Hutama Karya

Hutama Karya Bangun Stasiun MRT Glodok–Kota Jakarta, Mobilitas Warga Jadi Lebih Cepat

Hutama Karya Bangun Stasiun MRT Glodok–Kota Jakarta, Mobilitas Warga Jadi Lebih Cepat
Hutama Karya Bangun Stasiun MRT Glodok–Kota Jakarta, Mobilitas Warga Jadi Lebih Cepat

JAKARTA - Transportasi publik di Jakarta terus mengalami transformasi dengan pembangunan Stasiun Bawah Tanah Glodok–Kota. Proyek ini menjadi bagian penting dari MRT Jakarta Fase 2A yang menghubungkan kawasan Mangga Besar hingga Jakarta Kota.

Dengan panjang lintasan sekitar 1,33 km, stasiun ini diproyeksikan menjadi urat nadi mobilitas di pusat Kota Tua. Kehadiran stasiun di kawasan padat perdagangan ini diharapkan memudahkan perjalanan harian warga dan wisatawan.

Progres Pembangunan dan Fokus Pekerjaan

Hingga Rabu, 28 Januari 2026, pengerjaan paket CP 203 telah mencapai 82 persen. Saat ini, fokus utama di lapangan mencakup pembangunan pintu masuk stasiun serta pekerjaan arsitektural dan sistem MEP (mekanikal, elektrikal, dan perpipaan) di dalam stasiun.

Pembangunan dilakukan dengan presisi tinggi agar struktur stasiun kuat dan aman. Segala pekerjaan diarahkan untuk meminimalkan gangguan terhadap aktivitas ekonomi warga sekitar.

Menurut Mardiansyah, Executive Vice President Hutama Karya, stasiun bawah tanah ini ditargetkan rampung pada semester I 2027. Ia menekankan bahwa semua proses konstruksi dijalankan rapi tanpa mengganggu kegiatan ekonomi secara signifikan.

Proyek ini melibatkan konsorsium SMCC–HK JO, gabungan Sumitomo Mitsui Construction Company dan Hutama Karya. Kehadiran konsorsium ini menjamin standar konstruksi internasional diterapkan pada proyek MRT di pusat kota Jakarta.

Integrasi Moda dan Aksesibilitas Pejalan Kaki

Stasiun Glodok–Kota dirancang dengan konsep integrasi antarmoda. Akses pejalan kaki dan koneksi menuju layanan transportasi lain menjadi prioritas agar pengalaman berpindah moda terasa mulus bagi masyarakat.

Selain itu, stasiun ini berada dekat dengan kawasan kuliner dan wisata Kota Tua. Dengan demikian, pengunjung dan warga dapat menikmati perjalanan yang lebih nyaman tanpa perlu kendaraan pribadi.

Rencana tata letak stasiun mempertimbangkan arus pejalan kaki dan kendaraan di sekitarnya. Hal ini bertujuan mengurangi potensi kemacetan sekaligus menjaga keamanan dan kenyamanan pengguna MRT.

Hutama Karya menekankan pengendalian dampak konstruksi sebagai prinsip utama proyek. Lokasi Glodok yang padat dan hidup memerlukan pendekatan pembangunan yang sensitif agar kegiatan ekonomi tetap berjalan.

Manfaat Stasiun Baru bagi Mobilitas Jakarta Pusat

Dengan hadirnya Stasiun Glodok–Kota, waktu tempuh warga di pusat Kota Tua diharapkan lebih terprediksi. Peningkatan konektivitas transportasi ini juga berpotensi menurunkan tekanan lalu lintas di titik-titik padat Jakarta Pusat.

Stasiun ini akan menjadi simpul strategis bagi MRT Jakarta Fase 2A. Penumpang dapat mengakses berbagai moda transportasi lain dengan lebih mudah, sehingga perjalanan menjadi lebih efisien dan nyaman.

Proyek MRT Jakarta ini tidak hanya berfungsi sebagai fasilitas transportasi, tetapi juga sebagai elemen pengembangan kota. Konsep integrasi antarmoda dan desain yang kontekstual diharapkan memperkuat citra Kota Tua sebagai pusat perdagangan dan wisata.

Selain itu, pembangunan stasiun ini diharapkan meningkatkan nilai ekonomi kawasan. Kemudahan akses transportasi biasanya mendorong pertumbuhan bisnis dan aktivitas perdagangan di sekitarnya.

Pengoperasian stasiun juga akan mendukung mobilitas wisatawan yang datang ke Kota Tua. Dengan integrasi transportasi yang baik, wisatawan dapat menikmati perjalanan lebih lancar tanpa harus menghadapi kemacetan.

Hutama Karya memastikan setiap tahap pembangunan diawasi secara ketat. Standar keselamatan dan kualitas dijaga agar proyek ini selesai tepat waktu dan dapat digunakan masyarakat dengan aman.

Stasiun Glodok–Kota menjadi bukti transformasi transportasi publik di Jakarta. Pembangunan infrastruktur modern ini menandai era baru mobilitas yang lebih cepat, efisien, dan nyaman bagi seluruh pengguna.

Dengan stasiun bawah tanah ini, MRT Jakarta Fase 2A akan semakin memperkuat jaringan transportasi publik di Ibukota. Keberadaan stasiun ini di pusat Kota Tua menjadi langkah strategis dalam mengurangi kemacetan dan meningkatkan konektivitas antarwilayah.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index