JAKARTA - Menandai hari ulang tahunnya yang ke-24, Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) secara resmi meluncurkan Grha AAJI.
Peresmian ini bukan sekadar seremoni gedung baru, melainkan penegasan komitmen industri untuk memperkuat pilar pengembangan sumber daya manusia, tata kelola, dan kolaborasi lintas sektor demi keberlanjutan jangka panjang.
Hadir dalam acara tersebut, Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK, Ogi Prastomiyono, bersama jajaran pimpinan perusahaan anggota AAJI yang berkomitmen menjadikan Grha AAJI sebagai rumah bagi penguatan ekosistem asuransi jiwa nasional.
Visi OJK: Integrasi Regulasi dan Kualitas Manusia
Dalam sambutannya, OJK memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif pembangunan Grha AAJI. Ogi Prastomiyono menekankan bahwa infrastruktur fisik ini harus menjadi motor penggerak transformasi manusia di dalam industri.
Ogi memandang Grha AAJI sebagai Center of Excellence yang strategis untuk:
Pusat Pembelajaran: Meningkatkan kompetensi kolektif insan asuransi.
Penguatan Tata Kelola: Membangun transparansi guna meningkatkan kepercayaan publik.
Perlindungan Konsumen: Menjamin hak dan kepentingan pemegang polis secara konsisten.
AAJI Industry University: Bukan Sekadar Pusat Pelatihan
Grha AAJI yang memiliki luas bangunan ±4.204 meter persegi ini dirancang dengan konsep modern untuk mendukung inovasi. Di dalamnya, terdapat AAJI Industry University yang memiliki mandat khusus.
Plt. Ketua Dewan Pengurus AAJI, Handojo G. Kusuma, menjelaskan bahwa universitas industri ini dibangun dengan ekosistem pembelajaran yang terstandar.
Landasan utama pengembangannya mengacu pada KKNI dan SKKNI, yang diperkaya dengan praktik terbaik internasional agar pertumbuhan industri selaras dengan perlindungan konsumen.
Simbol Kerja Kolektif Sejak 2019
Pembangunan gedung ini merupakan hasil perjalanan panjang yang dimulai sejak tahun 2019. Plt. Ketua Dewan Pengurus AAJI sekaligus Ketua Tim Pembangunan Grha AAJI, Albertus Wiroyo, menegaskan nilai historis dari fasilitas ini.