Xiaomi

Ekspansi HyperOS 3.1 Beta: Xiaomi Mulai Uji Coba Android 16 pada 12 Perangkat Flagship

Ekspansi HyperOS 3.1 Beta: Xiaomi Mulai Uji Coba Android 16 pada 12 Perangkat Flagship
Ekspansi HyperOS 3.1 Beta: Xiaomi Mulai Uji Coba Android 16 pada 12 Perangkat Flagship

JAKARTA - Xiaomi kembali menunjukkan agresivitasnya dalam pengembangan perangkat lunak dengan memperluas jangkauan sistem operasi terbaru mereka.

 Memasuki fase pengujian batch kedua pada 31 Januari 2026, raksasa teknologi asal Tiongkok ini resmi menggulirkan HyperOS 3.1 Beta ke 12 perangkat tambahan. Langkah ini merupakan kelanjutan dari fase pertama yang sebelumnya telah menyapa lini flagship paling mutakhir seperti seri Xiaomi 17 dan Redmi K90 pada pertengahan Januari lalu.

Pembaruan ini sangat dinantikan karena bukan sekadar polesan antarmuka biasa, melainkan sebuah lompatan besar yang dibangun di atas basis Android 16. Dengan membawa kode build utama 3.0.300, Xiaomi berupaya menghadirkan keseragaman pengalaman bagi para pengguna perangkat kelas atas mereka, baik dari generasi terbaru maupun satu generasi sebelumnya.

Daftar Lengkap Perangkat yang Menerima Update Batch Kedua

Pada fase pengujian lanjutan ini, Xiaomi memberikan prioritas kepada jajaran ponsel flagship yang memiliki dukungan pembaruan jangka panjang serta beberapa perangkat dengan layar besar (tablet dan ponsel lipat). Berikut adalah daftar lengkap 12 perangkat yang mulai menerima kiriman HyperOS 3.1 Beta:

Lini Xiaomi: Xiaomi 15, Xiaomi 15 Pro, Xiaomi 15S Pro, Xiaomi 15 Ultra, Xiaomi 14, Xiaomi 14 Pro, dan Xiaomi 14 Ultra.

Lini Redmi: Redmi K80, Redmi K80 Pro, dan Redmi K80 Ultra.

Perangkat Layar Besar: Xiaomi MIX Flip 2 dan tablet Xiaomi Pad 7 Ultra.

Seluruh perangkat tersebut kini berada dalam tahap stabilisasi sistem. Pengguna yang terdaftar dalam program beta akan menerima pembaruan secara bertahap melalui metode Over-the-Air (OTA). Xiaomi memastikan bahwa meskipun ada perbedaan sub-versi untuk penyesuaian hardware masing-masing, inti sistem tetap sinkron untuk menjamin stabilitas Android 16.

Inovasi Fitur: Sentuhan iOS dan Optimalisasi HyperIsland

Apa yang membuat HyperOS 3.1 menonjol dibandingkan versi 3.0? Salah satu perubahan visual yang paling mencolok adalah perombakan menu Recent Apps. Xiaomi memperkenalkan tampilan bertumpuk (stacked layout) yang terinspirasi dari gaya iOS, memberikan kesan lebih modern dan memudahkan navigasi satu tangan. Selain itu, fitur HyperIsland kini mendapatkan pengembangan lanjutan yang lebih interaktif, mendukung Live Updates untuk aplikasi pihak ketiga secara lebih mulus.

Di balik layar, Xiaomi juga melakukan "pembersihan besar-besaran" terhadap kode-kode sistem yang sudah usang. Tujuannya jelas: meningkatkan efisiensi penggunaan sumber daya. Dengan dukungan kernel yang telah direkayasa ulang, latensi peluncuran aplikasi diklaim berkurang hingga 30 persen. Pengguna juga akan merasakan animasi sistem yang lebih cair serta manajemen daya yang lebih cerdas berkat integrasi penuh dengan Android 16.

Peningkatan Keamanan dan Manajemen Daya Berbasis Android 16

Keamanan menjadi pilar utama dalam pembaruan HyperOS 3.1 ini. Berbasis Android 16, sistem operasi ini membawa protokol perlindungan data yang lebih ketat, terutama dalam manajemen izin aplikasi dan privasi biometrik. Xiaomi juga menyematkan fitur SmartPay yang menggunakan model bahasa pada perangkat (on-device AI) untuk mendeteksi permintaan pembayaran secara aman tanpa perlu mengirimkan data ke awan.

Dari sisi performa, fitur HyperBoost Scheduler hadir untuk mengalokasikan sumber daya CPU dan GPU secara dinamis sesuai dengan beban kerja perangkat. Hal ini memastikan multitasking berjalan tanpa hambatan, bahkan pada perangkat yang menjalankan aplikasi berat secara bersamaan. Pengguna juga dapat menikmati fitur Motion Sickness Reduction yang dirancang khusus untuk memberikan kenyamanan visual saat melakukan navigasi cepat di layar.

Langkah Menuju Perilisan Versi Stabil untuk Publik

Perluasan program beta ke 12 perangkat ini menjadi sinyal kuat bahwa Xiaomi tengah mempersiapkan peluncuran versi stabil dalam waktu dekat. Fase pengujian batch kedua ini sangat krusial untuk mengidentifikasi bug sebelum sistem operasi ini disebarkan secara masif ke pengguna global. Xiaomi diperkirakan akan terus menambah daftar perangkat yang didukung secara bertahap sepanjang kuartal pertama 2026.

Meski menggoda, pihak Xiaomi mengingatkan pengguna bahwa versi beta masih memiliki risiko kehilangan data atau ketidakstabilan sistem. Bagi Anda yang ingin mencoba, pastikan untuk melakukan pencadangan data (backup) secara menyeluruh dan menyediakan ruang penyimpanan yang cukup. Dengan perkembangan yang ada, HyperOS 3.1 diprediksi akan menjadi standar baru kecanggihan sistem operasi Xiaomi yang menggabungkan kecepatan, kecerdasan AI, dan estetika yang lebih personal.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index