JAKARTA - Universitas Lambung Mangkurat (ULM) sukses mengukir sejarah sebagai institusi pendidikan yang progresif dalam sektor pelayanan kesehatan.
Melalui Lambung Mangkurat Medical Center (LMMC), ULM berhasil meraih penghargaan dari BPJS Kesehatan atas dedikasi dan komitmennya dalam mengimplementasikan transformasi digital secara menyeluruh. Inovasi ini menjadikan LMMC ULM sebagai standar baru bagi fasilitas kesehatan berbasis perguruan tinggi di Indonesia.
Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Direktur Teknologi Informasi BPJS Kesehatan, Edwin Aristiawan, pada Jumat (30 Januari 2026) di Banjarmasin. Prestasi ini mengukuhkan posisi LMMC ULM sebagai satu-satunya Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) milik Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di Kalimantan Selatan yang mendapatkan pengakuan nasional tersebut.
LMMC ULM: Pelopor FKTP Digital di Kalimantan Selatan
Keberhasilan ULM bukan diraih tanpa alasan. Dari total sekitar 1.500 FKTP yang berada di bawah naungan BPJS Kesehatan Wilayah 8 Kalimantan Selatan, hanya 14 fasilitas yang terpilih untuk menerima penghargaan ini. LMMC ULM tampil sebagai sosok pelopor dengan mengintegrasikan sistem digital dari hulu ke hilir.
Tiga Pilar Utama Transformasi Digital LMMC ULM:
Integritas P-Care: Sinkronisasi data pasien yang akurat dengan sistem pusat BPJS.
Antrean Online: Memangkas waktu tunggu pasien dan mengoptimalkan manajemen kunjungan.
I-Care: Platform yang memudahkan tenaga medis dan pasien dalam memantau data kesehatan secara real-time.
Rektor ULM, Ahmad Alim Bachri, menegaskan bahwa langkah ini adalah bukti nyata komitmen universitas dalam meningkatkan kualitas layanan publik melalui teknologi.
Keunggulan Rekam Medis Elektronik (E-Medical Record)
Penerapan rekam medis elektronik (RME) secara menyeluruh di LMMC ULM membawa perubahan fundamental dalam interaksi antara tenaga medis dan pasien. Sistem ini tidak hanya sekadar memindahkan data dari kertas ke layar, tetapi mengintegrasikan seluruh proses medis.
Manfaat RME bagi Pasien dan Tenaga Medis:
Efisiensi Alur Layanan: Mulai dari pendaftaran, penegakan diagnosis, hingga pengambilan obat di apotek, semua berjalan dalam satu platform digital yang cepat.
Akurasi Data: Meminimalisir risiko kesalahan input data medis atau riwayat alergi obat.
Transparansi Informasi: Pasien mendapatkan akses informasi yang lebih baik terkait riwayat rujukan dan pengobatan mereka.
Kepala Klinik LMMC ULM, Eko Suhartono, menjelaskan bahwa pasien kini dapat memperoleh detail informasi kesehatan lengkap, termasuk riwayat pelayanan dan detail obat, yang dapat diakses secara akurat.
Layanan Kesehatan Inklusif untuk Masyarakat Luas
Meskipun berada di bawah naungan universitas, Lambung Mangkurat Medical Center (LMMC) menegaskan fungsinya sebagai fasilitas kesehatan yang inklusif. LMMC tidak hanya melayani civitas academica (dosen, staf, dan mahasiswa), tetapi juga membuka pintu selebar-lebarnya bagi masyarakat umum peserta BPJS Kesehatan.
Jam Operasional: Setiap hari kerja, pukul 08.00 hingga 16.00 WITA.
Sasaran Layanan: Peserta BPJS Kesehatan kategori mandiri, pekerja, maupun penerima bantuan dari seluruh lapisan masyarakat.
Menuju Ekosistem Kesehatan Digital Indonesia
Penghargaan ini diharapkan menjadi stimulus bagi fasilitas kesehatan lain, khususnya di lingkungan perguruan tinggi, untuk segera mengadopsi teknologi serupa. Inovasi digitalisasi yang dipelopori ULM merupakan langkah krusial dalam mendukung upaya nasional menciptakan ekosistem layanan kesehatan yang transparan, modern, dan efisien bagi seluruh rakyat Indonesia.