JAKARTA - Pembangunan infrastruktur di Bumi Lancang Kuning terus dikebut untuk memperkuat konektivitas lintas Sumatera.
Hingga akhir Januari 2026, Jalan Tol Lingkar Pekanbaru sepanjang 30,8 kilometer mencatatkan kemajuan konstruksi yang signifikan, yakni mencapai 71,07%.
Proyek strategis yang dikerjakan oleh PT Hutama Karya Infrastruktur (HKI) ini merupakan bagian dari jaringan raksasa Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) yang akan mengintegrasikan beberapa ruas tol utama di Provinsi Riau.
Fungsi Strategis: Jembatan Penghubung Antar-Ruas
Tol Lingkar Pekanbaru tidak hanya sekadar jalur tambahan, melainkan simpul krusial yang dirancang untuk:
Menghubungkan dua gerbang utama: Mengintegrasikan ruas Tol Pekanbaru - Dumai dengan Tol Pekanbaru - Bangkinang.
Memperkuat konektivitas regional: Mempercepat mobilitas orang dan barang di wilayah Sumatera bagian tengah.
Mendorong ekonomi: Membuka peluang investasi baru dan menekan biaya logistik di Provinsi Riau.
Prioritas Keamanan: Program QHSSE Plan dan QHSSE Pass
HKI menekankan bahwa percepatan pembangunan tidak boleh mengorbankan kualitas dan keselamatan. Direktur Operasi III HKI, Aditya Novendra Jaya, menjelaskan dua instrumen utama dalam menjaga standar kerja:
QHSSE Plan: Memastikan seluruh pemilihan material dan metode pengerjaan di lapangan sesuai dengan standar yang ditetapkan.
QHSSE Pass: Sistem verifikasi akhir untuk menjamin bahwa setiap pekerjaan yang telah selesai memenuhi aspek mutu dan keamanan tinggi.
Target Zero Fatality: Penerapan manajemen K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) berstandar internasional untuk meniadakan risiko kecelakaan kerja.
Penerapan Prinsip ESG dan Inovasi Lingkungan
Selaras dengan tren pembangunan global, proyek ini mengedepankan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). Beberapa inovasi hijau yang diterapkan antara lain:
Pembangunan Jembatan Siak: Menggunakan metode balance cantilever tanpa pilar penyangga di tengah sungai. Langkah ini diambil untuk melindungi ekosistem air dan menjaga kelestarian Sungai Siak.
Relokasi Vegetasi: Menerapkan teknik pencabutan pohon di area terdampak untuk ditanam kembali di lokasi lain, guna mempertahankan ketersediaan ruang terbuka hijau.
Keberlanjutan Ekosistem: Memastikan kehadiran infrastruktur modern tetap selaras dengan pelestarian alam sekitarnya.