Logistik

KMP Shalem Siap Beroperasi: Memperkuat Konektivitas Logistik Lintasan Kendal-Kumai

KMP Shalem Siap Beroperasi: Memperkuat Konektivitas Logistik Lintasan Kendal-Kumai
KMP Shalem Siap Beroperasi: Memperkuat Konektivitas Logistik Lintasan Kendal-Kumai

JAKARTA - Pemerintah Kabupaten Kendal secara resmi mengonfirmasi pengoperasian Kapal Motor Penumpang (KMP) Shalem sebagai bagian dari langkah strategis nasional.

Kehadiran kapal ini diproyeksikan untuk memperkuat rantai pasok logistik dan memperlancar distribusi barang antara Pulau Jawa dan Kalimantan, khususnya melalui rute penghubung Kendal, Jawa Tengah menuju Kumai, Kalimantan Tengah.

Langkah ini menjadi angin segar bagi sektor transportasi laut setelah Pelabuhan Kendal sempat mengalami kekosongan armada pada rute tersebut. Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Kendal, Muhammad Eko, memastikan bahwa seluruh aspek legalitas dan kesiapan teknis kapal milik PT Surya Timur Line tersebut kini telah terpenuhi sepenuhnya.

Kesiapan Teknis dan Target Operasional Menjelang Ramadan

Saat ini, KMP Shalem masih berada di Pelabuhan Tanjungmas, Semarang, untuk menjalani proses docking rutin guna memastikan performa maksimal sebelum bertugas di Pelabuhan Kendal. Dinas Perhubungan menegaskan bahwa infrastruktur pendukung di pelabuhan asal telah siap menyambut armada baru ini.

Meskipun persetujuan lintasan dari Kementerian Perhubungan telah terbit sejak Januari 2025, operasional perdana ditargetkan mulai berjalan pada masa Ramadan tahun ini. Fokus utamanya adalah memberikan dukungan ganda: memperlancar arus distribusi logistik kebutuhan pokok antarpulau sekaligus melayani angkutan mudik Lebaran 2026.

KMP Shalem Sebagai Pengganti Strategis KMP Kalibodri

Kehadiran KMP Shalem merupakan jawaban atas kebutuhan armada di lintasan Kendal-Kumai setelah KMP Kalibodri direlokasi ke Kupang, Nusa Tenggara Timur.

 Relokasi armada sebelumnya dilakukan berdasarkan evaluasi efektivitas dan aspek keekonomian lintasan. Dengan spesifikasi yang dibawa KMP Shalem, diharapkan efisiensi pengiriman barang dapat kembali ditingkatkan.

Kepala UPTD Pelabuhan Kendal, Budi Sulistiyanto, memberikan jaminan bahwa kapal ini telah memenuhi standar ketat yang diatur dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 104 Tahun 2017. Standar tersebut mencakup tiga pilar utama:

Spesifikasi Teknis: Kelayakan struktur dan mesin kapal untuk perjalanan jarak jauh.

Sistem Keselamatan: Ketersediaan alat keselamatan pelayaran yang sesuai regulasi.

Standar Pelayanan Minimal: Jaminan kenyamanan dan kualitas layanan penyeberangan bagi penumpang maupun logistik.

Pelabuhan Kendal Sebagai Simpul Alternatif Logistik Nasional

Dengan aktifnya kembali lintasan ini, Pelabuhan Kendal diharapkan mampu menjalankan fungsinya sebagai simpul alternatif yang krusial dalam peta distribusi barang nasional. Hal ini sangat penting untuk menekan biaya logistik dan menjaga stabilitas harga komoditas di wilayah Kalimantan Tengah maupun Jawa Tengah.

Budi Sulistiyanto menyatakan optimismenya bahwa kehadiran KMP Shalem akan memberikan dampak ekonomi yang nyata. "Kami optimistis kehadiran KMP Shalem dapat meningkatkan efisiensi arus barang, memperkuat ketahanan rantai pasok, serta mendukung kelancaran distribusi kebutuhan pokok dan komoditas antarpulau," pungkasnya.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index