JAKARTA - Menjelang momentum arus mudik Lebaran 2026, persiapan infrastruktur dan manajemen lalu lintas mulai menjadi sorotan di tingkat legislatif.
Anggota Komisi V DPR RI, Sudjatmiko, menekankan bahwa penyediaan tempat peristirahatan (rest area) yang memadai adalah kunci utama untuk menjamin kenyamanan dan keselamatan para pemudik. Menurutnya, pemerintah harus memastikan bahwa masyarakat yang menempuh perjalanan jauh tidak kesulitan menemukan tempat untuk melepas lelah guna menghindari risiko kecelakaan akibat kelelahan ekstrem.
Sudjatmiko, yang merupakan legislator dari Fraksi PKB, berpendapat bahwa penambahan titik henti akan mengurangi penumpukan kendaraan di satu lokasi. Hal ini memungkinkan pemudik untuk beristirahat tanpa harus terjebak dalam antrean panjang yang justru menambah kelelahan fisik maupun mental.
Urgensi Rekayasa Lalu Lintas dan Sinergi Pemangku Kepentingan
Selain fokus pada fasilitas fisik, Sudjatmiko juga menyoroti pentingnya persiapan strategi pengaturan lalu lintas sejak jauh hari. Rekayasa lalu lintas dinilai sangat krusial dalam meminimalisir titik-titik kemacetan yang berpotensi memicu insiden di jalur mudik.
Ia mendorong agar seluruh pemangku kepentingan segera duduk bersama guna menyusun rencana penyelenggaraan mudik yang komprehensif, mencakup aspek infrastruktur hingga manajemen operasional di lapangan.
Kolaborasi Inovatif: Transformasi Masjid Menjadi Pos Pelayanan Mudik
Menjawab tantangan keterbatasan kapasitas rest area konvensional, Polda Jawa Barat (Jabar) bersama Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Jabar meluncurkan inisiatif kolaboratif dengan memanfaatkan masjid sebagai tempat peristirahatan alternatif. Strategi ini ditujukan khusus bagi pemudik yang melintasi jalur krusial, yakni Pantai Utara (Pantura) dan jalur selatan Jawa Barat.
Kapolda Jabar, Irjen Pol Rudi Setiawan, menyatakan bahwa posisi masjid yang banyak tersebar di lokasi strategis pinggir jalan akan sangat membantu mobilitas warga. Selain menjadi tempat rehat, masjid-masjid ini juga difungsikan sebagai lokasi berbuka puasa dan santap sahur bagi para musafir.
Data dan Kesiapan Infrastruktur Religi di Jawa Barat
Kemenag Jabar menyatakan kesiapan penuh dalam mendukung program sinergi ini. Berdasarkan data pemetaan, potensi infrastruktur religi di Jawa Barat sangat besar untuk dimanfaatkan sebagai pendukung kelancaran mudik:
| Kategori Data | Jumlah |
|---|---|
| Total Masjid di Jawa Barat | 100.006 Unit |
| Masjid di Lokasi Strategis (Jalur Utama Mudik) | 1.002 Unit |
| Wilayah Fokus Pelayanan | Jalur Pantura & Jalur Selatan Jabar |
Kepala Kantor Kemenag Jabar, Dudu Rohman, menegaskan bahwa ribuan masjid tersebut siap disinergikan sebagai pos pelayanan terpadu. Inisiatif ini diharapkan mampu menekan tingkat kelelahan pengemudi yang sering kali menjadi faktor utama penyebab kecelakaan lalu lintas saat arus mudik berlangsung.