JAKARTA - Bank Indonesia (BI) secara resmi meluncurkan Laporan Perekonomian Indonesia (LPI) 2025 pada Rabu (28 Jakarta).
Mengusung tema besar “Tangguh dan Mandiri: Sinergi Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Lebih Tinggi dan Berdaya Tahan", laporan tahunan ini membedah secara mendalam evaluasi kinerja ekonomi global dan domestik sepanjang 2025. Selain itu, LPI 2025 juga memaparkan arah bauran kebijakan Bank Indonesia untuk tahun 2026 sebagai panduan bagi para pemangku kepentingan dalam menghadapi tantangan ekonomi ke depan.
Peluncuran ini merupakan wujud nyata transparansi kebijakan Bank Indonesia kepada publik sesuai amanat Pasal 58 ayat (7) Undang-Undang No. 23 Tahun 1999 tentang Bank Indonesia, yang telah diperbarui melalui UU No. 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (PPSK).
Tiga Pilar Utama: Optimisme, Komitmen, dan Sinergi Kebijakan
Dalam penyampaiannya, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menekankan tiga pilar krusial yang menjadi landasan kebijakan bank sentral. Pertama adalah Optimisme yang harus diperkuat untuk menjaga prospek ekonomi tetap positif. Kedua adalah Komitmen dalam memberikan upaya terbaik bagi kemajuan nasional, dan ketiga adalah Sinergi lintas otoritas untuk memastikan kebijakan yang diambil tepat sasaran.
Bank Indonesia berkomitmen untuk terus memperkuat bauran kebijakan yang tidak hanya menjaga stabilitas moneter, tetapi juga aktif mendorong pertumbuhan ekonomi nasional agar tetap kompetitif di tengah dinamika pasar global.
Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi dan Target Inflasi Nasional
Laporan tersebut memberikan gambaran optimistis mengenai laju ekonomi Indonesia dalam beberapa tahun ke depan. Bank Indonesia memprakirakan pertumbuhan ekonomi pada tahun 2025 akan berada pada kisaran 4,7-5,5%. Angka ini diprediksi akan terus mengalami tren kenaikan di masa mendatang.
“Pertumbuhan ekonomi 2025 diprakirakan tumbuh dalam kisaran 4,7-5,5%, dan akan meningkat menjadi 4,9-5,7% pada 2026 dan terus naik menjadi 5,1-5,9% pada 2027,” ujar Perry Warjiyo. Selain pertumbuhan, BI juga memastikan stabilitas harga tetap terjaga dengan target inflasi yang terkendali di level $2,5 \pm 1\%$ untuk periode 2026 dan 2027.
Lima Area Strategis Penguatan Sektor Riil dan Digitalisasi
Guna mencapai target pertumbuhan yang lebih tinggi, Bank Indonesia telah memetakan lima area prioritas yang memerlukan sinergi kuat antara pemerintah dan otoritas terkait:
Stabilitas Perekonomian: Memperkokoh ketahanan makroekonomi terhadap gejolak luar negeri.
Sektor Riil & Hilirisasi: Mendorong nilai tambah SDA melalui industrialisasi berkelanjutan.
Ekonomi Kerakyatan: Memperkuat basis ekonomi di tingkat masyarakat bawah.
Pembiayaan: Meningkatkan akses pembiayaan yang lebih luas bagi pelaku usaha.
Akselerasi Digital: Mempercepat transformasi digital di seluruh sektor keuangan dan ekonomi.
Mitigasi Gejolak Global demi Keseimbangan Domestik
Ke depan, Bank Indonesia menegaskan akan terus meningkatkan koordinasi dengan Pemerintah dalam mengantisipasi dampak rambatan dari ketidakpastian global. Pengawasan ketat terhadap berbagai risiko ekonomi tetap menjadi prioritas agar stabilitas domestik tidak terganggu oleh fluktuasi eksternal.
LPI 2025 ini diharapkan menjadi referensi utama yang kredibel bagi publik, investor, dan pelaku usaha dalam memahami arah kebijakan moneter nasional. Melalui transparansi ini, Bank Indonesia berupaya membangun kepercayaan pasar bahwa ekonomi Indonesia siap tumbuh secara mandiri dan berdaya tahan dalam jangka panjang.