Puasa

7 Cara Efektif Agar Anak yang Memiliki Maag Tetap Bisa Menjalankan Puasa Dengan Aman

7 Cara Efektif Agar Anak yang Memiliki Maag Tetap Bisa Menjalankan Puasa Dengan Aman
7 Cara Efektif Agar Anak yang Memiliki Maag Tetap Bisa Menjalankan Puasa Dengan Aman

JAKARTA - Menjalani ibadah puasa menjadi pengalaman pertama bagi banyak anak yang mulai belajar menahan lapar dan haus. Namun, bagi anak dengan riwayat maag, perut perih, kembung, mual, atau rasa tidak nyaman di ulu hati bisa muncul lebih cepat.

Kondisi maag dapat memburuk bila pola makan tidak teratur. Orang tua perlu mengenali gejala awal agar puasa anak tetap aman dan nyaman sepanjang hari.

Jangan Lewatkan Waktu Sahur

Tips pertama agar anak maag tetap lancar berpuasa adalah tidak melewatkan sahur. Pada saat sahur, anak disarankan mengonsumsi makanan tinggi karbohidrat, seperti biji-bijian, kacang-kacangan, gandum, dan sayuran.

Makanan ini membantu anak merasa kenyang lebih lama. Dengan begitu, tubuh mereka memiliki energi cukup hingga waktu berbuka puasa tiba.

Hindari Makanan yang Tinggi Kandungan Gas

Jenis makanan tertentu bisa memperparah maag saat kambuh. Sawi, kol, nangka, pisang ambon, kopi, susu full cream, dan minuman bersoda termasuk yang sebaiknya dihindari selama puasa.

Asupan makanan berlebihan yang menghasilkan gas akan membuat perut anak terasa kembung. Menjaga pola makan tetap ringan membantu mencegah rasa tidak nyaman dan sakit maag kambuh.

Batasi Konsumsi Makanan Pedas dan Berlemak

Makanan pedas dapat mengiritasi mukosa lambung. Sedangkan makanan berlemak memperberat kinerja organ lambung sehingga berpotensi memicu kambuhnya maag.

Hindari mengonsumsi kedua jenis makanan ini terutama saat sahur dan berbuka. Pilih menu yang lebih ringan dan mudah dicerna agar lambung tetap nyaman.

Berbuka Puasa dengan Porsi Kecil

Anak-anak sebaiknya tidak langsung makan dalam porsi besar setelah seharian berpuasa. Disarankan memulai berbuka dengan porsi kecil, misalnya buah kurma dan air putih.

Setelah sekitar 30 menit, anak bisa mulai mengonsumsi makanan berat secara bertahap. Strategi ini membantu lambung menyesuaikan diri sehingga risiko maag kambuh berkurang.

Hindari Berbaring Setelah Makan

Berbaring setelah sahur atau berbuka dapat memicu reflux asam lambung. Duduk atau melakukan aktivitas ringan lebih dianjurkan agar sistem pencernaan bekerja optimal.

Kebiasaan ini mencegah asam lambung naik dan mengurangi rasa tidak nyaman. Anak pun bisa menjalani puasa lebih lancar tanpa gangguan maag.

Konsumsi Makanan Tinggi Protein dan Probiotik

Protein yang tepat, seperti putih telur dan kacang-kacangan, aman untuk anak dengan maag. Hindari daging merah tinggi lemak karena dapat memicu kekambuhan maag saat puasa.

Makanan tinggi probiotik, seperti yoghurt, tempe, atau kimchi, dapat membantu menjaga kesehatan pencernaan. Probiotik meningkatkan keseimbangan usus sehingga risiko gastritis berkurang dan anak tetap nyaman saat berpuasa.

Menggabungkan sahur tepat waktu, pemilihan makanan yang aman, serta porsi berbuka yang kecil akan membantu anak menjalani puasa tanpa gangguan. Dengan strategi ini, anak dengan riwayat maag bisa tetap menunaikan ibadah puasa secara lancar dan nyaman.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index