Jasa Marga

Jasa Marga Masifkan Perbaikan Bertahap Ruas Tol Jakarta-Cikampek Demi Keamanan Pengguna

Jasa Marga Masifkan Perbaikan Bertahap Ruas Tol Jakarta-Cikampek Demi Keamanan Pengguna
Jasa Marga Masifkan Perbaikan Bertahap Ruas Tol Jakarta-Cikampek Demi Keamanan Pengguna

JAKARTA - Menghadapi tantangan cuaca ekstrem dengan intensitas hujan yang masih mengguyur wilayah Jawa Barat dan sekitarnya, PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) terus bergerak cepat dalam melakukan pemeliharaan infrastruktur.

Langkah ini diambil bukan sekadar rutinitas, melainkan sebuah manifestasi komitmen perusahaan dalam memprioritaskan keselamatan serta kenyamanan para pengendara yang melintasi salah satu urat nadi transportasi nasional, yakni Ruas Jalan Tol Jakarta-Cikampek.

Meskipun operasional jalan tol tetap berjalan penuh sebagai koridor utama mobilisasi masyarakat, JTT memastikan bahwa pekerjaan perbaikan jalan tidak akan terhambat. Fokus utama saat ini adalah menangani titik-titik perkerasan jalan yang mengalami degradasi akibat paparan air hujan yang tinggi.

Respons Cepat JTT Terhadap Dampak Cuaca Ekstrem

Kondisi jalan tol yang prima menjadi harga mati bagi pengelola jalan tol, terutama di musim penghujan.

Vice President Corporate Secretary & Legal PT Jasamarga Transjawa Tol, Ria Marlinda Paallo, menjelaskan bahwa curah hujan yang tinggi memang memberikan tekanan tambahan pada kualitas perkerasan jalan. Namun, hal tersebut justru memicu JTT untuk bekerja lebih intensif.

“Kondisi cuaca dengan intensitas hujan yang tinggi memang berdampak pada perkerasan jalan di beberapa titik. Namun demikian, JTT menegaskan kondisi tersebut tidak menjadi alasan untuk menunda penanganan,” ungkap Ria Marlinda Paallo secara tegas dalam keterangan resminya pada Senin.

Pihak JTT menyadari bahwa keterlambatan dalam perbaikan bisa berisiko bagi pengguna jalan. Oleh karena itu, inspeksi lapangan dilakukan secara berkala dan ketat. Setiap jengkal aspal yang memerlukan penanganan segera dimasukkan ke dalam daftar prioritas kerja agar kondisi jalan tetap laik dan aman untuk dilalui kendaraan dengan kecepatan tinggi sekalipun.

Rincian Ratusan Titik Penanganan Jalur A dan Jalur B

Skala perbaikan yang dilakukan oleh JTT tergolong masif. Berdasarkan data operasional, sejak akhir Januari hingga awal Februari 2026, ratusan titik telah berhasil diperbaiki secara bertahap. Hal ini mencakup kedua arah perjalanan, baik yang menuju ke Cikampek (Jalur A) maupun arah menuju Jakarta (Jalur B).

Pada hari Sabtu, 31 Januari 2026, tim lapangan JTT telah menuntaskan perbaikan di 128 titik pada Jalur A (arah Cikampek) mulai dari KM 28+800 hingga KM 63+580. Sementara itu, untuk arah sebaliknya atau Jalur B, terdapat 112 titik yang ditangani dalam rentang KM 73+750 sampai KM 11+650.

Aksi cepat ini berlanjut pada Minggu, 1 Februari 2026, dengan volume pekerjaan yang lebih besar. JTT mencatat telah mengerjakan 204 titik di Jalur A dari KM 02+250 hingga KM 46+250. Tak ketinggalan, 154 titik di Jalur B arah Jakarta juga diperbaiki dari KM 57+550 hingga KM 07+200. Memasuki hari Senin, 2 Februari 2026, intensitas pekerjaan tetap terjaga dengan penanganan patching di 47 titik Jalur A dan 40 titik di Jalur B.

Strategi Operasional di Tengah Padatnya Arus Lalu Lintas

Melakukan perbaikan besar-besaran di jalur sesibuk Tol Jakarta-Cikampek tentu bukan tanpa tantangan. Kepadatan lalu lintas yang selalu tinggi memerlukan koordinasi yang sangat presisi agar tidak menimbulkan kemacetan yang mengular. JTT pun menerapkan standar operasional pengamanan yang ketat dan pengaturan lalu lintas yang sinkron.

Ria Marlinda Paallo menekankan bahwa kenyamanan pengguna jalan adalah perhatian utama dalam penyusunan strategi lapangan. “JTT memahami kekhawatiran dan ketidaknyamanan yang dirasakan pengguna jalan,” tuturnya.

Untuk memitigasi dampak buruk, JTT menyiagakan personel operasional selama 24 jam penuh. Tim ini bertugas untuk memberikan respons cepat jika ditemukan titik kerusakan baru yang memerlukan penanganan darurat. Ria menambahkan, “Perbaikan tetap kami lakukan meskipun dihadapkan pada tantangan cuaca dan lalu lintas yang padat. Jalan tol harus tetap beroperasi, dan di saat yang sama keselamatan pengguna jalan tidak boleh dikompromikan. Inilah keseimbangan yang terus kami jaga.”

Strategi ini juga mencakup optimasi material dan peralatan agar durasi pekerjaan bisa ditekan seminimal mungkin tanpa mengurangi kualitas hasil perbaikan. “Kami berupaya agar pekerjaan perbaikan dapat dilakukan seefektif mungkin, dengan dampak sekecil mungkin terhadap arus lalu lintas, tanpa mengurangi kualitas hasil pekerjaan dan aspek keselamatan,” imbuhnya.

Prosedur Klaim Ganti Rugi dan Layanan Aduan Pengguna

Selain fokus pada perbaikan fisik, PT Jasamarga Transjawa Tol juga menunjukkan tanggung jawab sosialnya melalui penyediaan fasilitas ganti rugi. JTT menyadari bahwa kondisi jalan yang rusak berpotensi merugikan pemilik kendaraan. Oleh karena itu, disiapkan mekanisme ganti rugi bagi kerusakan yang memang terbukti akibat kondisi jalan tol.

“Penggantian kerugian dapat dilakukan apabila kerusakan kendaraan terbukti disebabkan oleh kondisi jalan tol dan seluruh prosedur serta ketentuan yang berlaku telah dipenuhi,” jelas Ria. Hal ini memberikan kepastian hukum dan perlindungan bagi konsumen jalan tol.

Sebagai penutup, JTT mengimbau seluruh pengguna jalan untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat berkendara di tengah hujan deras. Pengendara diminta mematuhi rambu-rambu yang ada, menjaga jarak aman, dan mengikuti arahan petugas yang berjaga di area proyek perbaikan.

Bagi pengguna yang ingin memberikan masukan atau melaporkan kendala, Jasa Marga menyediakan layanan komunikasi terpadu. Masyarakat dapat menghubungi One Call Center 24 jam di nomor 14080, mendatangi petugas di lapangan, atau menggunakan aplikasi TRAVOY yang tersedia di platform iOS dan Android. Setiap masukan dianggap sebagai bagian penting dalam percepatan peningkatan kualitas layanan jalan tol di masa depan.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index