JAKARTA - Kota Kediri berhasil mencatatkan rapor hijau dalam sektor perekonomian sepanjang tahun 2025. Berdasarkan data terbaru, realisasi investasi di Kota Tahu ini mengalami pertumbuhan signifikan sebesar 7,57 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan total nilai mencapai Rp1,663 triliun.
Pencapaian ini menjadi bukti bahwa Kota Kediri tetap menjadi magnet bagi para investor di Jawa Timur, didukung oleh iklim usaha yang kondusif serta kemudahan akses perizinan.
Poin Penting Capaian Investasi Kediri 2025
Keberhasilan menembus angka Rp1,663 triliun ini dipengaruhi oleh beberapa faktor strategis dan sektor-sektor kunci:
Pertumbuhan Stabil: Kenaikan 7,57 persen menunjukkan resiliensi ekonomi lokal di tengah dinamika ekonomi nasional.
Sektor Penopang: Investasi didominasi oleh sektor perdagangan dan jasa, industri pengolahan, serta sektor UMKM yang kian naik kelas.
Dampak Infrastruktur: Kehadiran infrastruktur pendukung di sekitar wilayah Kediri (seperti akses tol dan bandara) turut memicu minat investor untuk menanamkan modalnya di wilayah perkotaan.
Iklim Investasi yang Kondusif
Pemerintah Kota Kediri terus berupaya meningkatkan daya saing daerah melalui berbagai inovasi layanan. Beberapa langkah yang dinilai sukses mendorong angka investasi ini antara lain:
Digitalisasi Perizinan: Mempercepat proses birokrasi sehingga lebih transparan dan efisien bagi para pelaku usaha.
Stabilitas Keamanan: Kondisi sosial politik yang stabil memberikan rasa aman bagi investor jangka panjang.
Pendampingan UMKM: Tidak hanya menyasar pemain besar, investasi dari sektor usaha mikro dan kecil juga mendapatkan porsi perhatian guna memperkuat struktur ekonomi akar rumput.
Visi Kediri ke Depan
Dengan realisasi yang melampaui target ini, Pemerintah Kota Kediri optimis bahwa tren positif akan berlanjut di tahun 2026. Fokus ke depan akan diarahkan pada penguatan ekosistem ekonomi kreatif dan digital agar investasi tidak hanya tumbuh secara angka, tetapi juga mampu menyerap tenaga kerja lokal lebih banyak.