JAKARTA - PT Kereta Api Indonesia (KAI) merilis data performa lingkungan untuk layanan Kereta Api (KA) Jarak Jauh sepanjang tahun 2025.
Dengan total volume penumpang mencapai 47,4 juta orang, KAI berhasil membuktikan bahwa moda transportasi berbasis rel tetap menjadi solusi paling efisien dan ramah lingkungan untuk mobilitas antarkota di Indonesia.
Sepanjang tahun operasional 2025, total emisi yang dihasilkan tercatat sebesar 127.315.192 kilogram ekuivalen karbon dioksida ($CO_2e$). Angka ini menunjukkan karakteristik emisi yang sangat terkelola jika dibandingkan dengan daya angkut massal yang masif.
Perbandingan Emisi: Kereta Api vs Moda Lain
Data KAI menunjukkan kontras yang signifikan dalam akumulasi emisi karbon sektor transportasi. Jika 47,4 juta penumpang tersebut beralih ke moda transportasi lain, dampak terhadap lingkungan diperkirakan akan melonjak drastis:
| Moda Transportasi | Estimasi Emisi Karbon (kg CO2e) | Perbandingan dengan Kereta Api |
|---|---|---|
| Kereta Api | 127,3 Juta | - |
| Bus Antarkota | 386,4 Juta | ~3x lebih tinggi |
| Kendaraan Pribadi | 2.716,3 Juta | ~21x lebih tinggi |
Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menjelaskan bahwa kapasitas angkut kereta api yang besar memungkinkan emisi yang dihasilkan terbagi ke lebih banyak pengguna, sehingga beban emisi per individu menjadi sangat minim.
Efisiensi Operasional dan Keberlanjutan
Berdasarkan data operasional tahun 2025, aktivitas perjalanan KA Jarak Jauh setara dengan 14,22 miliar penumpang kilometer. Hal ini menggambarkan efisiensi tinggi di mana emisi total hanya berada di kisaran 127,3 ribu ton dalam satu tahun penuh.
Executive Vice President (EVP) Corporate Secretary KAI, Wisnu, menambahkan bahwa pertumbuhan layanan KAI saat ini selalu diselaraskan dengan prinsip keberlanjutan.
Manajemen Energi: Terus mendorong peningkatan efisiensi operasional armada.
Transportasi Terukur: Menjaga sistem transportasi nasional agar tetap andal namun tetap berorientasi pada pengendalian emisi.
Dukungan Nasional: Berkomitmen mendukung target nasional dalam pengurangan emisi karbon sektor transportasi.
Melalui capaian ini, KAI mengajak masyarakat untuk semakin menyadari bahwa pemilihan moda transportasi bukan hanya soal kecepatan dan kenyamanan, tetapi juga kontribusi nyata terhadap pelestarian lingkungan hidup di Indonesia.