Kebangkitan Mobil Listrik Domestik: Pilihan Melimpah dan Harga Semakin Terjangkau

Selasa, 03 Februari 2026 | 11:54:30 WIB
Kebangkitan Mobil Listrik Domestik: Pilihan Melimpah dan Harga Semakin Terjangkau

JAKARTA - Industri kendaraan listrik (EV) di Indonesia mengalami transformasi besar dalam dua tahun terakhir. Berkat kebijakan insentif strategis melalui Perpres Nomor 79 Tahun 2023, pasar otomotif nasional kini tidak lagi didominasi oleh produk impor.

Sebaliknya, produsen yang melakukan perakitan dan manufaktur lokal mulai mengambil alih panggung utama, menciptakan kompetisi harga yang lebih sehat bagi konsumen.

Deputi Bidang Infrastruktur Dasar Kemenko Infrastruktur, Rachmat Kaimuddin, mengungkapkan bahwa struktur industri EV Indonesia saat ini telah mencapai kematangan yang signifikan dibandingkan fase awal implementasi kebijakan.

Lompatan Pangsa Pasar Produksi Lokal

Pergeseran dari kendaraan impor (CBU) ke produksi domestik menunjukkan angka yang sangat progresif. Komitmen pabrikan global untuk membangun basis produksi di Indonesia menjadi kunci utama perubahan ini.

Dulu: Pangsa pasar produksi domestik hanya sekitar 12 persen.

Januari 2026: Pangsa pasar mobil listrik produksi dalam negeri telah menembus 65 persen.

Evolusi Pasar: Dari Eksklusif Menjadi Variatif

Data pemerintah menunjukkan pertumbuhan jumlah pemain dan varian produk yang melonjak tajam dalam kurun waktu kurang dari tiga tahun:

IndikatorFase Awal (Pra-2024)Kondisi Februari 2026
Jumlah Merek2 Merek> 14 Merek
Varian Model~30 Varian> 100 Model
KetersediaanTerbatas (Segmen Tertentu)Beragam (Sesuai Kebutuhan Pasar)

Bertambahnya pemain di pasar otomotif nasional secara otomatis memicu persaingan yang menguntungkan konsumen, ditandai dengan turunnya harga jual tanpa mengorbankan kualitas dan teknologi baterai.

Faktor Pendorong Minat Konsumen

Menurut Rachmat, ada tiga pilar utama yang membuat mobil listrik kini semakin dilirik oleh masyarakat luas:

Variasi Segmen: Model yang tersedia kini mencakup berbagai kebutuhan, mulai dari city car hingga SUV keluarga.

Harga Kompetitif: Persaingan antar-merek memaksa produsen menyesuaikan harga agar lebih terjangkau oleh segmen menengah.

Peningkatan Kualitas: Teknologi baterai yang lebih tahan lama dan fitur cerdas yang semakin mumpuni.

Fokus Kebijakan 2026: Penguatan Ekosistem

Setelah berhasil membuka pasar dan menarik investasi manufaktur, pemerintah kini mengalihkan fokus pada keberlanjutan ekosistem. Dua poin krusial yang akan dikejar adalah:

Infrastruktur Pengisian Daya: Perluasan jaringan SPKLU di jalur-jalur strategis seperti Tol Trans Jawa.

Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN): Mendorong penggunaan komponen lokal yang lebih tinggi agar industri penunjang di dalam negeri turut bertumbuh.

Terkini