JAKARTA - Dunia otomotif global sempat terperangah ketika raksasa teknologi asal Tiongkok, Xiaomi, secara resmi menggebrak pasar otomotif melalui lini kendaraan listriknya.
Puncaknya terjadi pada 27 Februari 2025, saat perusahaan pimpinan Lei Jun ini meluncurkan Xiaomi SU7 Ultra—sebuah supercar elektrik yang membawa spesifikasi teknis di atas kertas yang sangat mengerikan. Namun, memasuki awal tahun 2026, sebuah realitas pahit mulai terungkap. Meski dibekali performa mesin yang mampu melesat secepat kilat, angka penjualan kendaraan ini justru menunjukkan tren yang berbanding terbalik: melambat secara drastis hingga menyentuh titik terendahnya.
Laporan terbaru dari CarNewsChina pada akhir Januari 2026 mengungkapkan data yang cukup mengejutkan bagi para pengamat industri. Kendaraan yang awalnya digadang-gadang sebagai penantang serius dominasi produsen mobil sport mapan ini tercatat hanya mampu membukukan penjualan sebanyak 45 unit saja pada bulan Desember 2025. Penurunan ini menjadi anomali yang cukup kontras jika dibandingkan dengan masa keemasan peluncurannya di awal tahun.
Tren Penjualan dari Puncak Kejayaan Menuju Titik Terendah
Jika kita melihat ke belakang, perjalanan Xiaomi SU7 Ultra di pasar otomotif sebenarnya dimulai dengan sangat gemilang. Pada bulan Maret 2025, tak lama setelah peluncuran perdananya, kendaraan ini mencatatkan performa puncak dengan angka penjualan mencapai 3.101 unit dalam satu bulan. Selama periode Maret hingga Agustus, antusiasme konsumen terhadap teknologi tri-motor Xiaomi tampak masih sangat stabil, dengan angka penjualan bulanan yang secara konsisten berada di kisaran 2.000 hingga 3.000 unit.
Namun, memasuki bulan September, awan mendung mulai menyelimuti lini produk ini. Terjadi penurunan tajam di mana angka penjualan merosot ke level 488 unit. Tren negatif ini terus berlanjut tanpa ada tanda-tanda pemulihan; pada Oktober penjualan turun menjadi 130 unit, jatuh ke bawah angka 100 unit pada November, dan akhirnya menetap di bawah 50 unit pada bulan Desember. Penurunan yang hampir mencapai 98 persen dari angka puncaknya ini memicu diskusi mengenai apakah pasar supercar elektrik masih terlalu sempit atau ada pergeseran minat konsumen.
Performa Monster di Balik Harga Setengah Juta Yuan
Sangat ironis melihat angka penjualan yang rendah jika melirik spesifikasi yang ditawarkan oleh Xiaomi SU7 Ultra. Dengan harga jual sebesar 529.900 yuan, Xiaomi sebenarnya menawarkan nilai yang kompetitif untuk sebuah kendaraan dengan daya maksimum 1.548 tenaga kuda. Sistem tiga motor yang tertanam di dalamnya memungkinkan mobil ini melakukan akselerasi dari 0 hingga 100 km/jam hanya dalam waktu 1,98 detik—sebuah angka yang biasanya hanya dimiliki oleh mobil-mobil balap kelas dunia.
Kecepatan tertingginya yang mencapai 350 km/jam seharusnya menjadi daya tarik utama bagi para antusias kecepatan. Namun, spesifikasi "monster" tersebut tampaknya belum cukup kuat untuk mempertahankan loyalitas pembeli di segmen kendaraan mewah berperforma tinggi dalam jangka panjang. Ada kemungkinan bahwa konsumen mulai beralih dari sekadar mengejar angka performa ekstrem menuju aspek fungsionalitas yang lebih praktis untuk penggunaan sehari-hari, terutama mengingat biaya perawatan dan infrastruktur pendukung untuk kendaraan sekelas supercar.
Dominasi Global Xiaomi Auto di Tengah Kelesuan Seri Ultra
Meski divisi supercar mengalami penurunan yang cukup drastis, gambaran besar bisnis Xiaomi Auto justru menunjukkan kondisi yang sangat sehat dan kontradiktif. Secara keseluruhan, Xiaomi berhasil menembus jajaran 10 besar industri otomotif dengan total penjualan mencapai 411.837 unit sepanjang tahun 2025. Angka ini mencerminkan lonjakan luar biasa sebesar 200,9 persen jika dibandingkan dengan perolehan tahun sebelumnya. Hal ini membuktikan bahwa strategi diversifikasi produk Xiaomi tetap berjalan pada jalurnya.
Kegagalan seri SU7 Ultra untuk mempertahankan volume penjualan tampaknya tidak mengguncang fondasi keuangan perusahaan secara keseluruhan. Ini menandakan bahwa pendapatan utama Xiaomi di sektor otomotif masih didorong oleh varian-varian yang lebih terjangkau dan ramah bagi penggunaan keluarga. Meskipun seri Ultra kehilangan taji di akhir tahun, capaian ratusan ribu unit secara total memberikan sinyal bahwa merek Xiaomi telah mendapatkan kepercayaan luas di pasar massal kendaraan listrik.
Target Ambisius 2026 dan Fokus pada Kendaraan Rumah Tangga
Menatap tahun 2026, Xiaomi Auto tidak menunjukkan tanda-tanda untuk menurunkan kecepatan. Perusahaan telah mengungkapkan target penjualan yang sangat ambisius, yakni sebesar 550.000 unit kendaraan. Target ini mencerminkan optimisme tinggi bahwa Xiaomi mampu merebut porsi pasar yang lebih besar di tengah persaingan ketat dengan pemain lama maupun sesama produsen mobil listrik asal Tiongkok.
Melihat struktur produk dan tren pasar saat ini, Xiaomi tampaknya menyadari bahwa permintaan di pasar kendaraan rumah tangga tetap menjadi arus utama (mainstream). Fokus perusahaan diprediksi akan lebih banyak dialokasikan untuk mengembangkan kendaraan yang menawarkan kenyamanan, daya tahan baterai, dan integrasi ekosistem pintar, daripada sekadar mengejar rekor kecepatan di lintasan balap. Pengalaman dari "jatuhnya" angka penjualan SU7 Ultra menjadi pelajaran berharga bahwa inovasi teknis harus tetap selaras dengan kebutuhan fungsional mayoritas konsumen agar dapat bertahan dalam ketatnya kompetisi industri otomotif masa depan.