JAKARTA - Moda transportasi kereta api di Sumatra Selatan kian menunjukkan daya tariknya di mata wisatawan mancanegara. Sepanjang 2025, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional III Palembang mencatat sebanyak 1.377 penumpang asing menggunakan layanan kereta api di wilayah tersebut. Capaian ini mencerminkan meningkatnya kepercayaan wisatawan terhadap kenyamanan, ketepatan waktu, dan keamanan perjalanan kereta api.
Tren positif ini juga terlihat pada periode angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026. Dalam kurun waktu tersebut, KAI Divre III Palembang melayani 57 penumpang mancanegara, yang turut melengkapi kinerja sepanjang tahun lalu.
Manager Humas KAI Divre III Palembang, Aida Suryanti, menyampaikan bahwa capaian selama masa Nataru tersebut menjadi bagian dari pertumbuhan penumpang asing yang konsisten sepanjang 2025.
“Capaian tersebut melengkapi kinerja sepanjang tahun 2025, di mana secara kumulatif tercatat sebanyak 1.377 wisatawan asing,” ujarnya dalam keterangan tertulis.
Ketepatan Waktu dan Kenyamanan Jadi Daya Tarik
Menurut Aida, terdapat sejumlah faktor utama yang mendorong wisatawan mancanegara memilih kereta api sebagai moda transportasi di Sumatra Selatan. Ketepatan waktu perjalanan, kenyamanan selama di dalam rangkaian kereta, serta jaminan keamanan menjadi pertimbangan penting bagi wisatawan asing.
Ia menilai, layanan kereta api menawarkan pengalaman perjalanan yang relatif stabil dan efisien, terutama bagi wisatawan yang ingin menjelajahi berbagai daerah di Sumatra Selatan tanpa harus bergantung pada kendaraan pribadi.
Stasiun Kertapati Dominasi Keberangkatan
Berdasarkan data sepanjang 2025, Stasiun Kertapati Palembang menjadi titik keberangkatan dengan jumlah wisatawan mancanegara terbanyak. Dari total 1.377 penumpang asing, sebanyak 690 wisatawan tercatat berangkat dari stasiun tersebut.
“Posisi berikutnya ditempati Stasiun Lubuk Linggau sebanyak 259 wisatawan, disusul Stasiun Lahat 159 wisatawan, Stasiun Muara Enim 122 wisatawan, serta Stasiun Prabumulih sebanyak 69 wisatawan mancanegara,” jelas Aida.
Sebaran data tersebut menunjukkan bahwa minat wisatawan asing tidak hanya terpusat di Palembang sebagai kota utama, tetapi juga merambah ke daerah lain yang memiliki potensi wisata alam dan budaya.
Peran Strategis Kereta Api bagi Pariwisata
Aida menambahkan, meningkatnya jumlah penumpang mancanegara menegaskan peran strategis kereta api dalam mendukung konektivitas dan akses pariwisata di Sumatra Selatan. Kereta api dinilai mampu menjangkau kawasan perkotaan hingga daerah yang memiliki kekayaan alam dan kearifan lokal.
Hal ini sekaligus sejalan dengan kebijakan pemerintah yang mendorong sektor pariwisata sebagai salah satu sumber devisa nasional. Selain itu, penggunaan transportasi massal seperti kereta api juga mendukung transisi menuju mobilitas rendah emisi dan pariwisata berkelanjutan.
Dampak Ekonomi bagi Daerah
Kehadiran wisatawan mancanegara yang menggunakan kereta api tidak hanya berdampak pada sektor transportasi, tetapi juga memberikan efek berantai bagi perekonomian daerah. Mulai dari sektor perhotelan, kuliner, hingga pelaku UMKM dan ekonomi kreatif turut merasakan manfaatnya.
“Kehadiran wisatawan mancanegara tidak hanya berdampak pada peningkatan devisa, tetapi juga turut menggerakkan sektor pariwisata, perhotelan, UMKM, serta ekonomi kreatif di daerah,” tutup Aida.
Dengan tren positif tersebut, KAI Divre III Palembang optimistis kereta api akan semakin menjadi pilihan utama wisatawan, baik domestik maupun mancanegara, dalam menjelajahi Sumatra Selatan secara aman, nyaman, dan berkelanjutan.