Penyesuaian Harga BBM Non-Subsidi Per Februari 2026: Angin Segar Bagi Pengendara

Selasa, 03 Februari 2026 | 13:23:45 WIB
Penyesuaian Harga BBM Non-Subsidi Per Februari 2026: Angin Segar Bagi Pengendara

JAKARTA - Kabar menggembirakan menyapa masyarakat Indonesia tepat pada awal bulan kedua tahun ini. Terhitung mulai tanggal 1 Februari 2026, harga sejumlah jenis Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi resmi mengalami penurunan harga.

Kebijakan penurunan harga yang diinisiasi oleh PT Pertamina (Persero) ini menjangkau seluruh pelosok negeri dari Sabang sampai Merauke, termasuk wilayah padat kendaraan seperti Pulau Jawa. Langkah ini menjadi momen yang sangat dinantikan, mengingat mobilitas masyarakat yang terus meningkat menjelang datangnya bulan suci Ramadan.

Meski kebijakan ini bersifat nasional, terdapat catatan penting bahwa label harga yang tertera di setiap SPBU di Pulau Jawa tidak sepenuhnya identik satu sama lain. Faktor geografis dan biaya distribusi logistik menjadi variabel penentu yang membuat adanya sedikit variasi harga di masing-masing provinsi.

Kendati demikian, masyarakat tidak perlu khawatir karena selisih harga antarwilayah di Pulau Jawa dipastikan tetap berada dalam rentang yang sangat tipis, sehingga tidak akan menimbulkan disparitas yang mencolok bagi konsumen.

Langkah Penyesuaian Harga Produk Unggulan Pertamina di Seluruh Indonesia

Keputusan untuk menurunkan harga ini mencakup deretan produk unggulan Pertamina yang selama ini menjadi pilihan masyarakat untuk kendaraan bermotor mereka. Produk-produk yang mengalami koreksi harga ke bawah tersebut meliputi Pertamax, Pertamax Turbo, Pertamax Green, Dexlite, hingga Pertamina Dex.

Penurunan ini merupakan bagian dari evaluasi rutin dan penyesuaian berkala yang dilakukan perusahaan pelat merah tersebut guna menyelaraskan dengan dinamika pasar minyak mentah global serta fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

Berdasarkan data yang dihimpun dari laman resmi Pertamina, para pemilik kendaraan kini dapat menikmati harga yang lebih ekonomis. Pertamax (RON 92) yang sebelumnya dibanderol Rp12.350 per liter kini turun menjadi Rp11.800 per liter.

Sementara itu, bagi pengguna kendaraan performa tinggi, Pertamax Turbo (RON 98) juga mengalami penurunan yang cukup signifikan dari harga Rp13.400 menjadi Rp12.700 per liter. Sektor bahan bakar ramah lingkungan juga tidak ketinggalan, di mana Pertamax Green (RON 95) kini dijual seharga Rp12.450 per liter, turun dari angka sebelumnya yakni Rp13.150 per liter.

Daftar Lengkap Harga Terbaru BBM Non-Subsidi per 1 Februari

Bagi pengguna kendaraan bermesin diesel, kabar ini tentu juga menjadi angin segar bagi efisiensi biaya operasional. Produk Dexlite (CN 51) kini dipatok di harga Rp13.250 per liter dari yang sebelumnya menyentuh Rp13.500 per liter.

 Sedangkan untuk varian bahan bakar diesel kualitas tertinggi, yakni Pertamina Dex (CN 53), kini berada di angka Rp13.500 per liter dari harga semula Rp13.600 per liter. Berikut adalah ringkasan daftar harga terbaru yang mulai berlaku efektif sejak awal bulan ini:

Pertamax (RON 92): Menjadi Rp11.800/liter (Turun dari Rp12.350/liter)

Pertamax Turbo (RON 98): Menjadi Rp12.700/liter (Turun dari Rp13.400/liter)

Pertamax Green (RON 95): Menjadi Rp12.450/liter (Turun dari Rp13.150/liter)

Dexlite (CN 51): Menjadi Rp13.250/liter (Turun dari Rp13.500/liter)

Pertamina Dex (CN 53): Menjadi Rp13.500/liter (Turun dari Rp13.600/liter)

Penurunan ini diharapkan mampu meringankan beban pengeluaran masyarakat untuk konsumsi energi. Dengan harga yang lebih rendah, daya beli masyarakat diharapkan dapat tetap terjaga di tengah tantangan ekonomi global yang masih dinamis.

Respons SPBU Swasta Terhadap Dinamika Harga Minyak Dunia Terbaru

Menariknya, tren penurunan harga ini tidak hanya didominasi oleh perusahaan milik negara. Pantauan di lapangan menunjukkan bahwa sejumlah SPBU milik swasta seperti Shell Indonesia dan BP juga mengambil langkah serupa.

Terhitung mulai tanggal 1 Februari 2026, mereka turut melakukan penyesuaian harga pada produk-produk BBM yang mereka pasarkan. Kompetisi yang sehat di sektor ritel bahan bakar ini tentu memberikan lebih banyak pilihan bagi konsumen untuk mendapatkan harga terbaik dengan kualitas layanan yang optimal.

Koreksi harga yang dilakukan oleh berbagai operator SPBU ini mencerminkan betapa sensitifnya harga eceran dalam negeri terhadap pergerakan pasar minyak internasional.

 Setiap perubahan harga merupakan kalkulasi matang untuk memastikan keberlanjutan pasokan energi sekaligus menjaga keadilan bagi konsumen akhir. Dengan adanya kompetisi antar-operator, masyarakat menjadi pihak yang paling diuntungkan dari sisi efisiensi biaya perjalanan.

Stabilitas Harga BBM Subsidi Tetap Terjaga Untuk Masyarakat Luas

Namun, di tengah gelombang penurunan harga produk non-subsidi, pemerintah memastikan bahwa kebijakan untuk BBM subsidi tetap tidak berubah. Jenis bahan bakar yang sangat krusial bagi kelompok masyarakat menengah ke bawah serta sektor logistik mendasar, yakni Pertalite dan Solar (Biosolar), dipastikan tetap stabil.

Hal ini dilakukan guna menjaga stabilitas harga barang dan jasa yang sangat bergantung pada biaya distribusi dari kedua jenis bahan bakar tersebut.

Hingga saat ini, harga BBM subsidi masih berlaku seragam di seluruh wilayah kedaulatan Indonesia. Pertalite tetap dibanderol dengan harga Rp10.000 per liter, sementara Biosolar tetap bertahan pada angka Rp6.800 per liter.

 Pemerintah terus berkomitmen untuk menyalurkan subsidi energi secara tepat sasaran guna menjaga ketahanan ekonomi nasional dari guncangan eksternal. Dengan penurunan harga di sektor non-subsidi dan stabilitas di sektor subsidi, Februari 2026 menjadi bulan yang cukup positif bagi pengelolaan energi di tanah air.

Terkini