JAKARTA - Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menetapkan harga token dan tarif listrik yang berlaku pada periode 12–15 Maret 2026. Kebijakan ini penting bagi pelanggan listrik prabayar agar dapat membeli token secara rutin dan memastikan listrik di rumah tetap menyala.
Dalam keputusan terbaru, pemerintah menegaskan tarif listrik tidak mengalami perubahan sepanjang Triwulan I 2026, yakni dari Januari hingga Maret. Artinya, harga listrik pada minggu kedua Maret ini masih sama dengan tarif yang telah diterapkan sebelumnya.
Tarif listrik yang berlaku mengacu pada Peraturan Menteri ESDM Nomor 7 Tahun 2024 tentang tarif tenaga listrik yang disediakan oleh PT PLN (Persero). Dengan ketetapan ini, baik pelanggan prabayar maupun pascabayar tidak perlu khawatir akan adanya kenaikan tarif hingga akhir Maret 2026.
Alasan Tarif Listrik Tidak Naik pada Triwulan I 2026
Pemerintah secara rutin melakukan evaluasi tarif listrik setiap triwulan. Penentuan tarif mempertimbangkan beberapa faktor ekonomi seperti nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, harga minyak mentah dunia, dan harga batu bara acuan.
Selain itu, tingkat inflasi nasional juga menjadi salah satu pertimbangan utama dalam menentukan tarif listrik. Namun untuk Triwulan I 2026, pemerintah memutuskan tidak melakukan penyesuaian tarif demi menjaga daya beli masyarakat dan stabilitas ekonomi nasional.
Kebijakan ini memungkinkan masyarakat merencanakan pengeluaran rumah tangga lebih stabil, khususnya terkait kebutuhan energi listrik. Dengan stabilitas tarif, penggunaan listrik di rumah maupun usaha dapat berjalan tanpa khawatir kenaikan biaya mendadak.
Rincian Tarif Listrik PLN Per Golongan Pelanggan
Tarif listrik rumah tangga R-1/TR kecil daya 900 VA-RTM ditetapkan Rp1.352 per kWh. Sementara R-1/TR kecil daya 1.300 VA dan 2.200 VA masing-masing Rp1.444,70 per kWh.
Golongan menengah R-2/TR daya 3.500–5.500 VA dan golongan besar R-3/TR daya di atas 6.600 VA sama-sama dikenakan tarif Rp1.699,53 per kWh. Untuk pelanggan bisnis, golongan B-2/TR kecil daya 6.600 VA–200 kVA tarifnya Rp1.444,70 per kWh.
Golongan B-3/TM,TT menengah daya di atas 200 kVA tarifnya lebih rendah, yakni Rp1.114,74 per kWh. Industri golongan I-3/TM daya di atas 200 kVA juga Rp1.114,74, sedangkan I-4/TT daya di atas 30.000 kVA Rp996,74 per kWh.
Tarif listrik untuk fasilitas pemerintah P-1/TR daya 6.600 VA–200 kVA Rp1.699,53 per kWh, P-2/TM daya di atas 200 kVA Rp1.522,88 per kWh, dan P-3/TR untuk penerangan jalan umum Rp1.699,53 per kWh. Golongan L/TR, TM, TT daya pada berbagai tegangan Rp1.644,52 per kWh.
Untuk pelayanan sosial, tarif S-1/TR daya 450 VA Rp325 per kWh, 900 VA Rp455, 1.300 VA Rp708, 2.200 VA Rp760, 3.500 VA–200 kVA Rp900, dan S-2/TM daya lebih dari 200 kVA Rp925 per kWh. Tarif subsidi rumah tangga R-1/TR daya 450 VA Rp415, sedangkan daya 900 VA Rp605 per kWh.
Simulasi Pembelian Token Listrik Rp100 Ribu dan Rp50 Ribu
Pelanggan dapat menghitung jumlah energi listrik (kWh) yang diperoleh dari pembelian token dengan rumus: (Nominal pembelian token − PPJ) ÷ tarif listrik per kWh. Misalnya untuk rumah tangga non-subsidi di Jakarta dengan PPJ 3 persen.
Jika membeli token Rp100.000, rumah tangga daya 900 VA mendapatkan 71,78 kWh. Daya 1.300 VA memperoleh 67,15 kWh, sedangkan 2.200 VA juga 67,15 kWh.
Dengan pembelian token Rp50.000, rumah tangga daya 900 VA menerima 35,88 kWh. Daya 1.300 VA memperoleh 33,56 kWh, dan 2.200 VA juga 33,56 kWh.
Simulasi ini memudahkan pelanggan merencanakan penggunaan listrik selama seminggu ke depan. Pelanggan dapat menyesuaikan nominal token dengan kebutuhan konsumsi listrik di rumah atau usaha.
Manfaat Stabilitas Tarif Listrik bagi Masyarakat
Dengan tarif listrik yang tetap, rumah tangga dapat mengatur anggaran bulanan lebih efisien. Kestabilan ini juga mendukung usaha kecil dan menengah agar operasional tidak terganggu oleh kenaikan biaya energi.
Selain itu, pelanggan prabayar dapat membeli token sesuai kebutuhan tanpa khawatir overbudget. Hal ini penting terutama di tengah inflasi dan fluktuasi harga energi global yang mungkin berdampak pada ekonomi rumah tangga.
Stabilitas tarif listrik juga memungkinkan perencanaan penggunaan energi lebih baik untuk keperluan belajar, bekerja, dan aktivitas rumah tangga. PLN terus memantau konsumsi serta distribusi listrik agar layanan tetap andal dan aman.