP menekankan pentingnya koordinasi lintas tim dan disiplin jadwal proyek. Strategi ini diterapkan untuk menjaga kualitas pekerjaan sekaligus memastikan proyek selesai tepat waktu.
Pengawasan ketat dilakukan pada setiap tahapan pembangunan mulai dari perencanaan, konstruksi, hingga penyelesaian akhir. Hal ini termasuk pengelolaan anggaran yang transparan dan akuntabel, sejalan dengan standar proyek pemerintah.
Penggunaan teknologi modern dan metode konstruksi terintegrasi diterapkan agar gedung dapat memenuhi kebutuhan operasional. Fasilitas yang rampung nanti diharapkan mendukung produktivitas dan kenyamanan pegawai Kejaksaan Agung.
PTPP juga memprioritaskan keberlanjutan proyek melalui manajemen risiko dan mitigasi hambatan. Hal ini penting untuk menjaga citra perseroan di mata pemerintah dan publik.
Kolaborasi dengan berbagai pihak terkait menjadi kunci keberhasilan. Mulai dari perencanaan desain hingga pemilihan material, semuanya diatur agar proyek berjalan lancar dan sesuai standar.
Selain itu, perseroan memastikan lingkungan kerja aman dan sehat bagi seluruh pekerja di lokasi proyek. Protokol keselamatan kerja diterapkan secara ketat sepanjang proses pembangunan gedung.
Pengalaman PTPP dalam proyek serupa di masa lalu menjadi modal utama. Reputasi ini membuat perseroan menjadi pilihan utama pemerintah untuk proyek-proyek strategis berskala besar.
Keberhasilan menandatangani kontrak awal tahun ini diharapkan menjadi momentum untuk meraih proyek baru di segmen institusional. Portofolio yang kuat juga membuka peluang ekspansi ke proyek pemerintah lainnya.
Sementara itu, proyek gedung ini juga menjadi simbol transformasi institusi Kejaksaan Agung. Dengan fasilitas yang lebih modern, koordinasi internal diharapkan lebih efisien dan pelayanan publik semakin optimal.
Secara keseluruhan, proyek senilai hampir Rp1 triliun ini bukan hanya soal pembangunan fisik. Lebih dari itu, proyek ini mencerminkan kepercayaan pemerintah, strategi bisnis PTPP, dan upaya memperkuat kualitas pelayanan publik di Indonesia.