JAKARTA - Pemerintah Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, mencatatkan pencapaian gemilang dalam sektor penanaman modal sepanjang tahun 2025.
Realisasi investasi di wilayah ini dilaporkan berhasil menembus angka Rp888 miliar, sebuah pencapaian yang mempertegas posisi Donggala sebagai daerah yang kian atraktif bagi para investor.
Bupati Donggala, Vera Elena Laruni, mengungkapkan bahwa aliran modal yang masuk menjadi penggerak utama dalam memutar roda ekonomi lokal serta membuka kran lapangan kerja bagi masyarakat luas. Sinergi antara kebijakan pemerintah daerah dan kepercayaan pasar menjadi kunci utama di balik pertumbuhan yang impresif ini.
Dominasi Sektor Energi Sebagai Motor Penggerak Utama
Sektor utilitas yang mencakup kontribusi listrik, gas, dan air menjadi primadona sekaligus penyumbang terbesar dalam struktur investasi di Donggala. Nilai investasi pada sektor ini mencapai angka yang sangat dominan, yakni Rp693 miliar, yang menunjukkan bahwa pembangunan infrastruktur dasar masih menjadi fokus utama pengembangan wilayah.
"Jadi bentuk investasi ini seperti kontribusi listrik, gas, dan air menjadi sektor usaha terbesar di Donggala dengan nilai mencapai Rp693 miliar," kata Vera saat ditemui awak media di Banawa, Jumat (30/1/2026).
Diversifikasi Sektor Usaha dan Sebaran Realisasi Modal
Selain sektor energi, data dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) setempat menunjukkan diversifikasi usaha yang cukup beragam. Sektor pertambangan tercatat menyumbang Rp136 miliar, disusul oleh sektor perdagangan dengan nilai Rp20 miliar, serta aktivitas pergudangan yang mencapai Rp9 miliar.
Bupati Vera juga merincikan kontribusi dari sektor lainnya yang turut memperkuat fondasi ekonomi daerah:
Jasa Angkutan: Rp8 miliar.
Pertanian dan Perkebunan: Rp6 miliar.
Real Estate: Rp4 miliar.
Perikanan: Rp3 miliar.
Konstruksi: Rp2 miliar.
Perpaduan berbagai sektor ini menciptakan ekosistem investasi yang komprehensif di Kabupaten Donggala.
Pertumbuhan Pesat Dibandingkan Capaian Tahun Sebelumnya
Jika menilik ke belakang, realisasi investasi tahun 2025 menunjukkan tren peningkatan yang sangat tajam. Kabupaten Donggala berhasil melompat jauh dari capaian tahun sebelumnya yang berada di angka Rp500 miliar. Kenaikan yang mencapai lebih dari 70 persen ini menjadi bukti nyata efektivitas promosi daerah dan kemudahan perizinan yang ditawarkan.
Lokasi investasi terbesar terkonsentrasi di Kecamatan Sindue. Di wilayah ini, dua proyek strategis menjadi tumpuan, yaitu sektor usaha gas di Desa Dalaka serta infrastruktur listrik melalui PLTU yang berlokasi di Desa Lero Tatari. Fokus pada titik-titik strategis ini terbukti mampu mendongkrak angka realisasi secara keseluruhan.
Dampak Nyata Terhadap Penyerapan Tenaga Kerja Lokal
Investasi yang masuk tidak hanya berhenti pada angka di atas kertas, tetapi juga memberikan dampak langsung terhadap kesejahteraan sosial. Realisasi investasi tahun 2025 dilaporkan telah memberikan kontribusi signifikan dalam mengurangi angka pengangguran di wilayah tersebut.
"Jadi secara umum dengan angka realisasi investasi tahun 2025 sudah menyerap 886 ribu tenaga kerja, sehingga berkontribusi nyata terhadap perekonomian di Kabupaten Donggala," tegas Vera.
Visi Pemerataan Investasi Strategis di Tahun 2026
Menatap tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Donggala telah menyiapkan peta jalan untuk mendorong pemerataan investasi. Target utamanya adalah memastikan bahwa setiap sektor strategis dan setiap kecamatan dapat merasakan dampak positif dari masuknya modal, sehingga tidak terjadi ketimpangan pertumbuhan ekonomi antarwilayah.
Pemda berkomitmen untuk terus menyempurnakan layanan investasi guna mempertahankan tren positif ini. Dengan stabilitas ekonomi yang terjaga, Donggala optimis dapat menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di Sulawesi Tengah yang semakin modern dan mandiri.