Diplomasi Kertanegara: Presiden Prabowo Rangkul Tokoh Kritis Bahas Kedaulatan Negara

Selasa, 03 Februari 2026 | 11:54:33 WIB
Diplomasi Kertanegara: Presiden Prabowo Rangkul Tokoh Kritis Bahas Kedaulatan Negara

JAKARTA - Presiden RI Prabowo Subianto melakukan langkah diplomasi politik yang tak biasa dengan menjamu sejumlah tokoh yang kerap melontarkan kritik tajam kepada pemerintah.

Pertemuan yang berlangsung selama lima jam pada Jumat (30Januari 2026) di kediaman pribadinya ini menjadi sinyal keterbukaan pemerintah dalam menyerap masukan dari berbagai spektrum pemikiran.

Daftar Tokoh yang Hadir

Presiden didampingi oleh orang-orang kepercayaannya seperti Mensesneg Prasetyo Hadi, Menlu Sugiono, dan Menhan Sjafrie Sjamsoeddin. Sementara dari kalangan tokoh masyarakat yang hadir antara lain:

Abraham Samad (Mantan Ketua KPK)

Said Didu (Mantan Sekretaris Kementerian BUMN)

Siti Zuhro (Peneliti Utama BRIN)

Susno Duadji (Mantan Kabareskrim Polri)

Poin Utama Diskusi: Dari SDA hingga Keadilan Politik

Dalam pertemuan tersebut, Presiden Prabowo mempresentasikan sendiri visi dan kebijakan strategisnya untuk percepatan perbaikan bangsa. Berikut adalah poin-poin krusial yang dibahas:

Penyelamatan Sumber Daya Alam (SDA)

Prabowo memaparkan pembentukan Satgas Penyelamatan SDA sebagai upaya sistematis untuk mengembalikan kekayaan negara yang selama ini dikuasai oleh segelintir pihak. Fokusnya adalah memastikan kedaulatan ekonomi kembali ke tangan rakyat.

Pemberantasan Korupsi dan Penegakan Hukum

Abraham Samad memberikan masukan keras mengenai perlunya penguatan kembali institusi KPK. Salah satu usulan yang menonjol adalah:

Pengembalian UU KPK Lama: Mengembalikan marwah KPK sebelum revisi yang dianggap melemahkan.

Nasib 57 Eks Pegawai KPK: Samad meminta Prabowo memikirkan pengembalian Novel Baswedan dkk yang dikeluarkan melalui Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) yang ia sebut sebagai "tes abal-abal" untuk menyingkirkan orang-orang berintegritas.

Reformasi Institusi Polri

Diskusi juga menyentuh isu sensitif mengenai reformasi di tubuh Kepolisian Republik Indonesia (Polri) agar lebih profesional dan kredibel dalam melayani publik.

Isu Internasional: Board of Peace (BoP) Gaza

Presiden melaporkan hasil kehadirannya di World Economic Forum (WEF) Davos dan keterlibatan Indonesia dalam Dewan Perdamaian (Board of Peace) untuk membantu krisis kemanusiaan di Gaza, Palestina.

Respons dan Sudut Pandang Para Tokoh

Meskipun pertemuan berlangsung hangat, para tokoh yang hadir menegaskan posisi mereka. Said Didu menyatakan bahwa mereka akan tetap menjadi "oposisi" terhadap pihak-pihak atau oligarki yang menghalangi agenda pengembalian kedaulatan rakyat.

Di sisi lain, Istana melalui Mensesneg Prasetyo Hadi meluruskan terminologi "oposisi". Ia menyebut mereka sebagai tokoh masyarakat yang memiliki integritas dan dimintai masukannya oleh Presiden demi kepentingan bangsa dan negara.

Terkini