JAKARTA - Menjelang momentum mudik Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah atau tahun 2026, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) telah menyatakan kesiapan penuh untuk menghadapi lonjakan pergerakan pemudik yang menggunakan jalur laut.
Sebagai tulang punggung transportasi penyeberangan nasional, ASDP memahami bahwa tantangan mudik tahun ini akan jauh lebih dinamis seiring dengan meningkatnya volume kendaraan dan mobilitas masyarakat secara masif. Kesiapan yang dilakukan tidak hanya menyentuh aspek kelaikan armada kapal, tetapi juga mencakup optimalisasi fasilitas pelabuhan guna memastikan kelancaran, keamanan, dan kenyamanan para pengguna jasa di seluruh lintasan penyeberangan utama di Indonesia.
Manajemen ASDP menegaskan bahwa koordinasi lintas sektoral telah dilakukan jauh-jauh hari untuk mengantisipasi potensi kemacetan di area pelabuhan. Dengan pengalaman mengelola arus mudik tahun-tahun sebelumnya, ASDP kini menerapkan pendekatan yang lebih preventif dan berbasis teknologi. Hal ini dilakukan agar proses penyeberangan, terutama di lintasan padat seperti Merak-Bakauheni dan Ketapang-Gilimanuk, dapat berjalan sesuai jadwal yang telah ditetapkan tanpa adanya kendala operasional yang berarti.
Peningkatan Kapasitas Armada Dan Kesiagaan Personel Di Lintasan Utama
Langkah nyata yang diambil ASDP untuk menjamin kelancaran angkutan Lebaran 2026 adalah dengan menyiagakan seluruh armada kapal dalam kondisi terbaik. Proses pemeliharaan rutin atau docking dipastikan selesai tepat waktu sebelum masa angkutan Lebaran dimulai.
Peningkatan kapasitas ini bertujuan untuk mempercepat waktu bongkar muat (port time) dan memperpendek waktu tunggu penumpang di dermaga. Penyiagaan personel tambahan di lapangan juga dilakukan untuk membantu pengaturan lalu lintas di area parkir pelabuhan, sehingga alur kendaraan dapat terdistribusi secara merata ke setiap kapal.
Selain kuantitas armada, ASDP juga memberikan perhatian khusus pada aspek keselamatan. Pemeriksaan kelaiklautan kapal secara rutin (ramp check) dilakukan bersama instansi berwenang untuk memastikan setiap komponen keselamatan kapal berfungsi optimal. ASDP berkomitmen untuk tidak mentoleransi adanya kekurangan dalam standar keselamatan, mengingat keselamatan nyawa penumpang adalah prioritas tertinggi dalam setiap operasi penyeberangan selama masa mudik Lebaran 2026.
Optimalisasi Reservasi Tiket Online Ferizy Untuk Mengurai Kepadatan
Salah satu strategi kunci ASDP dalam mengurai kepadatan di pelabuhan adalah dengan mewajibkan pembelian tiket secara daring melalui platform Ferizy. Manajemen ASDP mengimbau para pemudik untuk melakukan reservasi tiket setidaknya 60 hari hingga satu hari sebelum jadwal keberangkatan. Sistem tiket daring ini terbukti efektif dalam memprediksi lonjakan jumlah penumpang setiap harinya, sehingga ASDP dapat menyesuaikan jumlah keberangkatan kapal sesuai dengan permintaan pasar yang ada secara real-time.
Penerapan sistem reservasi ini juga bertujuan untuk menghilangkan praktek calo dan memastikan harga tiket yang transparan bagi masyarakat. ASDP menegaskan bahwa tidak ada lagi penjualan tiket fisik di loket pelabuhan, sehingga pemudik yang belum memiliki tiket dilarang keras untuk mendekati area pelabuhan guna menghindari penumpukan kendaraan yang dapat menghambat alur masuk pemudik lainnya.
Pengembangan Fasilitas Dermaga Dan Area Tunggu Penumpang
Guna memberikan kenyamanan ekstra, ASDP telah melakukan renovasi dan perluasan fasilitas di beberapa dermaga strategis. Area tunggu penumpang kini dilengkapi dengan fasilitas yang lebih modern, termasuk ruang ibu dan anak, area bermain, serta peningkatan kualitas layanan sanitasi.
Selain itu, perluasan kantong parkir di dalam pelabuhan juga menjadi fokus utama guna menampung antrean kendaraan saat terjadi cuaca buruk atau kendala teknis lainnya, sehingga kendaraan tidak meluap hingga ke jalan arteri.
Pemanfaatan teknologi juga merambah pada penyediaan informasi jadwal keberangkatan yang lebih akurat melalui layar digital di seluruh penjuru pelabuhan. Hal ini membantu penumpang untuk memantau posisi kapal dan estimasi waktu keberangkatan dengan lebih transparan. Dengan fasilitas yang lebih mumpuni, ASDP berharap pengalaman mudik tahun 2026 tidak lagi diwarnai dengan keletihan akibat antrean yang tidak teratur, melainkan menjadi perjalanan yang berkesan dan penuh sukacita.
Sinergi Bersama Instansi Terkait Demi Kelancaran Logistik Dan Penumpang
ASDP menyadari bahwa keberhasilan angkutan Lebaran 2026 tidak dapat dicapai sendirian. Sinergi intensif terus dijalin dengan Kementerian Perhubungan, Korlantas Polri, TNI, serta pemerintah daerah setempat. Koordinasi ini mencakup pengaturan pola arus lalu lintas menuju pelabuhan, pengamanan area obyek vital, hingga kesiapsiagaan tim medis di posko-posko kesehatan pelabuhan. Fokus sinergi ini adalah memastikan distribusi logistik kebutuhan pokok tetap berjalan lancar meski di tengah padatnya arus penumpang.
Dengan persiapan yang matang dari segala lini, ASDP optimis dapat memberikan layanan terbaik bagi jutaan masyarakat yang akan menyeberang pulau untuk merayakan Idulfitri bersama keluarga. Komitmen "Bangga Melayani Bangsa" menjadi semangat bagi seluruh insan ASDP untuk bekerja ekstra keras di lapangan selama masa angkutan Lebaran berlangsung. ASDP siap mengawal setiap langkah pemudik menuju dermaga tujuan dengan aman, nyaman, dan selamat sampai di tujuan.