Liga Inggris

Update Klasemen Liga Inggris Arsenal Terancam Usai Tumbang Dari Manchester United

Update Klasemen Liga Inggris Arsenal Terancam Usai Tumbang Dari Manchester United
Update Klasemen Liga Inggris Arsenal Terancam Usai Tumbang Dari Manchester United

JAKARTA - Dinamika persaingan di kasta tertinggi sepak bola Inggris, Premier League musim 2025/2026, kini memasuki fase yang sangat krusial seiring dengan berakhirnya rangkaian pertandingan di pekan ke-23.

Fokus utama publik saat ini tertuju pada sang pemuncak klasemen, Arsenal, yang baru saja mengalami guncangan hebat. Kekalahan mengejutkan dari Manchester United tidak hanya mencoreng catatan apik mereka, tetapi juga secara otomatis merobek zona nyaman yang selama ini dinikmati oleh Meriam London. Menjelang bergulirnya pekan ke-24, tensi kompetisi semakin mendidih karena jarak poin antar tim papan atas kian merapat, membuat setiap laga ke depan terasa seperti partai final.

Kekalahan di Stadion Emirates pada 25 Januari 2026 menjadi titik balik yang memaksa manajer Mikel Arteta untuk memutar otak lebih keras. Dengan rival-rival yang mulai mengendus kelemahan di lini pertahanan mereka, perebutan gelar juara kini menjadi terbuka lebar bagi siapa saja yang mampu menjaga konsistensi di tengah jadwal yang semakin padat.

Dominasi Arsenal Terkikis Oleh Tekanan Manchester City Dan Aston Villa

Hingga detik ini, Arsenal sejatinya masih menguasai takhta puncak klasemen Liga Inggris 2025/2026. Koleksi 50 poin dari 23 pertandingan yang telah mereka jalani merupakan bukti dominasi taktis yang sempat tak tergoyahkan. Rekor impresif berupa 15 kemenangan, 5 hasil imbang, dan hanya 3 kekalahan mencerminkan soliditas tim asuhan Arteta. Dengan selisih gol mencapai +25, mereka tetap menjadi kandidat paling kuat untuk mengangkat trofi di akhir musim nanti.

Namun, kekalahan terbaru membuat posisi mereka kini dalam ancaman serius. Di posisi kedua dan ketiga, Manchester City dan Aston Villa terus memberikan tekanan psikologis yang luar biasa dengan perolehan poin yang identik, yakni 46 poin. Manchester City, dengan mesin golnya yang produktif, unggul dalam aspek selisih gol (+26) dibandingkan dengan Aston Villa yang mencatatkan selisih gol +10. Jarak empat poin yang memisahkan Arsenal dengan para pengejarnya membuat persaingan di tiga besar ini sangat ketat. Manchester City dan Aston Villa kini berada dalam posisi siaga, siap menerkam dan mengambil alih posisi teratas apabila Arsenal kembali terpeleset di pekan-pekan mendatang.

Persaingan Memanas Di Zona Liga Champions Dan Papan Tengah Atas

Di luar perburuan mahkota juara, pertarungan untuk mengamankan tiket ke kompetisi Eropa, terutama Liga Champions, tidak kalah mendebarkan. Manchester United kini duduk manis di posisi keempat dengan raihan 38 poin. Kemenangan dramatis mereka atas Arsenal pekan lalu bukan sekadar tambahan tiga poin, melainkan suntikan moral yang luar biasa bagi skuad Setan Merah untuk tetap bersaing di barisan elit.

Namun, posisi Manchester United sama sekali belum aman. Chelsea terus membayangi di peringkat kelima dengan selisih hanya satu poin, yakni 37 poin. Sementara itu, Liverpool yang berstatus sebagai juara bertahan Liga Primer musim sebelumnya, masih tertahan di posisi keenam dengan koleksi 36 poin. Keberadaan Liverpool di peringkat ini menunjukkan betapa kompetitifnya liga musim ini, di mana sang juara bertahan pun harus berjuang ekstra keras untuk tetap berada dalam jangkauan zona Eropa. Di bawah mereka, tim-tim seperti Fulham, Brentford, Newcastle United, Everton, dan tim promosi Sunderland berada dalam rentang poin yang sangat tipis. Dinamika di papan tengah ini sangat fluktuatif; satu kemenangan dapat melambungkan posisi mereka, sementara satu kekalahan bisa langsung melempar mereka keluar dari daftar sepuluh besar.

Nasib Berbeda Tim Promosi Dan Perjuangan Keluar Dari Zona Merah

Musim 2025/2026 menyajikan warna baru dengan hadirnya tiga kontestan promosi: Sunderland, Burnley, dan Leeds United. Ketiganya datang dengan harapan besar untuk bertahan di kasta tertinggi, menggantikan posisi Southampton, Leicester City, dan Ipswich Town. Hingga pekan ke-23, Sunderland muncul sebagai kejutan paling manis bagi para penggemarnya. Berada di posisi ke-11 dengan 33 poin, tim ini sempat mencicipi panasnya persaingan di delapan besar pada awal Januari, membuktikan bahwa mereka bukan sekadar tim pelengkap.

Kondisi berbeda dialami oleh Leeds United yang saat ini masih tertahan di posisi ke-16 dengan 26 poin. Mereka masih harus berjuang habis-habisan untuk menciptakan jarak aman dari kejaran tim-tim di bawahnya agar terhindar dari ancaman degradasi. Tantangan yang jauh lebih berat dihadapi oleh Burnley yang terpuruk di posisi ke-19 dengan hanya mengumpulkan 15 poin. Sementara itu, Wolverhampton Wanderers (Wolves) semakin tenggelam sebagai juru kunci klasemen dengan perolehan minimalis 8 poin, sebuah catatan yang sangat mengkhawatirkan bagi klub dengan sejarah panjang di Premier League.

Pekan Ke-24 Menjadi Penentu Nasib Tim Di Zona Degradasi

Selain Wolves dan Burnley, sorotan juga tertuju pada West Ham United yang kini menghuni posisi ke-18 dengan 20 poin. Sebagai tim yang biasanya bersaing di papan tengah, keberadaan West Ham di zona merah menjadi peringatan keras bagi manajemen klub untuk segera melakukan pembenahan. Pekan ke-24 yang dijadwalkan berlangsung dari 31 Januari hingga 2 Februari 2026 akan menjadi panggung krusial bagi tim-tim penghuni zona degradasi untuk mendulang poin.

Pertandingan di penghujung Januari hingga awal Februari ini akan sangat menentukan arah nasib para pejuang di zona merah. Kegagalan meraih poin maksimal di pekan-pekan ini bisa membuat peluang mereka untuk tetap bertahan di Liga Primer semakin menipis. Bagi para penggemar sepak bola, pekan ke-24 tidak hanya menawarkan drama perebutan puncak klasemen antara Arsenal dan City, tetapi juga drama perjuangan hidup mati tim-tim di papan bawah yang sedang berusaha menghindari lubang jarum degradasi. Seluruh perhatian kini tertuju pada taktik apa yang akan diterapkan para manajer untuk menjaga asa mereka di sisa musim yang semakin menegangkan ini.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index