Angkasa Pura

BNI Sekuritas Tuntaskan Konsolidasi Strategis: PT Angkasa Pura Indonesia Resmi Jadi Pemegang Saham Mayoritas GMFI

BNI Sekuritas Tuntaskan Konsolidasi Strategis: PT Angkasa Pura Indonesia Resmi Jadi Pemegang Saham Mayoritas GMFI
BNI Sekuritas Tuntaskan Konsolidasi Strategis: PT Angkasa Pura Indonesia Resmi Jadi Pemegang Saham Mayoritas GMFI

JAKARTA - PT BNI Sekuritas sukses menjalankan perannya sebagai penasihat strategis dalam transaksi M&A (Mergers and Acquisitions) berskala besar antara PT Angkasa Pura Indonesia (API) dan PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMFI).

Transaksi ini menandai babak baru dalam sinergi infrastruktur bandara dan layanan pemeliharaan pesawat di Indonesia.

Melalui skema rights issue dan penyertaan aset (inbreng), struktur permodalan GMFI kini mengalami penguatan signifikan, sekaligus mengubah peta kepemilikan saham perusahaan.

Mekanisme Transaksi: Inbreng Lahan Senilai Rp5,66 Triliun

Transaksi ini dilakukan dengan metode penyertaan modal non-tunai atau inbreng. PT Angkasa Pura Indonesia menyerahkan aset berupa lahan seluas 972.123 meter persegi yang berlokasi di Bandara Internasional Soekarno-Hatta kepada GMFI.

Berikut adalah poin-poin utama dari aksi korporasi tersebut:

Nilai Aset Inbreng: Rp5,66 Triliun.

Instrumen Transaksi: Rights Issue (HMPET).

Jumlah Saham Baru: 82,1 miliar lembar saham.

Perubahan Kepemilikan: PT Angkasa Pura Indonesia kini menguasai 68,6% saham GMFI.

Dampak Positif: Ekuitas GMFI Berbalik Positif

Langkah strategis yang efektif per 29 Desember 2025 ini memberikan dampak instan pada kesehatan finansial GMFI. Setelah sekian lama menghadapi tantangan permodalan, posisi ekuitas GMFI kini tercatat kuat di angka US$ 59,89 juta.

SEVP Investment Banking BNI Sekuritas, Ikhsan Ramdan, menyatakan bahwa penguatan profil keuangan ini akan menjadi kunci bagi GMFI untuk mengekspansi bisnisnya.

Peran BNI Sekuritas sebagai Penasihat Strategis

Dalam transaksi yang kompleks ini, BNI Sekuritas memastikan setiap tahapan berjalan sesuai dengan regulasi yang ketat dan praktik terbaik industri. Ikhsan menekankan bahwa fokus utama mereka adalah menciptakan struktur transaksi yang terukur dan transparan.

“Peran kami sebagai penasihat strategis tidak berhenti pada eksekusi transaksi, tetapi memastikan struktur transaksi dirancang secara terukur,” tambahnya.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index