JAKARTA - Di tengah tren kenaikan harga bahan pokok dan fluktuasi daya beli masyarakat, saham-saham sektor konsumsi sering kali dianggap sebagai pilihan "defensif".
Emiten seperti ICBP, SIDO, dan CMRY dipandang memiliki daya tahan yang kuat karena produk mereka telah menjadi bagian dari kebutuhan harian masyarakat Indonesia.
Berikut adalah rincian prospek ketiga saham tersebut:
PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP)
Sebagai pemimpin pasar di industri mi instan dan makanan ringan, ICBP tetap menjadi favorit karena:
Kekuatan Brand: Dominasi Indomie tidak hanya kuat di pasar domestik, tapi juga di pasar global (ekspor), yang memberikan lindung nilai alami terhadap volatilias kurs.
Peluang Mudik 2026: Kenaikan mobilitas masyarakat menjelang Lebaran 2026 (seperti yang dipantau Korlantas di tol Jawa) biasanya memicu lonjakan konsumsi makanan kemasan.
Sentimen: Analis melihat ICBP mampu melakukan efisiensi biaya meskipun harga komoditas gandum fluktuatif.
PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO)
SIDO dikenal memiliki fundamental keuangan yang sangat sehat tanpa utang berbunga signifikan.
Musim Hujan & Kesehatan: Seiring peringatan BMKG mengenai potensi hujan merata di awal 2026, permintaan untuk produk peningkat imunitas seperti Tolak Angin diprediksi meningkat.
Dividen Yield: Saham ini tetap menarik bagi investor pemburu dividen karena kebijakan manajemen yang royal membagikan laba kepada pemegang saham.
PT Cisarua Mountain Dairy Tbk (CMRY)
CMRY menunjukkan pertumbuhan yang agresif di segmen produk susu (dairy) dan makanan olahan premium.
Target Gen Z: Fokus produk yang modern dan sehat sangat relevan dengan profil Gen Z yang mulai sadar kesehatan namun tetap mengedepankan kepraktisan.
Ekspansi Produk: Penambahan varian produk baru secara konsisten membantu CMRY menjaga pertumbuhan pendapatan di atas rata-rata industri.