JAKARTA - Menjelang tibanya bulan suci Ramadan 1447 Hijriah yang jatuh pada tahun 2026, Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Batam bergerak cepat melakukan langkah strategis.
Melalui sebuah pertemuan besar yang melibatkan berbagai elemen organisasi Islam, Kemenag Batam mulai menyusun kerangka kegiatan demi memastikan kenyamanan umat Muslim dalam menjalankan ibadah. Fokus utama dalam pertemuan ini adalah menciptakan harmoni di tengah keberagaman praktik ibadah serta memastikan keadilan dalam penetapan standar zakat.
Rapat Koordinasi Kegiatan Amaliyah Ramadan ini dilangsungkan di Aula Kantor Kemenag Batam, Sekupang, pada Minggu. Dengan melibatkan 67 peserta dari berbagai instansi seperti KUA, MUI, Baznas, hingga berbagai Lembaga Amil Zakat (LAZ), pertemuan ini menjadi wadah sinergi untuk menyamakan visi dalam menyambut bulan yang penuh keberkahan tersebut.
Membangun Sinergi Lintas Lembaga Demi Ramadan yang Kondusif
Pertemuan ini dipimpin oleh Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kemenag Batam, Adamrin. Dalam penyampaiannya, ia menekankan bahwa koordinasi sejak dini adalah kunci agar pelaksanaan ibadah di Batam tetap tertib dan harmonis. Mengingat Batam merupakan kota dengan karakteristik masyarakat yang majemuk, kesepakatan bersama antarorganisasi Islam menjadi sangat krusial untuk menjaga suasana yang sejuk selama sebulan penuh.
“Rapat ini menyangkut bagaimana syiar Ramadan dapat berjalan baik. Di Batam terdapat keberagaman praktik ibadah, sehingga perlu disepakati bersama agar suasana Ramadan tetap kondusif,” jelas Adamrin. Upaya ini diharapkan dapat meminimalisir potensi gesekan dan memaksimalkan kualitas ibadah masyarakat secara kolektif.
Penyesuaian Besaran Zakat Fitrah Berdasarkan Dinamika Harga Pangan
Salah satu agenda yang paling dinanti oleh masyarakat adalah kepastian mengenai besaran zakat fitrah. Adamrin mengungkapkan bahwa Kemenag Batam tidak akan terburu-buru menetapkan angka tanpa data yang valid. Pihaknya akan melakukan penghitungan ulang dengan memantau perkembangan harga kebutuhan pokok, khususnya beras, di pasar-pasar lokal Kota Batam.
Langkah ini diambil agar nilai zakat yang dibayarkan masyarakat benar-benar sesuai dengan harga pangan terkini, sehingga tidak memberatkan pemberi zakat namun tetap mencukupi bagi penerimanya. Selain zakat fitrah, Kemenag juga memantau fluktuasi harga emas untuk menetapkan standar nisab zakat maal tahun ini. Hasil dari penghitungan ini nantinya akan menjadi pedoman tunggal bagi seluruh masjid, musala, dan LAZ di Kota Batam dalam mengumpulkan dan menyalurkan zakat.
Optimalisasi Peran Masjid Sebagai Pusat Pelayanan dan Syiar Islam
Di sisi lain, aspek pelayanan di tempat ibadah turut menjadi sorotan. Ketua MUI Kota Batam, KH Luqman Rifai, memberikan penekanan khusus pada peran masjid, terutama yang dikelola langsung oleh pemerintah. Menurutnya, masjid tidak boleh sekadar menjadi tempat salat, tetapi harus bertransformasi menjadi pusat pelayanan umat yang maksimal selama Ramadan.
Kenyamanan jemaah menjadi prioritas utama. MUI mendorong pengelola masjid untuk menyediakan fasilitas yang memadai agar jemaah dapat beribadah dengan khusyuk. “Masjid harus dimaksimalkan pelayanannya, menjadi pusat syiar Islam, serta memberikan kenyamanan bagi jemaah selama Ramadan,” tegas KH Luqman Rifai. Keseragaman standar pelayanan ini dipercaya akan memberikan ketenangan bagi umat dalam menghidupkan malam-malam Ramadan dengan berbagai amalan.
Komitmen Bersama Menuju Pelaksanaan Ibadah yang Penuh Keberkahan
Kehadiran tokoh-tokoh dari organisasi besar seperti NU, Muhammadiyah, hingga perwakilan LAZ seperti DSNI Amanah, Rumah Zakat, dan LAZ Hidayatullah menunjukkan kuatnya komitmen persatuan di Batam. Dengan perencanaan yang matang, Kemenag Batam optimistis bahwa tantangan teknis dalam kegiatan amaliyah Ramadan dapat diatasi melalui komunikasi yang terbuka antarlembaga.
Melalui raker ini, pemerintah dan tokoh agama di Batam sepakat bahwa Ramadan 1447 Hijriah harus menjadi momentum untuk meningkatkan kualitas spiritual sekaligus kepedulian sosial. Sinergi ini diharapkan tidak hanya menghasilkan keteraturan secara administratif, tetapi juga menghadirkan keberkahan yang nyata bagi seluruh masyarakat Kota Batam. Pedoman resmi yang dihasilkan dari rapat ini akan segera disosialisasikan secara luas agar masyarakat dapat bersiap diri menyambut bulan suci dengan tenang.