Strategi Investasi Saham Pekan Terakhir Jelang Libur Lebaran dan Rekomendasi Analis

Rabu, 04 Februari 2026 | 09:04:12 WIB
Strategi Investasi Saham Pekan Terakhir Jelang Libur Lebaran dan Rekomendasi Analis

JAKARTA - Pekan terakhir perdagangan sebelum libur Lebaran sering kali menjadi momen krusial bagi investor. Meskipun secara historis IHSG cenderung menguat, kondisi pasar di awal Februari 2026 menunjukkan dinamika yang berbeda dengan adanya tekanan jual dan reformasi organisasi di otoritas bursa (BEI dan OJK).

Berikut adalah rangkuman strategi dan rekomendasi analis untuk menghadapi pekan pendek menjelang libur Lebaran 2026:

Strategi Investasi: "Selektif dan Defensif"

Analis menyarankan investor untuk tidak terjebak euforia musiman. Mengingat adanya volatilitas akibat sentimen internal (perubahan pejabat BEI/OJK) dan eksternal (rebalancing indeks MSCI), strategi yang disarankan adalah:

Buy on Weakness: Memanfaatkan koreksi harga pada saham-saham berfundamental kuat.

Profit Taking: Mengamankan keuntungan pada saham sektor energi atau perbankan yang sudah naik signifikan di awal tahun (January Effect).

Fokus Sektoral: Melirik sektor yang mendapatkan katalis positif langsung dari momentum Lebaran, seperti Konsumer, Ritel, dan Transportasi.

Rekomendasi Saham Pilihan Analis

Berdasarkan analisis teknikal dan momentum pasar, berikut beberapa saham yang layak dicermati:

Sektor Perbankan & Blue Chip (Defensif)

BBCA (Bank Central Asia): Tetap menjadi pilihan utama karena fundamental kokoh. Target harga jangka menengah diproyeksikan mencapai Rp10.800.

ASII (Astra International): Menarik sebagai saham defensif dengan diversifikasi bisnis yang luas dan ekspansi ke kendaraan listrik.

Sektor Konsumer & Ritel (Katalis Lebaran)

ICBP & INDF (Indofood Group): Permintaan produk pangan meningkat drastis menjelang Lebaran. Target ICBP berada di kisaran Rp11.500.

MYOR (Mayora Indah): Diuntungkan oleh kenaikan konsumsi makanan ringan selama bulan Ramadan dan Idulfitri.

ACES (Ace Hardware) & MAPI (Mitra Adiperkasa): Mengambil momentum dari tingginya aktivitas belanja ritel masyarakat.

Sektor Transportasi & Infrastruktur

JSMR (Jasa Marga): Volume lalu lintas tol yang melonjak saat mudik menjadi sentimen positif rutin. Rekomendasi: Buy on Weakness di area 3.570–3.600.

Sektor Komoditas & Mineral (Prospektif)

ANTM (Aneka Tambang): Terpengaruh positif oleh kenaikan harga emas global sebagai aset lindung nilai.

AADI (Adaro Andalan Indonesia): Masih menarik dengan target harga jangka panjang mencapai Rp9.850.

Update Harga Logam Mulia (Selasa, 3 Februari 2026)

Bagi Anda yang lebih memilih aset aman (safe haven) selama libur panjang, berikut harga emas Antam terbaru:

Emas Batangan 1 Gram: Rp2.851.110 (termasuk PPh 0,25%).

Emas Batangan 10 Gram: Rp28.004.838.

Perak Murni 250 Gram: Rp15.401.250.

Terkini