Crypto

Harga Crypto Hari Ini Jumat 13 Februari 2026 Bitcoin Dan Ethereum Kembali Koreksi

Harga Crypto Hari Ini Jumat 13 Februari 2026 Bitcoin Dan Ethereum Kembali Koreksi
Harga Crypto Hari Ini Jumat 13 Februari 2026 Bitcoin Dan Ethereum Kembali Koreksi

JAKARTA - Pasar aset digital kembali menunjukkan dinamikanya yang fluktuatif tepat di penghujung pekan ini. Setelah sempat mencicipi tren positif pada beberapa hari sebelumnya, angin segar di pasar kripto tampaknya sedikit mereda.

 Pada perdagangan Jumat, 13 Februari 2026, mayoritas aset kripto berkapitalisasi pasar besar (big cap), termasuk sang raja Bitcoin dan kompetitor terdekatnya, Ethereum, terpaksa harus berlapang dada karena kembali masuk ke zona merah akibat koreksi harga yang terjadi secara serentak.

Koreksi ini menjadi pengingat bagi para investor mengenai karakteristik pasar kripto yang penuh kejutan. Penurunan ini tidak hanya berdampak pada nilai portofolio secara keseluruhan, tetapi juga memicu spekulasi mengenai arah pergerakan pasar selanjutnya. Meskipun demikian, dalam dunia investasi aset digital, koreksi sering kali dianggap sebagai fase konsolidasi yang sehat sebelum pasar menentukan titik jenuh atau momentum lonjakan berikutnya.

Analisis Pelemahan Harga Bitcoin Dan Ethereum Di Pasar Global

Bitcoin (BTC) sebagai barometer utama pasar kripto terpantau mengalami penurunan yang cukup terasa pada pagi hari ini. Mata uang kripto tertua ini belum mampu mempertahankan level psikologisnya setelah tekanan jual mulai mendominasi bursa-bursa global. Penurunan ini secara otomatis menyeret sentimen pasar menjadi lebih konservatif, di mana para pelaku pasar cenderung mengambil sikap wait and see sambil mengamati perkembangan data ekonomi makro yang mungkin memengaruhi selera risiko investor.

Nasib serupa juga menimpa Ethereum (ETH). Sebagai tulang punggung ekosistem decentralized finance (DeFi) dan NFT, Ethereum harus merelakan sebagian keuntungan yang didapatnya di awal minggu. Penurunan harga ETH sering kali dianggap sebagai sinyal bahwa altcoin lainnya akan menyusul dalam tren serupa. Berdasarkan data terkini, baik Bitcoin maupun Ethereum menunjukkan grafik yang melandai, mencerminkan adanya aksi ambil untung (profit taking) yang dilakukan oleh sebagian besar pemegang aset jangka pendek di tengah ketidakpastian tren global.

Performa Altcoin Lainnya Dalam Menghadapi Tekanan Jual Jumat Ini

Tidak hanya dua raksasa utama, jajaran altcoin dalam sepuluh besar kapitalisasi pasar juga ikut merasakan pahitnya koreksi hari ini. Koin-koin seperti Solana, BNB, dan XRP menunjukkan angka yang memerah dengan persentase penurunan yang beragam. Koreksi yang terjadi secara berjamaah ini membuktikan betapa kuatnya korelasi antara Bitcoin dengan aset digital lainnya. Ketika sang pemimpin pasar kehilangan tenaga, sulit bagi aset lain untuk melaju melawan arus.

Menariknya, meskipun pasar secara umum sedang lesu, beberapa aset dengan kapitalisasi kecil terkadang menunjukkan anomali. Namun, untuk hari ini, nampaknya hampir tidak ada tempat berlindung yang aman di pasar spot. Tekanan jual yang terjadi di bursa luar negeri dengan cepat merambat ke platform perdagangan lokal di Indonesia. Para analis berpendapat bahwa kondisi ini merupakan reaksi berantai dari sentimen negatif yang dipicu oleh beberapa laporan keuangan global yang tidak sesuai ekspektasi, sehingga modal dialihkan sementara ke aset yang dianggap lebih stabil.

Faktor Pemicu Koreksi Harga Kripto Dan Sentimen Pasar Terkini

Beberapa faktor diduga kuat menjadi dalang di balik koreksi harga kripto hari ini. Selain faktor teknis seperti penembusan level support, faktor eksternal seperti kebijakan moneter dan regulasi global tetap memegang peranan penting. Investor tampaknya mulai merespons dengan hati-hati terhadap indikasi inflasi yang masih fluktuatif di Amerika Serikat, yang biasanya berujung pada spekulasi suku bunga. Aset berisiko tinggi seperti kripto seringkali menjadi yang pertama kali dilepas ketika ketidakpastian ekonomi meningkat.

Selain itu, sentimen pasar yang tercermin dalam Fear and Greed Index menunjukkan pergeseran dari area "Greed" menuju "Neutral". Hal ini menandakan bahwa optimisme yang meluap-luap pada awal bulan mulai mereda. Volume perdagangan yang tercatat juga menunjukkan adanya aktivitas keluar yang lebih besar dibandingkan aktivitas masuk.

Kondisi ini memperparah penurunan harga karena minimnya daya beli yang mampu menahan laju penurunan di level-level kunci.

Strategi Menghadapi Fluktuasi Pasar Bagi Investor Ritel Dan Institusi

Menghadapi situasi pasar yang kembali terkoreksi seperti hari Jumat ini, para pakar keuangan menyarankan agar investor tetap tenang dan tidak terjebak dalam aksi panic selling. Bagi investor jangka panjang, penurunan harga sering kali dipandang sebagai kesempatan untuk melakukan dollar cost averaging (DCA) atau membeli aset di harga yang lebih murah. Namun, bagi trader harian, disiplin dalam menerapkan stop loss menjadi sangat krusial untuk melindungi modal dari penurunan yang lebih dalam.

Penting juga untuk selalu memantau berita fundamental yang valid guna menghindari misinformasi yang sering beredar di media sosial saat harga sedang anjlok. Diversifikasi portofolio tetap menjadi senjata utama dalam memitigasi risiko di pasar yang liar seperti kripto. Meskipun Bitcoin dan Ethereum sedang terkoreksi, sejarah menunjukkan bahwa pasar kripto memiliki daya tahan yang luar biasa untuk bangkit kembali setelah melewati masa-masa jenuh.

Tetap waspada dan terus melakukan riset mendalam sebelum mengambil keputusan besar di tengah pasar yang sedang merah ini.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index