Kedua Negara Menyepakati Kerja Sama di 14 Sektor Industri

Selasa, 18 Februari 2025 | 08:18:48 WIB
Kedua Negara Menyepakati Kerja Sama di 14 Sektor Industri

JAKARTA - Pada pertemuan bilateral yang diadakan di Jakarta, Indonesia dan Turki resmi menyepakati kerja sama di 14 sektor industri. Kerja sama ini meliputi sektor teknologi baterai, teknologi dan material bangunan, kimia dan farmasi, elektronik dan industri mesin, kendaraan listrik dan mobilitas, pengembangan usaha kecil dan menengah (UKM), industri berbasis agro, kawasan industri dan pengembangan regional, industri maritim, perangkat medis dan teknologi kesehatan, industri logam, tekstil dan pakaian, industri hijau, dan industri halal. Selain itu, area-area kolaborasi lainnya yang mendapatkan persetujuan juga akan menjadi fokus hubungan bilateral ini.

Pentingnya Kolaborasi dalam Pertumbuhan Industri Manufaktur

Menteri Perindustrian Indonesia, Agus Gumiwang Kartasasmita, menekankan pentingnya kerja sama ini. Dalam pernyataannya di depan media pada Senin, Agus menyatakan, "Pemerintah Indonesia antusias dalam pembahasan rencana kerja melalui Memorandum Saling Pengertian (MSP) mengenai kerja sama sektor perindustrian antara Indonesia dengan Turki. Kami anggap ini sebagai bagian dari rencana Aliansi Strategis yang pernah dibicarakan dengan Menteri Perindustrian dan Teknologi Turki."

Kerjasama ini menggarisbawahi bagaimana kedua negara berupaya mengoptimalkan potensi yang ada di sektor manufaktur. Sebagai dua negara dengan basis industri manufaktur yang berkembang pesat, kerja sama ini diharapkan memperkokoh pertumbuhan sektor ini di kedua negara.

Pembentukan Komite Bersama

Tidak ingin melewatkan peluang emas untuk membangun sektor industri lebih kokoh, kedua negara sepakat membentuk Komite Bersama melalui penandatanganan MSP. Ini dilakukan oleh Menteri Perindustrian Indonesia Agus Gumiwang Kartasasmita dan Menteri Perindustrian dan Teknologi Turki, H.E. Mehmet Fatih Kacir. Tujuan MSP adalah untuk mendorong kerja sama dan meningkatkan investasi di sektor industri melalui penelitian dan pengembangan, proyek inovasi, pengembangan kapasitas, promosi, dan transfer teknologi.

"Tindak lanjut dari kunjungan dan diskusi kami dengan Menteri Perindustrian dan Teknologi Turki Juni lalu menggarisbawahi pentingnya hubungan bilateral ini," ungkap Agus. Rangkaian pertemuan yang telah dilakukan dengan beberapa perusahaan besar di Turki serta pembangun pabrik di Indonesia menunjukkan keseriusan kedua pihak.

Kemitraan Bermanfaat di Berbagai Sektor

Turki menunjukkan prioritas tinggi pada kerja sama bilateral di bidang perindustrian, yang tercermin dalam hubungan yang kuat dan kooperatif di berbagai subsektor industri, seperti kerja sama produksi dan distribusi vaksin antara Bio Farma di Indonesia dan Polifarma serta Turkilac di Turki. Selain itu, Turki juga berupaya menjalin kemitraan untuk produksi bersama melalui kerja sama antara Asosiasi Produsen Alat Kesehatan Indonesia (ASPAKI), Perkumpulan Organisasi Perusahaan Alat-alat Kesehatan dan Laboratorium di Indonesia (GAKESLAB), dan Kelompok Perusahaan Alat Kesehatan Turki (OSTIM).

Agus mengungkapkan optimismenya terhadap kelanjutan kemitraan ini, "Kami meyakini bahwa kunjungan Bapak Presiden Erdoğan kali ini dapat dijadikan momentum untuk menindaklanjuti hasil-hasil pertemuan yang kami lakukan sebelumnya di Turki."

Statistik Hubungan Industri

Pentingnya hubungan industri antara kedua negara juga didukung oleh data perdagangan dan investasi. Hubungan perdagangan nonmigas kedua negara mencapai USD 2 miliar pada tahun 2023, mengalami pertumbuhan 13,6% dari tahun sebelumnya. Sementara itu, investasi Turki di Indonesia tercatat mencapai USD 42,7 miliar pada tahun yang sama.

Dengan berbagai upaya yang dilakukan oleh para pelaku industri kedua negara, diharapkan kolaborasi yang sudah terjalin dapat berkembang lebih erat, seiring dengan meningkatnya pengertian dan kerja sama melalui MSP. Hal ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dan industri yang berkesinambungan di kedua negara.

Terkini