JAKARTA - Kondisi pasar pangan di wilayah Megapolitan Jakarta kembali menunjukkan pergerakan yang signifikan pada penghujung pekan ini. Berdasarkan pemantauan terbaru, harga sejumlah komoditas pokok seperti cabai rawit merah dan telur ayam ras mengalami lonjakan yang cukup terasa di tingkat pedagang eceran. Fenomena ini menjadi perhatian serius bagi konsumen rumah tangga maupun pelaku usaha kuliner yang sangat bergantung pada stabilitas harga bahan baku harian tersebut.
Lonjakan Signifikan Harga Cabai Rawit Merah di Pasar
Data terbaru dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional yang dikelola oleh Bank Indonesia mengungkapkan bahwa harga cabai rawit merah telah menyentuh angka Rp95.500 per kilogram (kg). Angka ini menunjukkan adanya tekanan pasokan atau distribusi yang berdampak langsung pada harga di pasar-pasar tradisional Jakarta, seperti yang terpantau di Pasar Minggu dan Pasar Senen.
Kenaikan harga cabai rawit merah ini sering kali dipicu oleh faktor cuaca di daerah sentra produksi yang memengaruhi hasil panen. Sebagai salah satu bumbu utama dalam masakan Indonesia, lonjakan harga cabai hingga hampir menyentuh angka seratus ribu rupiah per kilogram tentu memberikan dampak domino terhadap biaya operasional warung makan dan pengeluaran harian masyarakat.
Kenaikan Harga Telur Ayam dan Sumber Protein Hewani
Tidak hanya cabai, komoditas telur ayam ras juga tercatat mengalami kenaikan harga menjadi Rp35.600 per kg. Telur ayam, yang selama ini menjadi alternatif protein murah bagi masyarakat, kini mulai merangkak naik mengikuti tren kenaikan bahan pangan lainnya. Berdasarkan data yang dilansir pada Jumat pagi pukul 09.06 WIB, kenaikan ini terjadi secara merata di berbagai pusat perbelanjaan eceran.
Selain telur, sumber protein lain seperti daging ayam ras juga berada di angka Rp43.750 per kg. Sementara itu, untuk komoditas daging sapi, kualitas I dibanderol seharga Rp138.500 per kg dan kualitas II di harga Rp132.200 per kg. Fluktuasi pada sektor protein ini memerlukan pengawasan ketat agar tidak semakin membebani daya beli masyarakat di tengah situasi ekonomi yang dinamis.
Kondisi Harga Bumbu Dapur dan Beras di Jakarta
PIHPS juga mencatat pergerakan harga pada bumbu dapur lainnya. Bawang merah saat ini menyentuh harga Rp51.550 per kg, sedangkan bawang putih berada di level Rp43.500 per kg. Untuk varian cabai lainnya, cabai merah besar mencapai Rp50.300 per kg, cabai merah keriting Rp65.000 per kg, dan cabai rawit hijau berada di kisaran Rp61.250 per kg.
Di sektor pangan pokok, harga beras terpantau bervariasi tergantung kualitasnya:
Beras Kualitas Bawah: I (Rp14.500/kg) dan II (Rp15.150/kg).
Beras Kualitas Medium: I (Rp16.550/kg) dan II (Rp15.700/kg).
Beras Kualitas Super: I (Rp17.050/kg) dan II (Rp16.800/kg).
Stabilitas harga beras menjadi kunci utama dalam menjaga inflasi daerah tetap terkendali, mengingat komoditas ini memiliki bobot yang besar dalam keranjang belanja masyarakat.
Pemantauan Harga Minyak Goreng dan Gula Pasir Nasional
Komoditas lain yang tidak luput dari pantauan adalah minyak goreng dan gula pasir. Minyak goreng curah saat ini dihargai Rp20.650 per liter. Untuk minyak goreng kemasan bermerek I dijual seharga Rp23.750 per liter, dan kemasan bermerek II seharga Rp22.550 per liter. Harga-harga ini mencerminkan dinamika pasar global dan distribusi domestik yang sedang berlangsung.
Sementara itu, untuk pemanis rasa, gula pasir kualitas premium tercatat seharga Rp20.000 per kg dan gula pasir lokal di angka Rp18.800 per kg. Pemerintah dan pihak terkait diharapkan terus melakukan langkah-langkah preventif, seperti operasi pasar atau penguatan rantai distribusi, guna memastikan harga-harga ini tidak terus melambung tinggi, terutama menjelang hari-hari besar keagamaan.
Strategi Menghadapi Fluktuasi Harga Pangan Masa Depan
Melihat tren harga yang cenderung meningkat, sinergi antara pemerintah pusat dan daerah melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) menjadi sangat krusial. Pemantauan stok di gudang-gudang distribusi dan percepatan penyaluran bantuan pangan adalah beberapa solusi yang dapat diambil untuk menekan laju kenaikan harga.
Masyarakat pun diimbau untuk tetap tenang namun bijak dalam mengatur pola konsumsi. Dengan informasi harga yang transparan melalui platform seperti PIHPS, konsumen dapat memilih tempat belanja yang menawarkan harga paling kompetitif. Harapannya, lonjakan harga ini bersifat sementara dan dapat segera kembali ke level normal seiring dengan perbaikan sisi pasokan di masa mendatang.