JAKARTA - Malam penganugerahan musik paling bergengsi sejagat, Grammy Awards 2026, yang baru saja berlangsung tidak hanya menyuguhkan kemeriahan trofi dan gaun mewah.
Di balik kilauan lampu red carpet, sebuah pemandangan kontras muncul melalui aksesori kecil namun sarat makna yang dikenakan oleh deretan bintang papan atas. Beberapa musisi dunia secara serempak menyematkan pin "ICE Out" pada busana mereka, mengubah panggung hiburan menjadi podium protes terhadap isu kemanusiaan dan penegakan hukum imigrasi di Amerika Serikat.
Langkah kolektif ini bukan sekadar tren mode sesaat, melainkan pernyataan sikap tegas yang diambil oleh para seniman untuk menyuarakan keresahan publik. Melalui simbol perlawanan ini, mereka menarik perhatian jutaan pasang mata di seluruh dunia untuk menyoroti insiden tragis yang tengah memicu perdebatan panas di kancah internasional.
Duka Minneapolis dan Makna Mendalam di Balik Simbol Pin ICE Out
Penggunaan pin "ICE Out" oleh sejumlah selebriti dunia merupakan bentuk penghormatan sekaligus solidaritas menyusul kematian tragis seorang perawat ICU bernama Alex Pretti. Insiden maut tersebut melibatkan agen Immigration and Customs Enforcement (ICE) dan Border Patrol di kawasan Minneapolis, yang kemudian memicu kemarahan publik. Bagi para pesohor ini, pin tersebut adalah alat komunikasi visual yang menyampaikan pesan perlawanan terhadap praktik kekerasan dan penggerebekan yang terus dilakukan oleh lembaga tersebut.
Menurut laporan dari Cosmopolitan, para pendukung gerakan anti-ICE kini tengah menggencarkan upaya untuk menuntut pertanggungjawaban serta mendesak pengurangan pendanaan lembaga imigrasi tersebut. Bintang muda seperti Billie Eilish hingga Ariana Grande menjadi segelintir figur publik yang menggunakan jangkauan platform media sosial mereka yang masif untuk menyebarkan kesadaran global akan pentingnya isu ini.
Lantangnya Suara Musisi di Karpet Merah Terhadap Kebijakan Imigrasi
Kehadiran pin ICE Out di karpet merah Grammy Awards 2026 menjadi bukti nyata bahwa komunitas kreatif tidak menutup mata terhadap realitas sosial. Dengan menyematkan pin tersebut pada pakaian rancangan desainer ternama, para artis secara eksplisit menunjukkan posisi mereka yang menentang kebijakan penggerebekan agresif yang dilakukan oleh ICE. Gerakan ini mencerminkan pergeseran peran selebriti yang kini lebih berani mengambil posisi politik dan kemanusiaan di tengah acara formal yang biasanya bersifat selebrasi.
Aksi ini tidak hanya berhenti pada pemakaian aksesori. Beberapa musisi dilaporkan memanfaatkan momen tersebut untuk berbicara lebih dalam mengenai perlunya transparansi dan keadilan bagi para korban kekerasan aparat di perbatasan maupun di dalam kota-kota imigran.
Daftar Sepuluh Bintang Papan Atas yang Kompak Kenakan Pin Perlawanan
Meskipun laporan menyebutkan ada sekitar 21 artis yang turut serta, berikut adalah sepuluh nama musisi dan figur publik terkemuka yang tertangkap kamera mengenakan pin ICE Out selama perhelatan Grammy Awards 2026:
Justin Bieber: Tampil mengejutkan dengan aksi panggung emosional sekaligus menyematkan pesan politik di busananya.
Hailey Bieber: Menemani sang suami dengan busana elegan yang turut dihiasi pin simbol perlawanan.
Billie Eilish: Ikon Gen Z yang konsisten menyuarakan isu-isu keadilan sosial.
Finneas: Produser dan saudara Billie Eilish yang selalu sejalan dalam aksi kemanusiaan.
Kehlani: Penyanyi R&B yang dikenal vokal terhadap hak asasi manusia.
Samara Joy: Musisi Jazz berbakat yang membawa semangat perubahan di panggung besar.
Amy Allen: Penulis lagu kenamaan yang turut memberikan dukungan melalui penampilannya.
Robert Glasper: Musisi berpengaruh yang selalu mengintegrasikan isu sosial dalam karyanya.
Rhiannon Giddens: Tokoh musik tradisional yang mengerti betul pentingnya akar budaya dan perlindungan warga.
Jim-E Stack: Produser musik yang turut memberikan pengaruh lewat simbol kecil namun berdampak besar ini.
Aksi Solidaritas Sebagai Penggerak Kesadaran Publik Secara Global
Keberanian para musisi ini mengenakan pin ICE Out di ajang sebesar Grammy menunjukkan kekuatan industri hiburan dalam membentuk opini publik. Ketika nama-nama besar seperti Justin Bieber dan Billie Eilish menunjukkan dukungan mereka, diskusi mengenai kebijakan imigrasi dan hak asasi manusia tidak lagi terbatas di ruang sidang atau berita politik, melainkan masuk ke ruang percakapan budaya populer.
Melalui perhelatan ini, Grammy Awards 2026 akan diingat bukan hanya karena lagu-lagu terbaiknya, tetapi juga sebagai momen di mana para seniman dunia bersatu dalam balutan solidaritas demi menuntut perubahan dan keadilan yang lebih baik bagi sesama manusia.