Serie A

Rapor Merah Trio Italia Di Liga Champions Kontras Dengan Dominasi Serie A

Rapor Merah Trio Italia Di Liga Champions Kontras Dengan Dominasi Serie A
Rapor Merah Trio Italia Di Liga Champions Kontras Dengan Dominasi Serie A

JAKARTA - Panggung sepak bola Eropa musim 2025/2026 menyajikan anomali besar bagi para raksasa Italia.

Di saat Inter Milan, Napoli, dan Juventus tampil begitu digdaya dan saling sikut di papan atas Serie A, nasib mereka di Liga Champions (UCL) justru berada dalam situasi kritis. Memasuki laga pamungkas fase liga yang dijadwalkan pada Kamis (29 Januari 2026) dini hari WIB, status "Siaga 1" tersemat pada pundak ketiga tim ini karena ancaman tersingkir secara prematur dari panggung paling bergengsi di Eropa kian nyata.

Kesenjangan performa antara liga domestik dan kompetisi kontinental ini menciptakan tekanan luar biasa bagi para manajer. Skenario terburuknya adalah Italia bisa kehilangan perwakilannya lebih awal sebelum babak sistem gugur dimulai.

Nasib Inter Milan Masih Rawan Tergusur Dari Zona Aman

Inter Milan yang saat ini merupakan penguasa klasemen Serie A dengan koleksi 52 poin, ternyata tidak memiliki langkah yang mulus di Eropa. Nerazzurri tertahan di peringkat ke-14 klasemen UCL dengan raihan 12 poin. Meski secara matematis masih berada di zona play-off, posisi mereka sangat tidak stabil.

Ketidakkonsistenan hasil di fase liga membuat margin poin dengan tim-tim di bawahnya menjadi sangat tipis. Satu kekalahan di laga penutup bisa menyeret Inter keluar dari zona aman, sebuah tamparan keras bagi tim yang dijagokan mempertahankan gelar Scudetto musim ini.

Juventus Dan Rekor Hasil Seri Yang Mengancam Tiket Play-off

Juventus mencatatkan statistik unik namun mengkhawatirkan musim ini: mereka menjadi tim dengan koleksi hasil imbang terbanyak di UCL. Dengan 3 kali hasil seri dari 7 pertandingan, Bianconeri saat ini duduk di peringkat ke-15 dengan total 12 poin.

Ketergantungan pada hasil imbang ini membuat Juventus gagal mendaki ke papan atas klasemen. Alih-alih bermimpi lolos langsung ke babak 16 besar, fokus utama mereka kini hanyalah bertahan di zona play-off. Tergelincir di partai terakhir akan membuat skenario terburuk—terlempar dari kompetisi—menjadi kenyataan pahit bagi publik Turin.

Napoli Berada Di Ujung Tanduk Zona Eliminasi Liga Champions

Kondisi paling tragis dialami oleh Napoli. Sang juara bertahan Serie A musim lalu ini justru terjerembab di peringkat ke-25 dengan hanya mengantongi 8 poin. Berdasarkan regulasi format baru UCL, posisi 25 hingga 36 berarti tersingkir secara otomatis tanpa kesempatan kedua.

Misi Napoli di matchday terakhir bukan sekadar menang, tapi juga bergantung pada hasil pertandingan tim lain karena selisih gol mereka yang kurang menguntungkan. Nasib Partenopei kini benar-benar berada di ujung tanduk, sebuah ironi besar bagi tim yang begitu konsisten di papan atas liga domestik.

Kondisi Atalanta Yang Lebih Stabil Dibandingkan Trio Raksasa

Di sisi lain, Atalanta menunjukkan situasi yang sedikit berbeda. Meski berada di peringkat ke-13 dengan 13 poin—hanya terpaut satu angka dari Inter dan Juve—tekanan pada La Dea tidak seberat trio lainnya. Hal ini dikarenakan performa mereka di Serie A yang juga tidak terlalu mencolok (berada di posisi ketujuh), sehingga tidak ada kontras yang tajam antara pencapaian domestik dan Eropa.

Klasemen Sementara Perwakilan Italia di UCL (Jelang Matchday 8)

KlubPoinPeringkatStatus Domestik (Serie A)
Atalanta1313Peringkat 7
Inter Milan1214Peringkat 1
Juventus1215Peringkat 5
Napoli825Peringkat 2

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index