Jurgen Klopp Ingin Tinggalkan Liverpool Demi Jadi Asisten Pep Guardiola Di Manchester City

Senin, 02 Februari 2026 | 14:01:47 WIB
Jurgen Klopp Ingin Tinggalkan Liverpool Demi Jadi Asisten Pep Guardiola Di Manchester City

JAKARTA - Dunia sepak bola Inggris dikejutkan dengan sebuah pengakuan jujur dari Pep Lijnders, mantan tangan kanan Jurgen Klopp di Liverpool.

Dalam sebuah wawancara terbaru, Lijnders mengungkapkan sebuah fakta unik mengenai loyalitas dan pandangan Jurgen Klopp terhadap rivalitas besar antara Manchester City dan Liverpool. Klopp disebut sempat berkelakar bahwa dirinya sendiri yang akan mengajukan diri sebagai asisten Pep Guardiola di Etihad Stadium jika Lijnders tidak mengambil kesempatan emas tersebut.

Keputusan Lijnders untuk menyeberang ke sisi biru Manchester pada musim panas 2025 memang memicu perdebatan, mengingat ia adalah figur sentral di balik kesuksesan satu dekade Klopp di Anfield.

Namun, dukungan penuh dari Klopp menjadi kunci utama yang memantapkan langkah pelatih asal Belanda itu untuk bekerja di bawah manajer yang ia anggap telah mendefinisikan sepak bola modern.

Dinamika Karier Pep Lijnders: Dari Anfield Hingga ke Etihad Stadium

Perjalanan Pep Lijnders di kancah sepak bola Inggris dimulai pada tahun 2014 saat ia direkrut sebagai pelatih pengembangan di bawah Brendan Rodgers.

Namun, namanya baru benar-benar melambung ketika Jurgen Klopp datang pada 2015 dan menjadikannya elemen krusial dalam staf kepelatihan.

Meski sempat mencoba peruntungan sebagai manajer utama di NEC Nijmegen pada 2018, kegagalan di sana justru membawanya kembali ke dekapan Klopp hingga sang manajer legendaris mundur pada 2024.

Setelah sempat mengalami masa sulit dan pemecatan di Red Bull Salzburg pada akhir 2024, panggilan dari Pep Guardiola datang di saat yang tepat. "Saat Pep menelepon, dan perasaan yang ia berikan kepada saya tentang apa yang ingin ia lakukan dengan tim, itu semua membuat keputusan jauh lebih mudah," ujar Lijnders.

Ia mengakui bahwa meski 10 tahun di Liverpool tak mungkin dilupakan, kesempatan bekerja di Manchester City adalah sebuah kebanggaan besar yang tak bisa ditolak.

Klopp dan Kelakar "Siap Jadi Asisten" Demi Manchester City

Salah satu bagian paling menarik dari pengakuan Lijnders adalah reaksi Jurgen Klopp ketika mengetahui adanya tawaran dari Manchester City. Klopp, yang saat ini sedang menikmati masa jeda dari pinggir lapangan sebagai kepala sepak bola global Red Bull, memberikan dorongan yang sangat tegas kepada mantan asistennya tersebut.

"Saat saya bicara dengan Jurgen, dia sangat tegas: ‘Kalau tidak kau ambil, saya yang jadi asisten Manchester City!’" ungkap Lijnders menirukan ucapan Klopp. Pernyataan ini menunjukkan rasa hormat yang mendalam antara dua manajer terhebat di era modern Liga Inggris.

Pekan depan, Lijnders akan kembali ke Anfield dengan seragam Manchester City, sebuah momen yang ia sebut akan terasa sangat spesial bagi keluarganya, meskipun secara profesional ia tetap mengincar kemenangan atas mantan klubnya.

Rumor Real Madrid dan Masa Depan Jurgen Klopp di Pinggir Lapangan

Sementara Lijnders sibuk membangun kekuatan baru bersama Guardiola, nama Jurgen Klopp justru semakin gencar dikaitkan dengan raksasa Spanyol, Real Madrid. Pasca pemecatan Xabi Alonso pada Januari lalu, posisi pelatih di Santiago Bernabeu masih menjadi teka-teki.

 Meski saat ini dipimpin oleh Alvaro Arbeloa sebagai pelatih interim, media-media di Spanyol terus mencuatkan nama Klopp sebagai suksesor permanen untuk musim 2026/2027.

Klopp sendiri sebelumnya mengaku "kehabisan energi" saat meninggalkan Liverpool, namun dinamika di pasar pelatih Eropa seringkali sulit diprediksi. Menariknya, sebelum kemungkinan kembali melatih klub besar secara permanen, Klopp dijadwalkan akan kembali ke Anfield pada Maret mendatang.

Namun, kepulangannya bukan sebagai lawan, melainkan sebagai asisten Sir Kenny Dalglish dalam laga amal legenda Liverpool melawan Borussia Dortmund.

Hasil Imbang Man City di Tottenham: Tantangan Besar Bagi Lijnders

Kiprah awal Lijnders sebagai asisten Guardiola di Manchester City tidak selamanya berjalan mulus. Pada laga terbaru hari Minggu (1 Februari), City harus puas berbagi angka 2-2 saat bertandang ke markas Tottenham Hotspur. Meski sempat unggul dua gol berkat aksi Rayan Cherki dan Antoine Semenyo, City gagal mempertahankan keunggulan setelah Dominic Solanke mencetak brace spektakuler, termasuk satu gol tendangan kalajengking yang memukau.

Hasil ini kembali menegaskan bahwa Tottenham tetap menjadi "batu sandungan" terbesar bagi tim asuhan Guardiola. Sejak 2016, hampir semua manajer permanen Spurs mulai dari era Pochettino hingga Thomas Frank selalu berhasil memberikan kekalahan bagi City.

Bagi Lijnders, hasil ini menjadi bahan evaluasi penting dalam upayanya membantu City mempertahankan dominasi di Premier League sambil bersiap menghadapi tekanan emosional saat berkunjung ke markas Liverpool pekan depan.

Terkini