Update Harga Pangan Nasional Februari 2026: Cabai Rawit dan Daging Sapi Masih Jadi Sorotan Utama

Kamis, 26 Februari 2026 | 12:22:03 WIB
Update Harga Pangan Nasional Februari 2026: Cabai Rawit dan Daging Sapi Masih Jadi Sorotan Utama

JAKARTA - Harga sejumlah komoditas pangan strategis kembali menjadi sorotan masyarakat di seluruh Indonesia. Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS) yang dikelola Bank Indonesia, per Kamis 26 Februari 2026, harga cabai rawit merah tercatat Rp78.450 per kilogram (kg).

Selain cabai rawit merah, harga telur ayam ras berada di level Rp32.500 per kg di tingkat pedagang eceran. Komoditas bumbu dapur lainnya juga mengalami fluktuasi, meskipun tidak setinggi cabai rawit merah.

Harga cabai merah besar tercatat Rp45.150 per kg, cabai merah keriting Rp47.700 per kg, dan cabai rawit hijau Rp54.850 per kg. Sementara itu, bawang merah dijual Rp44.900 per kg dan bawang putih Rp40.800 per kg.

Harga cabai rawit merah masih menjadi yang tertinggi di kelompok cabai, menandakan permintaan yang kuat dari konsumen dan pedagang. Pergerakan harga ini menjadi perhatian utama bagi rumah tangga yang mengandalkan bumbu dapur sebagai kebutuhan sehari-hari.

Perbedaan Harga Beras Berdasarkan Kualitas

Untuk komoditas beras, PIHPS mencatat adanya perbedaan harga berdasarkan kualitas beras. Harga beras kualitas bawah I tercatat Rp14.450 per kg, sedangkan kualitas bawah II Rp14.500 per kg.

Beras kualitas medium I berada pada Rp15.950 per kg, dan medium II Rp15.800 per kg. Beras kualitas super I dijual Rp17.150 per kg, sementara super II Rp16.700 per kg.

Perbedaan harga ini mencerminkan variasi kualitas beras yang memengaruhi selera dan daya beli konsumen. Masyarakat biasanya menyesuaikan jenis beras dengan kemampuan ekonomi dan kebutuhan konsumsi harian.

Harga Protein Hewani: Daging dan Telur

Dalam kelompok sumber protein hewani, telur ayam ras dijual Rp32.500 per kg di tingkat pedagang eceran. Daging ayam ras berada di level Rp42.150 per kg, sedangkan daging ayam kampung harganya relatif lebih tinggi.

Untuk daging sapi, kualitas I tercatat Rp143.900 per kg, dan kualitas II Rp135.750 per kg. Daging sapi kualitas I masih menjadi komoditas dengan harga tertinggi dalam kelompok protein hewani, terutama karena permintaan konsumen tetap tinggi.

Harga protein hewani ini menunjukkan tren yang stabil dengan sedikit fluktuasi. Namun, kenaikan harga daging sapi dan ayam kampung perlu diwaspadai oleh rumah tangga yang rutin mengonsumsi protein hewani.

Pergerakan Harga Gula dan Minyak Goreng

Untuk komoditas gula dan minyak goreng, harga juga mengalami perbedaan tergantung jenis dan kemasan. Gula pasir premium dijual Rp19.850 per kg, sementara gula pasir lokal Rp18.450 per kg.

Minyak goreng curah berada di level Rp19.000 per liter, sedangkan minyak goreng kemasan bermerek I Rp22.700 per liter. Minyak goreng kemasan bermerek II tercatat Rp21.650 per liter, menunjukkan selisih harga yang cukup lebar dibanding minyak curah.

Perbedaan harga ini sering menjadi pertimbangan bagi konsumen dalam memilih minyak goreng sesuai kebutuhan dan kemampuan membeli. Selisih harga antara minyak curah dan kemasan bermerek menunjukkan pengaruh merek dan kemasan terhadap harga di pasaran.

Faktor yang Mempengaruhi Fluktuasi Harga Pangan

Pergerakan harga pangan dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari biaya produksi, distribusi, cuaca, hingga kebijakan pemerintah. Permintaan tinggi dengan pasokan terbatas dapat mendorong kenaikan harga, sedangkan kelebihan pasokan akan menekan harga di pasar.

Cuaca ekstrem dan bencana alam juga berdampak langsung pada produksi komoditas, seperti cabai dan bawang. Hal ini dapat menyebabkan keterlambatan distribusi dan memengaruhi harga jual di tingkat konsumen.

Kebijakan impor, subsidi, dan pajak turut memengaruhi pergerakan harga. Misalnya, perubahan tarif impor gula atau daging sapi dapat meningkatkan harga komoditas di pasaran.

Selain itu, biaya bahan baku, pupuk, bahan bakar, dan upah pekerja memengaruhi total biaya produksi. Fluktuasi nilai tukar mata uang lokal terhadap dolar juga berdampak pada harga bahan pangan impor, seperti gula dan minyak goreng.

Pentingnya Pemantauan Harga Pangan bagi Rumah Tangga

Informasi harga pangan harian menjadi acuan penting bagi masyarakat dalam merencanakan belanja kebutuhan rumah tangga. Dengan mengetahui harga terkini, keluarga dapat menyesuaikan pengeluaran agar tetap efisien.

Pedagang juga memanfaatkan data harga untuk mengatur stok dan strategi penjualan. Dengan memantau harga pangan secara rutin, konsumen dapat mengantisipasi kenaikan atau penurunan harga yang signifikan, sehingga kebutuhan dapur tetap terpenuhi.

Fluktuasi harga pangan yang terjadi pada 26 Februari 2026, terutama pada cabai rawit merah dan daging sapi, menjadi indikasi pasar yang dinamis. Pemantauan harga secara berkelanjutan penting bagi konsumen dan pemerintah untuk menjaga stabilitas harga pangan nasional.

Terkini