JAKARTA - Kemenangan tipis 1-0 atas Chelsea di Emirates Stadium pada Rabu (4 Februari 2026) dini hari WIB tidak hanya mengantar Arsenal ke babak final Piala Liga Inggris (League Cup) dengan agregat 4-2.
Bagi manajer Mikel Arteta, keberhasilan ini adalah suntikan energi yang sangat dibutuhkan timnya untuk menjaga stabilitas performa di tengah jadwal kompetisi yang sangat padat.
Arsenal kini bersiap menatap laga puncak di Stadion Wembley pada 22 Maret mendatang, dengan ambisi besar menghapus dahaga gelar kompetisi ini yang terakhir kali mereka raih pada tahun 1993 silam.
"Vitamin Terbaik" di Tengah Jadwal Padat
Mikel Arteta menekankan betapa pentingnya kemenangan ini bagi mentalitas dan pemulihan fisik para pemainnya. Mengingat Arsenal harus bertanding setiap tiga hari sekali, meraih tiket final menjadi dorongan psikologis yang luar biasa.
Pelajaran dari Masa Lalu dan Kematangan Tim
Setelah sempat menderita sejarah kelam dengan kalah dalam empat laga semifinal beruntun di berbagai kompetisi sebelumnya, Arteta merasa skuad The Gunners saat ini jauh lebih matang dan kompetitif.
Transformasi Mental: Tim kini lebih memahami cara bersaing di laga krusial dan tidak lagi gugup di bawah tekanan.
Fokus Premier League: Meskipun merayakan kesuksesan ke final, Arteta langsung mengalihkan fokus ke liga domestik di mana Arsenal saat ini unggul enam poin di puncak klasemen.
Target Juara: Target utama adalah mengakhiri status sebagai "pendamping" dan benar-benar membawa trofi kembali ke London Utara.
Duka Chelsea dan Rekor Liam Rosenior
Di kubu lawan, kekalahan ini menjadi pukulan telak bagi manajer baru Chelsea, Liam Rosenior. Setelah memulai debut dengan sangat impresif (6 kemenangan dari 7 laga), kekalahan agregat dari Arsenal menjadi kegagalan besar pertamanya.
"Kami kecewa karena tidak lolos, meskipun melawan tim yang sangat bagus, tapi kami tidak boleh membiarkan kemunduran ini memengaruhi masa depan kami," tutur Rosenior yang tetap berusaha tegar menghadapi hasil pahit tersebut.
Menuju Wembley: City atau Newcastle?
Arsenal kini tinggal menunggu calon lawan mereka di final antara raksasa Manchester City atau Newcastle United. Dengan performa yang stabil baik di kancah domestik maupun Eropa, musim 2025/2026 diprediksi akan menjadi tahun pembuktian bagi proyek jangka panjang Arteta di Emirates Stadium.