Visi Baru Pasar Modal: Rosan Roeslani dan Burhanuddin Abdullah Optimistis Tatap Masa Depan Ekonomi RI

Selasa, 03 Februari 2026 | 11:54:26 WIB
Visi Baru Pasar Modal: Rosan Roeslani dan Burhanuddin Abdullah Optimistis Tatap Masa Depan Ekonomi RI

JAKARTA - Dinamika di pucuk pimpinan otoritas keuangan Indonesia membawa angin segar bagi para pelaku pasar. Optimisme tinggi mencuat seiring dengan upaya transformasi di tubuh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI).

Dua tokoh kunci ekonomi nasional memberikan pandangan strategis mereka mengenai arah pergerakan pasar modal dan ketahanan ekonomi Indonesia di tengah tantangan global.

Transformasi Bursa di Bawah Nakhoda Baru

CEO Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, memberikan sinyal positif terkait perubahan jajaran direksi di OJK dan BEI. Menurutnya, momentum ini adalah awal dari transformasi signifikan bagi pasar modal tanah air.

Rosan menekankan tiga poin utama yang menjadi fokus pasca-penunjukan direksi baru:

Penguatan Tata Kelola: Kepemimpinan baru diharapkan membawa standar governance yang lebih ketat dan transparan.

Pemulihan Kepercayaan: Langkah ini krusial untuk menarik kembali minat investor, baik domestik maupun asing, yang sempat fluktuatif.

Akselerasi Investasi: Mempercepat laju pertumbuhan investasi melalui kebijakan yang lebih adaptif dan ramah terhadap pelaku pasar.

Peluang Ekonomi di Tengah Dinamika Global

Di sisi lain, mantan Gubernur Bank Indonesia, Burhanuddin Abdullah, menyoroti ketangguhan ekonomi Indonesia dari sudut pandang makro. Ia meyakini bahwa jendela peluang bagi Indonesia untuk tumbuh masih terbuka sangat lebar.

Dalam pandangannya, terdapat tiga fondasi utama yang akan menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional:

Stabilitas Makroekonomi: Menjaga parameter ekonomi tetap terjaga di tengah ketidakpastian pasar global.

Reformasi Struktural: Melanjutkan perbaikan kebijakan yang mempermudah proses bisnis dan industri.

Sektor Keuangan yang Solid: Dukungan perbankan dan pasar modal yang kuat sebagai tulang punggung pembiayaan pembangunan.

Terkini