Investasi

Strategi Investasi China Dalam Mempercepat Literasi Sains Dan Teknologi Publik Dunia

Strategi Investasi China Dalam Mempercepat Literasi Sains Dan Teknologi Publik Dunia
Strategi Investasi China Dalam Mempercepat Literasi Sains Dan Teknologi Publik Dunia

JAKARTA - China kembali mempertegas posisinya sebagai pemimpin global dalam pengembangan literasi ilmu pengetahuan melalui investasi besar-besaran di sektor edukasi publik.

Berdasarkan statistik nasional terbaru yang dirilis oleh Kementerian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi China, negara tersebut mencatatkan kemajuan signifikan dalam penguatan infrastruktur sains serta peningkatan partisipasi masyarakat sepanjang tahun 2024.

Langkah ini dipandang sebagai upaya strategis Beijing untuk menciptakan masyarakat yang sadar teknologi (technologically literate), yang merupakan fondasi penting bagi inovasi jangka panjang di era persaingan global yang kian kompetitif.

Ekspansi Masif Infrastruktur Museum Iptek di Seluruh Wilayah

Salah satu indikator utama keberhasilan ini adalah pertumbuhan fisik fasilitas edukasi. Data menunjukkan bahwa jumlah museum ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) di seluruh penjuru China melonjak menjadi 1.890 unit pada tahun 2024. Angka ini mencerminkan adanya penambahan sebanyak 111 museum baru dibandingkan tahun sebelumnya.

Kehadiran museum-museum baru ini tidak hanya terkonsentrasi di kota-kota besar, tetapi juga mulai merambah ke wilayah provinsi guna memastikan akses edukasi sains yang lebih merata bagi seluruh lapisan masyarakat, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.

Pertumbuhan Dana Penjangkauan Sains Mencapai Miliaran Yuan

Dukungan finansial menjadi motor utama di balik masifnya gerakan mempopulerkan sains ini. Pada tahun 2024, pendanaan untuk kegiatan penjangkauan (outreach) sains nasional berhasil menghimpun dana sebesar 22,22 miliar yuan (setara dengan sekitar 3,19 miliar dolar AS atau Rp53,6 triliun).

Jumlah tersebut mencatatkan pertumbuhan stabil sebesar 3,32 persen secara tahunan (year-on-year/yoy). Peningkatan investasi ini dialokasikan untuk berbagai inovasi program, pemeliharaan fasilitas, hingga pengembangan konten edukasi yang lebih interaktif bagi publik.

Lonjakan Tenaga Kerja dan Antusiasme Partisipasi Publik

Keberhasilan program popularisasi sains di China juga didukung oleh ketersediaan sumber daya manusia yang mumpuni. Pada tahun 2024, tercatat sekitar 2,21 juta orang bekerja di bidang pendidikan sains publik, baik dalam status penuh waktu maupun paruh waktu. Angka tenaga kerja ini mengalami kenaikan sebesar 2,62 persen dibandingkan tahun 2023.

Tingginya jumlah pengajar dan fasilitator ini berbanding lurus dengan minat masyarakat. Sepanjang tahun 2024, lebih dari 1,44 juta kuliah sains telah diselenggarakan, baik melalui platform daring maupun luring. Kegiatan ini berhasil menarik perhatian luar biasa dengan total peserta mencapai lebih dari 2 miliar orang.

Keterbukaan Lembaga Penelitian bagi Kunjungan Masyarakat Luas

Pemerintah China juga mendorong transparansi dan kedekatan dunia akademik dengan masyarakat. Hal ini dibuktikan dengan adanya 9.680 lembaga penelitian dan universitas yang membuka pintu bagi akses publik. Kebijakan ini membuahkan hasil positif dengan jumlah kunjungan yang melampaui 24,95 juta orang.

Selain itu, penyelenggaraan pameran khusus iptek tetap menjadi primadona. Sebanyak 109.200 pameran digelar sepanjang tahun dengan total kunjungan mencapai 480 juta. Melalui pendekatan yang terbuka dan partisipatif ini, sains tidak lagi dianggap sebagai subjek yang kaku dan eksklusif, melainkan menjadi bagian dari gaya hidup dan hiburan edukatif bagi masyarakat luas di China.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index