JAKARTA - Memasuki awal tahun 2026, pembangunan Jalan Tol Yogya–Solo Seksi 2 Paket 2.2 yang menghubungkan ruas Trihanggo hingga Junction Sleman terus menunjukkan progres signifikan.
PT Adhi Karya selaku kontraktor pelaksana tengah melakukan percepatan di berbagai titik guna mengejar target penyelesaian.
Proyek ini menjadi krusial karena merupakan bagian dari konektivitas utama di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta yang mengombinasikan struktur jalan melayang (elevated) dan jalur di permukaan tanah (at grade).
Capaian Progres Konstruksi Terkini
Humas PT Adhi Karya Proyek Tol Jogja–Solo, Agung Murhandjanto, memberikan pembaruan terkait status fisik proyek hingga awal Februari 2026:
Progres Umum: Saat ini telah menyentuh angka 78 persen.
Cakupan Wilayah: Proyek membentang dari Simpang Empat Kronggahan (Trihanggo) hingga Junction Sleman di Tirtoadi.
Status Struktur Melayang: Seluruh pier head (kepala pilar penyangga) yang berada di sepanjang Ring Road Utara telah berhasil dipasang dan diputar.
Metode Pembangunan Berdasarkan Kawasan
Penentuan struktur jalan tol disesuaikan dengan karakteristik wilayah yang dilewati:
Konstruksi Elevated (Melayang): Diterapkan khusus di kawasan Ring Road Kronggahan untuk meminimalisir gangguan arus lalu lintas arteri yang sudah padat.
Konstruksi At Grade (Permukaan Tanah): Dikerjakan pada ruas yang melintasi wilayah perkampungan di Trihanggo, Tlogoadi, hingga berakhir di Tirtoadi.
Kendala Pembebasan Lahan pada Jalur Akses
Meskipun secara umum berjalan lancar, proyek ini masih menghadapi tantangan pada pembangunan Ramp On (akses masuk tol) di sisi Ringroad Kronggahan.
Solusi dan Target:
Pihak pelaksana proyek menargetkan proses pembayaran ganti rugi lahan dapat diselesaikan pada Februari 2026.
Pada titik-titik lahan yang sudah bebas, pembangunan infrastruktur akses berjalan secara masif tanpa kendala berarti.
Fungsi Strategis Ramp On Kronggahan
Ramp on di kawasan Trihanggo memiliki peran vital sebagai pintu masuk bagi kendaraan dari jalan arteri menuju badan jalan tol. Kelancaran pembangunan akses ini akan menentukan efektivitas operasional tol saat diresmikan nanti, khususnya dalam mengatur integrasi arus kendaraan dari wilayah Sleman.