Cetak Laba di 2025, Waskita Karya Infrastruktur Siap Masifkan Proyek Eksternal

Selasa, 03 Februari 2026 | 13:23:46 WIB
Cetak Laba di 2025, Waskita Karya Infrastruktur Siap Masifkan Proyek Eksternal

JAKARTA - PT Waskita Karya Infrastruktur (WKI) secara resmi mengumumkan keberhasilannya dalam membalikkan keadaan melalui capaian kinerja positif sepanjang tahun buku 2025.

Keberhasilan perusahaan dalam membukukan laba bersih menjadi sinyal kuat bahwa strategi efisiensi dan optimalisasi yang dijalankan selama masa pemulihan telah membuahkan hasil. Capaian ini sekaligus mempertegas posisi WKI sebagai entitas yang kian kompetitif di industri infrastruktur nasional.

Pencapaian laba tersebut merupakan buah dari kedisiplinan manajemen dalam mengeksekusi langkah-langkah efisiensi di berbagai lini operasional. Dengan fondasi keuangan yang kini lebih stabil, perusahaan menatap tahun 2026 dengan optimisme tinggi untuk memperluas jangkauan bisnis ke pasar yang lebih luas.

Efisiensi dan Kontribusi Proyek Strategis di Sumatera

Keberhasilan WKI meraup laba pada tahun 2025 tidak lepas dari kontribusi besar segmen konstruksi, terutama proyek-proyek strategis di Pulau Sumatera. Pembangunan infrastruktur jalan tol seperti ruas Kayu Agung–Palembang–Betung (KAPB) serta Palembang–Betung (Paltung) menjadi motor utama pendapatan perusahaan.

Direktur Utama WKI, Bambang Dwi Wijayanto, memberikan apresiasi mendalam atas dedikasi seluruh jajaran perusahaan dalam mencapai target ini. Beliau menekankan bahwa hasil positif ini adalah kerja kolektif yang menjadi modal berharga bagi masa depan perusahaan.

Dominasi Kontrak Eksternal dan Ekspansi Sektor Tambang

Selain profitabilitas, indikator kesehatan bisnis WKI juga terlihat dari raihan Nilai Kontrak Baru (NKB). Pada tahun 2025, perusahaan berhasil merealisasikan NKB sebesar 100,07 persen dari target Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP). Angka ini melanjutkan tren impresif dari tahun 2024, di mana realisasi NKB saat itu mencapai 116,72 persen.

Satu hal yang menonjol dari capaian 2025 adalah perbaikan kualitas portofolio, yang ditandai dengan dominasi kontrak dari pihak eksternal. Langkah ini sejalan dengan ambisi WKI untuk melepaskan ketergantungan internal dan memperkuat daya saing di pasar terbuka. Tidak hanya di bidang konstruksi jalan, WKI juga mulai mengekspansi bisnisnya ke sektor pertambangan melalui pengerjaan proyek infrastruktur bagi perusahaan tambang.

Diversifikasi Usaha Sebagai Pilar Pertumbuhan Berkelanjutan

WKI tidak hanya mengandalkan satu lini bisnis. Sepanjang tahun 2025, perusahaan menunjukkan kekuatan dalam diversifikasi usaha. Berdasarkan data komposisi NKB, segmen konstruksi masih menjadi tulang punggung dengan kontribusi 76,6 persen. Namun, segmen lain juga menunjukkan taringnya, seperti sektor trading (15,1 persen), pengelolaan alat berat (8,1 persen), dan sektor manufaktur (0,2 persen).

Struktur pendapatan yang beragam ini mencerminkan strategi sinergi yang matang dengan berbagai mitra strategis. Penguatan portofolio ini diharapkan dapat melindungi perusahaan dari fluktuasi pasar di salah satu sektor tertentu. Dengan ekosistem bisnis yang saling mendukung, WKI optimistis dapat menjaga keberlanjutan usahanya dalam jangka panjang.

Menatap Peluang Baru dan Penguatan Pasar 2026

Memasuki tahun 2026, WKI bersiap untuk tancap gas. Keberhasilan mencapai target NKB dan membukukan laba di tahun sebelumnya menjadi batu loncatan untuk mengincar lebih banyak proyek baru, baik di segmen konstruksi maupun segmen pendukung lainnya.

Optimisme serupa juga disampaikan oleh Direktur Marketing, Operasi, dan QHSE WKI, Fatkhur Rozaq. Ia meyakini bahwa reputasi yang telah terbangun lewat kinerja 2025 akan menjadi magnet bagi calon mitra kerja baru di masa mendatang.

Capaian gemilang ini diharapkan tidak hanya berhenti pada angka-angka di laporan keuangan, tetapi juga berdampak pada kualitas pembangunan infrastruktur di Indonesia secara menyeluruh melalui standar kerja yang tinggi dan manajemen risiko yang disiplin.

Terkini