JAKARTA - Kota Surakarta kini tidak hanya dikenal sebagai kota sejarah dan budaya Jawa, tetapi juga menjadi pusat wisata kekinian. Generasi muda kini memburu berbagai spot foto Instagramable yang viral di media sosial.
Akses ke Solo pun mudah melalui jalur darat maupun udara. Harga tiket ke banyak destinasi juga ramah di kantong sehingga liburan di Solo menjadi menyenangkan dan terjangkau.
Menelusuri Jejak Musik dan Barang Antik di Solo
- Baca Juga Panduan Lengkap Cara Posting di Telegram
Galeri Lokananta menjadi destinasi menarik bagi pecinta musik Indonesia. Berdiri sejak 1956, tempat ini menyimpan koleksi piringan hitam, mesin rekaman, hingga album legendaris Koes Plus.
Interior bangunan yang bernuansa retro menjadikannya spot foto favorit wisatawan. Lokasinya berada di Jalan Miwis Nomor 22, Laweyan, dan buka hingga pukul 21.00 WIB.
Pasar Triwindu menjadi surga bagi penggemar barang antik. Wisatawan bisa menemukan uang kuno, radio jadul, hingga foto-foto klasik dengan nuansa vintage yang estetik.
Pasar ini buka pukul 09.00–16.00 WIB dan kerap menjadi latar foto unik di media sosial. Suasananya membuat pengunjung seolah kembali ke era lampau.
Wisata Edukasi dan Interaksi dengan Satwa
Solo Safari yang dibuka pada 2023 menjadi primadona baru bagi wisata keluarga. Dengan luas hampir 14 hektare, pengunjung dapat berinteraksi dengan satwa jinak maupun menyaksikan hewan buas dari dekat.
Ada pertunjukan satwa dan pengalaman menunggang kuda yang menambah keseruan liburan. Harga tiket masuk berkisar 45 ribu–110 ribu rupiah, sesuai dengan jenis pengalaman yang dipilih pengunjung.
Destinasi Sejarah dan Budaya yang Tetap Menawan
Gedung Djoeang 45 menghadirkan nuansa kolonial dengan atmosfer klasik. Bangunan ini berdiri sejak abad ke-19 dan populer sebagai tempat wisata foto, terutama saat lampu kuno menyala di malam hari.
Tiket masuknya hanya 15 ribu rupiah, membuat wisata sejarah di Solo murah meriah. Selain itu, pengunjung dapat merasakan sensasi liburan yang berpadu dengan nilai edukatif dan historis.
Pura Mangkunegaran menjadi ikon budaya Jawa yang masih lestari hingga kini. Destinasi ini menyimpan koleksi pusaka dan bangunan bergaya klasik, sekaligus menjadi pelajaran sejarah bagi pengunjung.
Tiket masuk Pura Mangkunegaran sebesar 30 ribu rupiah dan memiliki aturan khusus. Misalnya, pengunjung dilarang memakai batik motif parang yang hanya diperuntukkan bagi keluarga kerajaan.
Kampung Batik Kauman menghadirkan pengalaman autentik membuat batik. Wisatawan bisa belajar membatik langsung dari pengrajin sekaligus membeli batik tulis asli sebagai oleh-oleh.
Lingkungan kampung yang tenang dan nuansa vintage membuat tempat ini ideal untuk bersantai dan berburu foto. Spot ini cocok bagi wisatawan yang ingin merasakan sisi tradisional Solo secara mendalam.
Wisata Kuliner, Alam, dan Seni di Solo
Pasar Gede Hardjonagoro terkenal sebagai destinasi kuliner favorit. Jenang gempol, lupis, hingga brambang asem menjadi santapan khas yang dicari wisatawan.
Bangunan pasar yang bergaya kolonial dengan cat putih mencolok membuatnya fotogenik. Terutama saat malam hari, suasana pasar tampak cantik untuk dijadikan latar foto.
Tumurun Museum menjadi destinasi wajib bagi penggemar seni kontemporer. Museum ini rutin menggelar pameran seni rupa dengan koleksi berkelas dan pengalaman artistik yang mempercantik feed media sosial.
Harga tiket masuk Tumurun Museum hanya 25 ribu rupiah, terjangkau namun menghadirkan pengalaman wisata edukatif. Tempat ini membuktikan Solo tak hanya kota budaya, tetapi juga pusat seni modern yang kekinian.
Solo Menjadi Paduan Wisata Tradisional dan Kekinian
Delapan destinasi di Solo menunjukkan bahwa kota ini memiliki kombinasi unik antara budaya, sejarah, alam, dan kekinian. Wisatawan dapat menemukan pasar antik, museum, destinasi edukatif, hingga spot Instagramable yang menarik generasi muda.
Solo kini menjadi kota yang ideal untuk liburan keluarga maupun solo traveler. Mulai dari wisata edukasi, budaya, kuliner, hingga fotografi, semua tersedia untuk membuat liburan di Solo semakin berkesan dan viral di media sosial.