JAKARTA - Pemerintah secara resmi mengumumkan langkah strategis untuk mengawal mobilitas masyarakat menjelang periode Ramadan dan Lebaran 2026.
Dalam upaya menjaga stabilitas daya beli sekaligus memacu laju ekonomi di awal tahun, anggaran sebesar Rp200 miliar telah disiapkan khusus untuk program diskon transportasi nasional. Kebijakan ini diproyeksikan akan berlaku sepanjang bulan Februari hingga Maret 2026.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menegaskan bahwa insentif ini merupakan instrumen penting bagi pertumbuhan ekonomi pada kuartal pertama. Menurutnya, pergerakan masyarakat yang masif harus didukung dengan keterjangkauan biaya transportasi agar roda ekonomi di berbagai daerah dapat berputar lebih cepat.
Subsidi Tiket Pesawat Domestik Melalui Skema Pajak DTP
Salah satu poin krusial yang paling dinantikan masyarakat adalah penurunan harga tiket pesawat. Pemerintah memberikan perhatian khusus pada sektor penerbangan domestik guna memudahkan pemudik antar pulau. Fokus kebijakan ini diarahkan pada penerbangan kelas ekonomi untuk menjangkau lapisan masyarakat yang lebih luas.
Airlangga menjelaskan bahwa tiket pesawat domestik kelas ekonomi akan mendapatkan potongan harga hingga sekitar 16%. "Tapi ini hanya kelas ekonomi dan hanya penerbangan domestik," tegas Airlangga saat ditemui di Jakarta pada Selasa (3 Februari 2026). Penurunan harga ini dapat terealisasi melalui mekanisme Pajak Pertambahan Nilai (PPN) Ditanggung Pemerintah (DTP), sebuah langkah fiskal yang dirancang untuk meringankan beban biaya perjalanan udara.
Kolaborasi Pengelola Bandara dan Maskapai Tekan Biaya Operasional
Keberhasilan pemangkasan harga tiket pesawat ini tidak lepas dari sinergi berbagai pihak di sektor aviasi. Selain intervensi pajak dari pemerintah, pihak pengelola bandara dan penyedia bahan bakar pesawat turut memberikan kontribusi nyata dalam struktur biaya perjalanan udara:
Diskon Airport Tax: Angkasa Pura telah berkomitmen memberikan potongan biaya pelayanan penumpang pesawat udara hingga sebesar 50%.
Efisiensi Avtur: Harga bahan bakar avtur juga akan mendapatkan potongan harga khusus bagi maskapai.
Dampak Operasional: Melalui keringanan biaya operasional ini, maskapai diharapkan dapat menjaga stabilitas tarif tanpa harus mengorbankan kualitas pelayanan selama masa puncak mudik.
Potongan Tarif Massal Untuk Kereta Api Hingga Jalan Tol
Pemerintah menyadari bahwa infrastruktur transportasi darat dan laut memegang peranan vital dalam distribusi arus mudik. Oleh karena itu, stimulus tidak hanya terbatas di udara. Bagi masyarakat yang memilih moda transportasi massal lainnya, tersedia potongan tarif yang cukup kompetitif mencapai 30% untuk perjalanan menggunakan kereta api dan angkutan laut.
Bagi masyarakat yang menggunakan kendaraan pribadi, efisiensi perjalanan juga diberikan melalui diskon tarif jalan tol hingga 20%. Rangkaian kebijakan lintas moda ini diharapkan mampu mengurai penumpukan pada satu jalur tertentu dan mendistribusikan pergerakan masyarakat secara lebih merata ke seluruh pelosok negeri.
Target Pertumbuhan Ekonomi Nasional Pada Kuartal Pertama 2026
Implementasi kebijakan diskon transportasi ini membawa misi besar untuk memperbaiki rapor pertumbuhan ekonomi nasional pada tiga bulan pertama tahun ini. Airlangga menyampaikan bahwa realisasi ekonomi pada kuartal pertama tahun sebelumnya dirasa kurang optimal, sehingga stimulus tahun ini diharapkan menjadi pendongkrak utama.
"Nah targetnya kita menggerakkan ekonomi lebih tinggi karena kuartal pertama itu penting," pungkas Airlangga. Dengan biaya transportasi yang lebih murah, diharapkan masyarakat memiliki ruang finansial lebih luas untuk berbelanja di daerah tujuan mudik, yang pada akhirnya akan menghidupkan sektor UMKM dan pariwisata di berbagai wilayah Indonesia.