JAKARTA - Menjelang momentum pulang kampung terbesar di tanah air, PT Jasa Marga (Persero) Tbk tengah mematangkan strategi untuk menghadapi lonjakan volume kendaraan.
Salah satu langkah strategis yang diambil adalah dengan rencana pengoperasian empat ruas jalan tol secara fungsional. Kebijakan ini dihadirkan untuk memberikan napas lega bagi para pemudik, karena jalur-jalur tersebut dapat dinikmati tanpa biaya tambahan alias gratis.
Total jalur yang akan dibuka secara fungsional ini mencapai panjang 121,64 kilometer. Kehadiran ruas tol baru ini bukan sekadar tambahan infrastruktur, melainkan instrumen vital dalam mendistribusikan beban lalu lintas.
Dengan memecah arus di titik-titik pertemuan kendaraan yang krusial, Jasa Marga optimistis dapat meminimalkan risiko kemacetan parah di koridor utama selama masa mudik Lebaran 2026.
Peta Distribusi Jalur Fungsional di Titik Strategis
Penyebaran ruas fungsional ini mencakup wilayah-wilayah yang selama ini dikenal sebagai titik jenuh lalu lintas. Pertama, terdapat Tol Jakarta-Cikampek (Japek) II Selatan segmen Setu hingga Sadang yang membentang sepanjang 54,75 kilometer.
Jalur ini diharapkan menjadi alternatif efektif bagi masyarakat yang bergerak dari arah Jabodetabek menuju arah timur.
Selain itu, fokus juga diarahkan ke wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur. Ruas tol yang akan dibuka meliputi Tol Yogyakarta-Bawen segmen Ambarawa-Bawen, serta Tol Jogja-Solo segmen Prambanan-Purwomartani.
Sementara itu, untuk mendukung pergerakan menuju ujung timur Pulau Jawa, Tol Probolinggo-Banyuwangi tahap I segmen Gending hingga Besuki sepanjang 49,68 kilometer juga disiapkan untuk beroperasi secara fungsional.
Prediksi Arus Kendaraan dan Pengawasan Berbasis Teknologi
Skala mudik tahun ini diprediksi akan sangat masif. Manajemen Jasa Marga telah memetakan potensi pergerakan kendaraan yang akan membanjiri aspal jalan tol. Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono, mengungkapkan bahwa persiapan dilakukan dengan mempertimbangkan volume yang luar biasa besar.
"Kami memprediksi volume kendaraan mencapai 3,5 juta hingga 3,6 juta. Sekitar 50 persen pergerakan diperkirakan mengarah ke Jalan Tol Trans-Jawa. Kami mengandalkan pemantauan berbasis teknologi, dari kamera hingga sensor ketinggian air untuk mengantisipasi banjir," ujar Rivan A. Purwantono.
Penggunaan teknologi sensor ketinggian air menjadi poin penting mengingat faktor cuaca yang seringkali sulit diprediksi. Dengan sistem peringatan dini tersebut, tim di lapangan dapat memberikan respons cepat jika terjadi kendala alam yang berpotensi menghambat perjalanan pemudik.
Digitalisasi Layanan Melalui Aplikasi Travoy
Demi menjamin pengalaman perjalanan yang lebih terukur, Jasa Marga mendorong para pemudik untuk memanfaatkan ekosistem digital mereka. Aplikasi Travoy diposisikan sebagai asisten perjalanan digital yang wajib dimiliki. Melalui aplikasi ini, pengguna jalan dapat memantau kondisi lalu lintas secara real-time, sehingga bisa memutuskan waktu keberangkatan atau memilih rute alternatif dengan lebih bijak.
Tak hanya soal kepadatan jalan, Travoy juga menyediakan informasi krusial mengenai ketersediaan area istirahat (rest area). Hal ini penting untuk mencegah terjadinya penumpukan kendaraan di bahu jalan akibat penuhnya kapasitas parkir di tempat istirahat tertentu. Dengan memantau ketersediaan slot parkir secara digital, pemudik dapat merencanakan waktu istirahat mereka dengan lebih aman dan nyaman.
Status Diskon Tarif dan Koordinasi dengan Pemerintah
Meskipun empat ruas tol fungsional dipastikan gratis, masyarakat masih menanti kepastian mengenai kebijakan tarif pada ruas-ruas tol yang sudah beroperasi secara penuh. Tradisi pemberian diskon tarif tol biasanya menjadi hal yang dinanti-nantikan oleh para pengguna jalan untuk meringankan beban biaya perjalanan.
Namun, terkait hal ini, Jasa Marga menyatakan bahwa keputusan belum final. Pihak manajemen menjelaskan bahwa segala kebijakan mengenai diskon tarif tol saat ini masih dalam tahap pengkajian dan menunggu instruksi resmi. Pihak Jasa Marga menegaskan bahwa mereka masih menunggu arahan lebih lanjut dari pemerintah sebelum mengumumkan rincian potongan harga tersebut kepada publik.